Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 29 Desember 2009

MEMORI TAHUN BARU ( Pesan Perpisahan Tahun )

Setebal Buku Harian Tertulis

Segala Kesan Tentang Arti Hidup

Tersisa Kisah Yang Belum Habis

Tak Kuasa Lembar Akhir Ditutup



Lentikan Mata Masih Berkedip

Tarikan Nafas Masih Mendesah

Mentari Pagi Masih Mengintip

Awan Di Langit Masih Mencerah



Berbalik Pandang Ke Masa Silam

Memetik Hikmah Membuang Kelam

Tarik Pelajaran Berbekal Paham

Tinggalkan Kenang Diambang Salam



Tanpa Terasa Hari Berganti

Dari Senin Hingga Ke Minggu

Bulan Berlalu Tanpa Permisi

Dari Kemarin Ke Tahun Baru



Kembang Api Penghias Gelap

Tertunduk Bintang Tanpa Terlelap

Petasan Pecah Mengusir Senyap

Terbentuk Riang Meski Sekejap



Semalam Bahagia Setahun Menunggu

Satu Jam Berharga Satu Hari Berarti

Waktu Yang Pergi Tak Akan Menunggu

Memilih Tujuan Satu Yang Pasti



Masa Tuk Mencari Arti Hidup

Bersama Waktu Yang Jadi Teman

Kadang Bingung Hati Tertutup

Yakinkan Diri Kepada Tuhan



Sebelum Terlambat Jemput Harapan

Sebelum Terhambat Rebut Impian

Jangan Berpaling Dari Suratan

Tetap Meniti Langkah Kedepan



Setapak Jalan Maju Terlangkah

Sekepal Cita Tangan Menggenggam

Setitik Cahaya Yang Ternoktah

Jadikan Penerang Dari Yang Kelam



Sebelum Yang Akhir Datang Menyapa

Sampaikan Salam Pada Yang Mula

Sebelum Tertutup Asa Dan Cita

Temukan Damai Dan Tenang Di Dada



“Selamat Tahun Baru 2010”



By : Adji

SEMESTAKU DI HATI 3

Wahai “Sang Penyejuk Hati”

Pelengkap Kasih Tulus Sang Ibu

Artikan Hidupku Yang Sementara Ini

Bawalah Resahku Ke Langit Yang Biru



Tukarkanlah Dengan Segenggam Awan

Karena Air Mata Ini Ingin Kuikhlaskan

Bukan Hanya Karena Kehilangan Kawan

Tapi Mengganti Do’aku Yang Tersisihkan



Dimana Saja Kakiku Mencium Bumi

Jangan Biarkan Kuinjak – Injak Asmara

Karena Tak Ada Payung Yang Kumiliki

Yang Bisa Menahan Derai Hujan Luka



Sampaikan Pula Salamku Yang Terbang

Jangan Tepis Diantara Waktu Yang Padat

Karena Kutakut Diwaktu Yang Senggang

Dia Akan Merindukanku Didalam Ingat



Biarkan Juga Tinta Hatiku Menjadi Puisi

Karena Ketika Aku Tak Bersamanya

Kuingin Diriku Tetap Terwakili

Biarlah Dia Dekap Puisiku Di Dadanya



Jika Semesta Hatiku Mendung Dan Hujan

Hanyutkan Semua Airnya Ke Samudra

Supaya Kerang – Kerang Kecil Bisa Ketahuan

Inilah Alir Jiwaku Yang Kadang Berkelana



Jika Hujannya Hanya Separuh Musim

Maka Sisakanlah Untukku Musim Semi

Ada Bunga Yang Tak Sempat Kukirim

Ingin Kutanam Sebelum Diriku Pergi



Ku Ingin Sempat Di Panggil Ayah Tercinta

Sebagai Tanda Lahirnya Keluarga Bahagia

Tapi Kumasih Mencari Istri Tersayang

Itu Tanda Dimulainya Cinta Yang Tenang



Aku Ingin Sebelum Melipat Sajadah

Aku Tinggalkan Nafsu Dan Amarah

Tapi Terkadang Aku Menjadi Lengah

Selalu Kuikat Antara Benar Dan Salah



Padahal Tak Ingin Kuingkari Yang Kusembah

Sejujurnya Diriku Memang Insan Yang Lemah

Semesta Hatiku Banyak Meniru Ciptaan-Nya

Dan Suatu Saat Akan Musnah Di Titah-Nya



Kalau Aku Sombong Setinggi Bintang Di Langit

Jatuhkanlah Aku Hingga Ke Dasar Samudera

Meski Hanya Kerang – Kerang Kecil Yang Mengigit

Tetap Kan Kuakui Dosa – Dosaku Apa Adanya



Tuhan . . .

Kaulah Yang Paling Tahu Semestaku Di Hati



By : Adji

Sabtu, 19 Desember 2009

S A H A B A T

Arti Sahabat Melebihi Teman
Hubungan Diatasnya Kawan
Tapi Bukan Hubungan Percintaan
Mungkin Ini Titik Keistimewaan

Disana Juga Ada Setia
Kesetiaan Yang Berbeda
Setia Tanpa Harus Merayu
Setia Tanpa Harus Cemburu *)

Disana Juga Ada Sayang
Bukan Ada Uang Disayang
Tak Ada Uang Ditendang
Berbeda Tapi Sulit Dibilang

Disana Juga Ada Berbagi
Berbagi Apa Yang Dimiliki
Tanpa Harus Saling Memiliki
Boleh Kesana Bebas Kemari

Disana Juga Ada Bahagia
Tanpa Perlu Mengikat Janji
Selalu Ada Tawa Kapan Saja
Tanpa Harus Sehidup Semati

Disana Tak Ada Beda Usia
Anak Kecil Atau Orang Dewasa
Hanya Main – Main Tidak Mengapa
Yang Serius – Serius Pun Bisa

Disana Tak Penting Wanita Atau Pria
Wanita Dan Wanita Bisa
Pria Dan Pria Boleh Juga
Atau Setengah Pria Dan Wanita

Disana Tak Dibatasi Oleh Agama
Seagama Boleh Juga
Beda Agama Tak Apa – Apa
Dia Berdo’a Aku Juga Berdo’a

Disana Tak Disekat Miskin Dan Kaya
Bisa Masak Dalam Satu Dapur
Yang Dimakan Pula Sama – Sama
Entah Ayam Goreng Atau Cuma Bubur

Disana Tak Ada Batasan Berapa
Punya Satu Ataupun Dua
Yang Disayangi Bisa Lima
Tanpa Beban Perasaan Dan Jiwa

Jika Disana Ada Air Mata
Tidak Akan Ditinggal Sendiri
Selalu Ada Sahabat Terjaga
Itupun Bukan Karena Patah Hati

Tapi Jika Memang Harus Ditulis
Hubungan Ini Terlalu Manis
Tapi Jika Memang Harus Terhapus
Hubungan Ini Terlalu Tulus

By : Adji

LILIN RETAK

Telah Aku Lewati
Sepenggal Atau Sebagian
Sudah Aku Lalui
Selembar Atau Sehalaman

Sudah Aku Warnai
Kadang Putih Kadang Hitam
Bahkan Aku Nodai
Kadang Perih Kadang Kelam

Sekecil Daun – Daun Selasi
Tanda Kecilnya Ruang Hati
Yang Tertepis Cuma Secuil
Cerminan Jiwa Yang Kerdil

Memetik Kembang Yang Salah
Menyiram Bunga Yang Keliru
Menghukum Dengan Hati Sebelah
Memukul Dengan Tangan Yang Kaku

Tak Kupandang Air Matanya
Tak Kuhitung Derai Tangisnya
Tak Kukira Berapa Sakitnya
Tak Kusangka Yang Dirasanya

Setelah Semua Berlalu
Tertutup Butir – Butir Debu
Yang Putih Menjadi Abu – Abu
Aku Lalai Dan Melepas Lugu

Setelah Hati Semakin Tahu
Mana Empedu Dan Mana Madu
Setelah Diri Semakin Kritis
Mana Pahit Dan Mana Manis

Setelah Air Telaga Tenang
Setelah Mata Hati Terang
Kupakai Air Menyiram Debu
Terlihat Kotor Dalam Diriku

Kini Aku Yang Tak Berdaya
Kini Kutangkap Apa Yang Dia Rasa
Pedih Dan Sakitnya Dia Terbayang
Menyayat Ingatan Yang Tak Hilang

Kudengar Lagi Rintihan Pedihnya
Menusuk Relung Hatiku Tiba – Tiba
Terbayang Jelas Raut Muka Tangisnya
Aku Ingat Saat Hati Tak Punya Angkara

Disitulah Titik Aku Sadari
Disitulah Titik Aku Sesali
Perbedaan Diriku Dulu Dan Kini
Tapi Tak Cukup Maaf Yang Aku Punyai

Ia Cuma Katakan Dengan Air Mata
Sebab Kata Tak Mampu Diucapkan
Dia Tak Melawan Tanda Tak Berdaya
Apa Adanya Dia Terima Kepedihan

Mungkin Kala Itu Ia Juga Meminta
Tolong Sudahilah Semuanya
Apakah Harus Dihabiskan Air Mata
Mengiringi Setiap Sakit Mendera

Mungkin Jika Ada Kesempatan
Kala Itu Ia Akan Lari Dan Pergi
Tak Kuasa Ia Terus Bertahan
Melayani Aku Yang Tak Mengasihi

Hatinya Sakit Seperti Badannya
Tak Ada Lagi Yang Dipakai Melawan
Semua Dalam Dirinya Telah Luka
Dalam Lemah Dan Keterbatasan

Hatiku Jadi Sedih
Nafasku Jadi Lirih
Kepalaku Tertunduk
Rasa Bersalah Tertumpuk

Aku Seperti Tak Mampu
Mengaminkan Semua Do’aku
Jika Aku Meminta Sesuatu
Dan Ingatan Itu Datang Padaku

Aku Seperti Tak Percaya
Melakukan Kebaikanku
Serasa Tak Ada Gunanya
Dibanding Salahku Dulu

Jika Memang Kebaikanku Tak Kuasa
Membayar Semua Air Matanya
Hanya Kupinta Kemurahan Dari-Nya
Beri Kekuatan Kumenebusnya

Oh Tuhan . . .
Sungguh Lilinku Pernah Retak
Padahal Nyalanya Kadang Redup
Apalagi Terangku Esok Kelak
Kutakut Hatiku Jadi Tertutup

Menyakiti Orang Yang Disayangi Hari Ini
Bisa Menyakiti Diri Sendiri Esok Hari

By : Adji

BERCAK – BERCAK CINTA 2

Kumbang Dan Kembang Saling Sehati
Silang Cinta Simpul Sejoli
Dua Mahkota Setunggal Kepala
Dua Insan Setangkai Asmara

Carik Kertas Batas Perlambang
Lirik Puisi Luap Berkembang
Buah Hati Benih Tersayang
Detak Jantung Merdu Berdendang

Dirayu Indah Semesra Sentuhan
Didekap Hangat Setulus Pelukan
Dibelai Mulus Selembut Mayang
Dilanda Suka Sambutan Sayang

Curah Hati Rangkaikan Cinta
Ikat Janji Bingkaikan Asa
Jalan Meniti Serasi Langkah
Bersama Setia Di Satu Noktah

Bongkar Momok Saling Berbeda
Sama Persis Bisa Jadi Tak Suka
Ragam Warna Menjadi Pelangi
Ragam Nada Menjadi Melodi

Bisik Jiwa Kuasa Merubah
Mata Menangkap Telinga Merekam
Getar Indra Siap Dititah
Jangan Bisu Diri Membungkam

Sosok Manusia Biasa
Butuh Seseorang Istimewa
Kala Bersandar Damai Berdamping
Kala Didekap Bahagia Bersanding

Antara Warna – Warni Rasa
Salah Satu Yang Berbeda
Antara Basa Basa – Basi Jiwa
Salah Satu Yang Bermakna

Cinta . . .
Tercipta Suci Tanpa Dosa
Terlahir Tulus Tanpa Paksa
Terasa Damai Tanpa Resah
Terukir Indah Tanpa Celah

By : Adji

Minggu, 13 Desember 2009

SELAYANG PANDANG

( Pesan Untuk Tuna Netra )

Jendela Hati Diantara Kepala
Bebas Merekam Segala Rupa
Yang Terlihat Dari Yang Tercipta
Bekas Terekam Tercipta Makna

Dua Mata Satu Jiwa
Tiga Unsur Tunggal Laksana
Biar Netra Menjadi Tuna
Mata Hati Jangan Sirna

Bila Tatap Tak Saling Rasa
Jiwa Berpaling Ditengah Dusta
Meski Tatap Selebar Dunia
Hati Sempit Membekas Luka

Jangan Tutup Bila Terpaksa
Lihat Tabir Disisi Nyata
Asal Itu Tak Salah Sangka
Rahasia Hati Dapat Bicara

Banyak Sudah Termakan Tipu
Dia Memandang Tanpa Ragu
Tapi Ternyata Dia Keliru
Sisi Terdalam Teriris Sembilu

Selayang Pandang Tak Mengapa
Tidak Sengaja Tiba – Tiba
Jangan Coba Berlama – Lama
Tanpa Sadar Diri Terlena

Lihat Saja Sisi Karunia
Tercipta Indah Sejuta Pesan
Hati Terbuka Berkaya Jiwa
Menuai Anungrah Pelita Insan

Sekian Ragam Rupa Yang Ada
Terselip Titah Dari Yang Maha
Cepat Direkam Juga Dirasa
Berkedip Hikmah Sebening Jiwa

Tak Semua Indah Berbuah Mulia
Kadang Buruk Merubah Nyata
Ditengah Tipu Yang Mempesona
Sisi Buruk Jadi Pertanda

Jika Netra Terpaksa Tuna
Kuatkan Hati Dalam Dekap-Nya
Jangan Kecewa Atau Terhina
Jaminan Surga Dari Yang Maha

Berlimpah Nasehat Di Semesta
Menjadi Saksi Kebesaran-Nya
Dua Mata Membuktikannya
Satu Hati Memujinya

By : Adji

Kamis, 10 Desember 2009

B A H A G I A

Apalagi Yang Pantas Ditebus Dengan Air Mata

Apalagi Yang Layak Ditukar Dengan Cinta

Lebih - Lebih Yang Dikejar Dari Sang Kaya

Paling Terlebih Yang Diimpikan Sang Papa



Jika Sepucuk Arti Bahagia

Bisa Disanggul Ujung Sapu Tangan

Akan Dibungkus Bersebelah Dengan Rasa

Jadi Bekal Hati Penawar Kegelisahan



Kidung Suci Sang Biarawati

Lantunan Do'a Sang Muslimah

Dengan Mata Berkaca Basah Di Pipi

Meretas Rasa Bahagia Untuk Terjamah



Bisik Hati Sang Perawan Lugu

Bahkan Kisah Indah Sang Putri Salju

Mengharap Kelembutan Arti Bahagia

Semudah Sayup Jatuh Helai Bunga Sakura



Apa Yang Dipinta Di Kuil - Kuil Budha

Apa Yang Ditata Di Kastil - Kastil Raja

Apa Yang Didengungkan Nyanyian Gereja

Dan Yang Ditenangkan Kesuyian Wihara



Diantaranya Sepercik Pancaran Bahagia

Dari Sekian Kebeningan Arti BerTuhan

Tercurahlah Itu Di Pelepah Sukma

Tuk Diminum Dalam Rasa Kedamaian



Apa Arti Seribu Manusia Berjubah Putih

Bersujud Diatas Lantai Mekkah Yang Bersih

Merendakan Hati Sejajar Dengan Do'a

Kadang Meminta Bahagia Apa Adanya



Tuhan . . .

Cukupkanlah Sepiring Nasi Yang Putih

Jika Memang Secawan Anggur Tak Berarti

Cukupkanlah Sebatang Lilin Yang Putih

Jika Memang Kemilau Dunia Tak Berarti



Yang Jadi Penghias Jari Manis Pengantin

Haruslah Jadi Lambang Sucinya Batin

Mekarkan Bahagia Melebihi Arti Mas Kawin

Hargakan Pengorbanan Ibunda Yang Bersalin



Belum Lagi Keringat Orang Tua Tuk Anak

Yang Berharap Buah Hatinya Bahagia

Bahagia Di Masa Yang Tidak Tertebak

Kalau Bisa Cerahlah Dari Pagi Hingga Senja



Purnama Di Tengah Telaga Sunyi

Mentari Di Tengah Padang Pasir

Pernah Jadi Titik Bisu Bahagia Yang Dicari

Janganlah Dustakan Bahagia Yang Pernah Hadir



By : Adji

Rabu, 02 Desember 2009

SEKEPING CINTA TUK ADIK

Sekeping Uang Ada Dua Sisi

Berharga Di Kanan Bernilai Di Kiri

Sekeping Hati Ada Pula Sisi

Ada Yang Disayang Dan Yang Dikasihi



Telah Banyak Kakak Menulis Cinta

Baik Dengan Sketsa Awan Atau Tinta

Telah Sering Kakak Merindu Cinta

Dengan Air Mata Atau Separuh Jiwa



Berpulang Kakak Di Peraduan

Kadang Membawa Sendu Kelembutan

Kembali Kakak Di Perebutan

Kadang Membawa Syahdu Kasmaran



Entah Masih Ada Keping Hati Berserakan

Entah Masih Ada Serpih Jiwa Berhamburan

Kadang Kakak Merapikannya Dalam Mimpi

Kadang Kakak Menyimpannya Dalam Puisi



Lengkung Pelangi Yang Pernah Kakak Lukis

Bukan Penguat Janji Hati Yang Manis

Bening Air Yang Pernah Kakak Minum

Bukan Arti Kemekaran Cinta Yang Ranum



Sketsa Awan Putih Pernah Bilang

Mendung Berkabut Akanlah Datang

Gerak Teratai Putih Pernah Bilang

Keruh Air Memudarlah Terang



Hingga Kakak Menggali Cinta

Lebih Dalam Dari Mata Air

Untuk Mendapat Arti Bahagia

Yang Beningnya Seperti Air



Tapi Kakak Masih Menyisahkan Cinta Untukmu

Tak Semua Hati Kuserahkan Pada Kekasih

Kakak Adalah Arjuna Yang Jarang Bertamu

Kakak Hanya Mencari Cinta Yang Terpilih



Memang Sekeping Uang Tak Bisa Dibagi

Makanya Keping Hati Kakak Masih Tersisa

Apa Yang Kakak Tuangkan Lewat Puisi

Masih Ada Segudang Kata Lewat Prosa



Yang Pernah Kakak Titip Di Keranjang Melati

Ada Yang Kakak Simpan Di Sarang Merpati

Kalau Ada Sepasang Cincin Terikat Pita Merah

Masih Ada Gelang Yang Terikat Benang Merah



Benang Itu Sudah Disimpul Buah Hati

Pengikat Darah Dan Silaturahmi

Kapapun Kakak Pergi Untuk Cinta Suci

Tak Pergi Sebuah Sayang Menyayangi



By : Adji

To : Adik

KEMUNING, AKULAH JINGGA

Jarak Setapak Berlalu
Gerak Sehentak Bertalu
Lirik Sesaat Bertuju
Usik Sebentar Merayu

Kemuning Tampak Bersyahdu
Lewat Tak Betah Menunggu
Jingga Memuja Berkalbu
Ingat Terjebak Merindu

Setangkai Padi Merunduk
Seranting Hati Membujuk
Sehelai Ilalang Melambai
Sebelai Sayang Membuai

Lingkar Setengah Berpayung
Dulang Setitik Tertampung
Tengkar Kulengah Berlindung
Pulang Berbalik Bermurung

Selendang Baiduri Berbalut
Menghangat Senyaman Beludru
Sedendang Melodi Bersaut
Menyengat Senyuman Bermadu

Sepiring Nasi Bersayur
Segelas Kaldu Berbumbu
Sekeping Hati Berbaur
Selekas Kalbu Bercumbu

Senja Kemuning Melambai
Mentari Jingga Tenggelam
Manja Kemuning Membuai
Mencari Jingga Tergenggam

Jadilah Senja Yang Indah
Pengiring Sebuah Do'a
Jadilah Cinta Yang Indah
Kemuning Akulah Jingga

By : Adji

Rabu, 18 November 2009

OH TUHAN, AKU JATUH CINTA

Aku Sudah Bahagia Dengan Keluargaku
Aku Sudah Cukup Dapatkan Kasih Ibu
Aku Telah Dibimbing Ayahanda
Aku Telah Dituntun Sang Kakanda

Tapi Hadirnya Kenapa Berbeda
Hati Kecilku Terusik Tentang Dia
Ku Tak Yakin Apa Yang Kuharapkan
Tapi Kupenasaran Yang Kurindukan

Keluargaku Sudah Hangat Dan Harmonis
Tapi Dengannya Juga Ada Rasa Yang Manis
Makan Malam Keluarga Sudah Biasa
Ada Makan Malam Baru Yang Berbeda

Kini Di Hari Yang Telah Terang
Hadirnya Lebih Hangat Dari Kucing Berbulu
Kini Di Hari Yang Telah Remang
Perginya Lebih Dingin Dari Ranting Bersalju

Kini Debar Jantungku Lebih Indah Disamping Sang Mawar
Kini Getar Suaraku Lebih Menyentuh Diiringi Nada Gitar
Kini Do'aku Lebih Panjang Dari Harapanku
Kini Butuhku Lebih Terbagi Dari Inginku

Kadang Aku Sampai Membawa Senyum Keperaduan
Sering Aku Sampai Menyimpan Salam Kerinduan
Aku Senang Melihat Boneka Kecil Yang Berpasangan
Dan Senang Melihat Sepasang Ikan Berkejaran

Tuhan . . .
Serasikan Kami Seperti Malam Dan Siang
Harmonikan Kami Seperti YIN Dan YANG
Ikatkan Kami Seperti Timur Dan Barat
Guguskan Kami Seperti Pulau Dan Selat

Tuhan . . .
Jika Hatinya Bergejolak Seperti Air Samudra
Maka Tenangkanlah Hatiku Seperti Air Danau
Tapi Jangan Sampai Pisahkan Kami Antara Jarak Dan Sela
Maka Satukanlah Hati Kami Ditengah - Tengah Air Payau

Keluargaku Janganlah Kalian Ragu
Cintaku Akan Menjadi Keluarga Yang Baru
Restu Kalian Adalah Nafas Cinta Kami
Do'a Kalian Adalah Berkah Cinta Kami

By : Adji

YANG BERARTI

Harta Dan Cantik Itu Satu Kelas
Cinta Dan Hati Itu Satu Kelas
Tak Bisa Harta Dan Cinta Satu Kelas
Tak Bisa Cantik Dan Hati Satu Kelas

Bicara Cantik Sama Bobotnya Dengan Harta
Bicara Hati Sama Bobotnya Dengan Cinta
Tempatkan Hati Didepan Jika Satu Kelas Dgn Harta
Tempatkan Cantik Dibelakang Jika Satu Kelas Dgn Cinta

Ketika Harta Ada Di Depan
Pasti Dia Menghalangi Yang Papa
Ketika Cantik Ada Di Depan
Pasti Dia Menghalangi Yang Buruk Rupa

Padahal Yang Papa Juga Punya Jiwa
Padahal Yang Buruk Rupa Juga Punya Cinta
Jangan Biarkan Harta Jadi Perisai
Jangan Biarkan Cantik Jadi Penilai

Jika Cantik Ada Dibelakang Cinta
Setidaknya Cinta Tak Lupa Menyaring Kebencian
Jika Hati Ada Didepannya Harta
Setidaknya Hati Tak Lupa Menjaring Kemiskinan

Kenapa Angin Itu Bening
Karena Ia Tak Memihak Bau Bangkai Atau Bau Bunga
Kenapa Air Mata Itu Bening
Karena Ia Tak Memihak Tangisan Sedih Ataupun Bahagia

Ketika Seseorang Menangis Hilang Rupa
Pasti Pada Cinta Ia Bertumpu
Ketika Seseorang Menangis Hilang Harta
Pasti Pada Hati Ia Menuju

Orang Cantik Bahagia Tanpa Cinta
Apakah Mungkin Bisa Terjadi
Orang Kaya Tak Punya Jiwa
Apalah Kemudian Yang Terjadi

Jika Punya Segalanya, Mestinya Kita Tahu Apa Yang Dapat Dilakukan

By : Adji

Kamis, 12 November 2009

JEJAK – JEJAK MERPATI

Tak Bersarang

Seperti Berkelana Hingga Senja

Tak Terhilang

Seperti Mengulang Sajak Pujangga



Sarang Itu Ada Kedamaian

Sajak Itu Ada Ketenangan

Berkelana Untuk Mencari

Mengulang Karena Memory



Tak Bertuan

Melempar Cinta Sembunyi Hati

Tak Beralasan

Menitip Salam Sembunyi Diri



Bertuan Itu Ada Pemiliknya

Beralasan Itu Ada Pemicunya

Melempar Cinta Untuk Sebuah Rasa

Menitip Salam Untuk Sebuah Sapa



Jika Diselami Hingga Terdalam

Jika Digali Apa Yang Tertanam

Akan Ditemui Sebuah Kenyataan

Sebuah Cinta Tak Terbantahkan



Hanyutkanlah Cinta Jika Punya Layar

Terangkanlah Cinta Jika Punya Sinar

Terbangkan Cinta Jika Diri Bersayap

Mimpikan Cinta Jika Diri Terlelap



Siapa Sangka Ketimun Muda Berulat

Siapa Mengira Durian Harum Membusuk

Tak Disangka Ringan Rasa Berat Berbuat

Tak Dikira Harum Di Hidung Takutnya Busuk



Siapa Sangka Cinta Datang Menjadi Dekat

Siapa Mengira Telah Tiba Si Tulang Rusuk *)

Hati Tak Berbeban Fisik Yang Memberat

Enggan Mendekat Apalagi Memeluk



Entah Kenapa Daun Pisang Sehelai

Tak Terpakaikan Buat Merayu

Dikala Hujan Dan Gerimis Berderai

Daripada Hujan Basahlah Baju



Supaya Kekasih Makin Mengerti

Dibawah Daun Pisang Diri Bersaksi

Cukuplah Daun Menjadi Sarang Kupu – Kupu

Kini Menjadi Sarang Cinta Didalam Kalbu



Indahnya Sajak Pujangga Berulang

Jika Memory Tak Selisih Didulang

Indahnya Perasaan Cinta Dilempar

Jika Cinta Tak Tersisih Dikejar



Tapi Kini Yang Ada Hanya Bisa Disimpulkan

Seperti Ada Kesan Jinak – Jinak Merpati

Dan Perasaan Cinta Hanya Bisa Ditinggalkan

Seperti Ada Pesan Jejak – Jejak Merpati



By : Adji

*) Tulang Rusuk = Wanita

INDAHNYA BAHASA-MU

Sebenarnya Tidaklah Mengapa

Tak Sempat Kucium Harumnya Cendana

Sebenarnya Tidaklah Kenapa

Tak Cukup Jarak Kuraih Bunga Sakura



Siapa Tahu Bunga Itu Butuh Ketenangan

Mungkin Ada Yang Dia Tunggu Dari Sang Angin

Siapa Tahu Bunga Itu Butuh Kedamaian

Mungkin Ada Yang Dia Janjikan Sejak Kemarin



Tuhan . . .

Jangan Biarkan Aku Terlalu Tega

Merusak Ketenangan Mereka

Jangan Biarkan Aku Tak Tahu Malu

Mereka Lebih Senang Air Hujan Daripada Aku



Tuhan . . .

Kaulah Yang Mengerti Bahasa Mereka

Sampaikan Salam Hangatku Untuk Mereka

Kaulah Yang Mengerti Perkataan Mereka

Sampaikan Kuingin Bersahabat Dengan Mereka



Alam Ini Setiap Saat Berbicara

Sayangnya Aku Tak Jeli Untuk Bertanya

Apa Yang Ingin Kau Katakan Dengan Sebuah Halilintar

Dan Yang Kau Pesan Dengan Melati Kecil Didalam Pagar



Untuk Helai Daun Yang Gugur Dengan Damai

Meski Jatuh Ditengah Benih Yang Disemai

Itukah Tanda Kau Bilang Tak Ada Yang Abadi

Sadarlah Bahwa Hidup Hanyalah Sekali



Tuhan . . .

Kadang Diriku Ini Tidaklah Tenang

Terlalu Banyak Aku Memakai Bahasa Dusta

Aku Ingin Belajar Bahasanya Kembang

Meski Diam Sanggup Mewakili Kata Cinta



Tuhan . . .

Kadang Kuingin Belajar Bahasa Kupu - Kupu

Meski Diam Sanggup Terlihat Lucu

Kadang Kuingin Belajar Bahasa Salju

Meski Diam Terlihat Putih Dan Kesan Lugu



Hingga Akhirnya Kupahami Arti Bahasa-Mu

Yang Kadang Hadir Dengan Beningnya Air Mata

Hingga Akhirnya Kusentuh Arti Panggilan-Mu

Yang Kadang Hadir Dengan Tampilan Apa Adanya



By : Adji

Selasa, 20 Oktober 2009

LEBARAN NAN INDAH

( Selamat Tinggal Syawal 1430 H )

Telah Dihadirkan Kerendahan Hati
Untuk Ditindihkan Dibawah Maaf
Karena Tak Banyak Nilai Yang Suci
Terlalu Dikukuhkan Diatas Khilaf

Biarlah Air Mata Dialirkan
Biarlah Tangis Didengarkan
Kedamaian Hati Ini Bukan Milik Siapa
Biarlah Air Mata Yang Memegangnya

Biarlah Senyum Dicairkan
Biarlah Tawa Didengarkan
Kebahagiaan Hati Ini Bukan Milik Siapa
Biarlah Hari Raya Yang Mewakilnya

Semua Hati Ikhlas Dikumpulkan
Untuk Disanggul Bingkai Bermaafan
Ciptakan Labang Hati Yang Menawan
Gantung Disetiap Pintu Keberkahan

Semua Diri Rela Disadarkan
Ada Kekuatan Tak Terkalahkan
Keegoan Diri Yang Sering Melawan
Gantung Disetiap Jendela Kematian

Semua Harta Tulus Dibagikan
Kepada Orang Yang Membutuhkan
Kerakusan Yang Membinasakan
Masukkan Di Setiap Saku Kemiskinan

Akhirnya Rakus Jadi Tahu Posisinya
Akhirnya Ego Jadi Tahu Letaknya
Akhirnya Ikhlas Jadi Tahu Rumahnya
Akhirnya Maaf Jadi Tahu Peraduannya

Selamat Tinggal Syawal 1430 H
Selamat Menanti Syawal 1431 H
Jika Belum Sempurna Pintu Maaf Kali ini
Semoga Masih Terbuka Pintu Maaf Lain Kali

Keindahan Yang Datangnya Sebentar
Menjadi Berharga Di Waktu Yang Berputar
Aku Harus Belajar Buat Hati Bergetar
Merasakan Tuhan Yang Maha Besar

Tak Kalah Indah Hati Memaafkan
Tak Kalah Indah Harta Dibagi – Bagi
Tak Kalah Indah Ego Diri Dilawankan
Asal Semua Didasari Ketulusan Hati

By : Adji

Kamis, 15 Oktober 2009

HATI SERIBU BUNGA

Satu Hati Seribu Bunga
Tak Bertepi Dan Berkira
Belapang Luas Seribu Tangkai
Berlapang Ruas Seribu Nilai

Satu Hati Seribu Bunga
Satu Tempat Seribu Warna
Satu Hati Seribu Rasa
Satu Tangis Sekian Air Mata

Satu Hati Seribu Bunga
Sekali Luka Sekian Bahagia
Satu Hati Seribu Bunga
Sekali Petik Sekian Tersisa

Jangan Ukur Tiap Kelopak
Jangan Ukur Tiap Gejolak
Naik Dan Turun Tertiup Angin
Kiri Dan Kanan Terhirup Ingin

Untuk Apa Dan Berapa Luasnya Hati
Biarlah Hanya Taman Yang Berpagar
Hatiku Masih Rindu Nilai – Nilai Illahi
Biarlah Jika Dengan Do’a Aku Tegar

By : Adji

KULEPAS BERSAMA SENJA

Untuk Sebuah Penantian Tak Berujung
Untuk Sebuah Rindu Tak Bertepi
Untu Sebuah Rasa Tak Terbendung
Untuk Sebuah Janji Tak Ditepati

Memang Tak Ada Yang Suci
Maka Ingin Kubersihkan Hari Yang Kelabu
Memang Tak Ada Yang Abadi
Maka Ingin Kusisihkan Hari Yang Berlalu

Terlalu Pagi Aku Menyimpulkan
Mendahului Embun Di Dedaunan
Terlalu Dini Aku Memastikan
Mendahului Mentari Di Pegunungan

Hatiku Terlalu Lebar Terbuka
Hingga Tak Menyisakan Sebingkai Jendela
Hatiku Ingin Terima Kau Apa Adanya
Hingga Tak Menyisakan Sebingkai Tanda Tanya

Mungkin Aku Sepolos Cinta Dini
Dan Sesejuk Novel Islami
Siap Kau Baca Dan Jamah Dengan Jemari
Jalan Cerintanya Mudah Engkau Pahami

Tapi Jalur Cintamu Berbelok - Belok
Walau Kusiap Jalani Meski Terseok – Seok
Tapi Takdir Illahi Yang Lebih Elok
Dia Mana Tahu Yang Pas Hari Ini Dan Esok

Memang Matahati Agak Memberatkan
Untung Matahari Agak Meringankan
Embun Dan Pagi Yang Aku Kecewakan
Oleh Mentari Sudah Dihangatkan

Ijinkan Kau Kulepas Bersama Senja
Pergilah Kenanganku Bersama Burung Dara
Bawalah Tenggelam Bersama Mentari
Jadikanlah Pelajaran Di Esok Hari

Kini Aku Belajar Menghitung Hari
Meski Aku Belum Pandai Menghitung Hati
Minimal Kutahu Mana Waktu Berharga
Supaya Tak Banyak Embun Yang Kecewa

Kadang Aku Boros Menggunakan Rasa
Hingga Takut Menghemat Air Mata
Cuma Aku Kadang Tak Tahu Nilai Bahagia
Yang Terlalu Murah Disaingi Harga Kecewa

Semua Demi Sebuah Penantian Tak Berujung
Semua Demi Sebuah Rindu Tak Bertepi
Semua Demi Sebuah Rasa Tak Terbendung
Semua Demi Sebuah Janji Tak Ditepati

Tapi Jika Ada Jarum Didalam Tepung
Semoga Tidak Masuk Kedalam Roti
Dan Jika Ada Duri Didalam Daging
Semoga Tidak Masuk Kedalam Hati

By : Adji

Kamis, 08 Oktober 2009

TAK ADA

Tak Ada Yang Kusembunyikan
Jika Pagi Masih Merahasiakan Waktu
Nanti Sore Akan Kubeberkan
Supaya Tak Penasaran Dan Ragu

Tak Ada Yang Kulewatkan
Jika Merpati Pergi Dengan Kecewa
Bukan Kerena Dia Sudah Terlantarkan
Kubilang Pergi Karena Aku Ada Yang Punya

Tak Ada Yang Kukurangkan
Jika Timbangan Memihak Kekanan
Karena Aku Hanya Ingin Mengalah
Bisa Jadi Sisi Diriku Yang Bersalah

Tak Ada Yang Aku Sesalkan
Jika Sebatang Mawar Patah
Ijinkan Dengan Benang Merah Aku Ikatkan
Merah Hatiku Sudah Puas Dengan Patah

Tak Ada Do’a Yang Belum Kuaminkan
Jika Hubungan Kita Belum Direstui
Kutempuh Ibadah Yang Disyariatkan
Kupinang Engkau Berbekal Niat Yang Suci

Tak Ada Hati Yang Belum Kusampaikan
Jika Belum Sempat Kubilang Cinta Padamu
Meski Kau Berada Diatas Perbukitan
Akan Kudaki Membawa Sekarung Rindu

By : Adji

Sabtu, 03 Oktober 2009

UNTUK KITA RENUNGKAN

( Untuk Gempa Jawa Dan Sumatra )

Tuhan Selalu Punya Cara Yg Manis
Untuk Membuat Hati Merindu Didalam Tangis
Tuhan Juga Punya Cara Yang Tragis
Membuat Hati Berpilu Didalam Tangis

Sudah Dibilang Didalam Ayat Kitab-Nya
Air Hujan Turun Menjadi Penyubur Kehidupan
Tapi Didalam Ayatnya Alam Mampu Berkata
Air Hujan Mampu Mengubur Kehidupan

Kalau Ayunan Bayi Kecil Bisa Meninabobokan Si Buah Hati
Kenapa Ayunan Bumi Kecil Tak Mampu Membangunkan Hati
Siapa Yang Sudah Dininabobokan Dengan Dosa
Kadang Alam Pun Ikut Menegur Ketika Tuhan Yang Meminta

Ada Yang Senang Bintang Porno Datang Ke Indonesia
Meski Katanya Hanya Penghibur Sebatas Mata
Karena Untuk Film Yang Bukan Porno Aksi
Tapi Siapa Yang Bisa Menjaga Dari Mata Turun Ke Hati

Belum Usai Perhelatan Untuk Keajaiban Dunia
Tapi Sebenarnya Apa Yg Ajaib Di Dunia
Ketika Sesuatu Tercipta Aneh Di Muka Bumi
Samakah Dengan Yang Musnah Secara Aneh Karena Bumi

Coba Renungkan Ebiet Yang Bernyanyi
Diantara Tangis Dan Air Mata Yang Sedih
Belum Kelar Bulan Syawal Dan Silaturahmi
Bermaaf - Maafan Harus Ditebus Membuang Perih

Mungkin Masih Ada Sujud Yang Harus Kita Khusyu'kan
Mungkin Masih Ada Satu Do'a Yang Mestinya Kita Aminkan
Mungkin Masih Ada Lebaran Yang Tak Sepadan Dengan Bermaafkan
Atau Ada Kesenangan Yang Tak Sepadan Dengan Yg Kita Butuhkan

Mungkin Saatnya Kita Bilang Cinta Itu Adalah Cinta
Mungkin Waktunya Kita Anggap Nafsu Benar - Benar Nafsu
Kalau Ada Yg Tak Sempat Menyapa Tuhan Karena Bencana
Kita Yang Masih Sempat Apakah Harus Bersembunyi Dengan Waktu

Dengan Bencana Ada Anak2 Manusia Tak Sempat Tahu Bapaknya
Mestinya Dgn Bencana Anak2 Manusia Harus Kenal Siapa Tuhannya
Tujuh Turunan Darah Manusia Masih Terwaris
Tujuh Turunan Dosa Manusia Bisa Tak Terkikis

Jika Masih Ada Serpihan Bangunan Yang Rapuh
Bersihkanlah Untuk Bangunan Yang Baru
Jika Masih Ada Serpihan Hati Yang Rapuh
Bersihkanlah Untuk Membangun Hati Yang Baru

Cinta Yang Putus Masih Bisa Kita Sambungkan
Tali Yang Putus Masih Bisa Kita Ikatkan
Kita Masih Belum Benar-Benar Melepaskan Senja
Masihlah Ada Kupu-Kupu Kecil Diatas Bunga

Tuhan, Beri Kesempatan Untuk Kita Renungkan . . .

By : Adji

Senin, 14 September 2009

BENING IDUL FITRI

Ramadhan Di Lubuk Kalbu
Menempa Berpilah Nafsu
Berlantun Ayat Mengiring Waktu
Sersantun Sikap Berperilaku

Bak Menimang Rasa Di Ayunan
Tersentuh Kiri Di Ikhlaskan
Tersentuh Kanan Di Insyafkan
Dalam Diam Rasa Diemaskan

Bak Mengukur Nafsu Di Timbangan
Lebih Tercurah Ditahankan
Kurang Tersirat Dicukupkan
Dalam Diam Nafsu Ditenangkan

Bak Menanam Di Musim Subur
Banyak Ibadah Berbuah Syukur
Tidak Ibadah Memetik Kufur
Musim Berlalu Berkurang Umur

Rasa Yang Telah Di Ayunkan
Nafsu Yang Sudah Di Timbangkan
Ibadah Yang Sudah Dijalankan
Membuka Hati Yang Bermaafkan

Relakan Sentuhan Tak Berarti
Relakan Nafsu Yang Tak Berpuji
Telah Suci Diri Maka Sirami Hati
Dengan Berkah Bening Idul Fitri

By : Adji

Minggu, 13 September 2009

HARI – HARI CINTA

Hari Minggu
Pakai Baju Baru
Janjian Mau Ketemu
Asal Jangan Sampe Pukul Satu

Hari Senin
Lanjut Yang Kemarin
Tapi Bukan Buat Main - Main
Seriuskan Apa Yang Terjalin

Hari Selasa
Buat Makin Berbeda
Bawa Sekuntum Bunga
Kalau Perlu Datang Tiba - Tiba

Hari Rabu
Pakai Kaos Biru
Yang Menjadi Warna Rindu
Tapi Jangan Banyak - Banyak Merayu

Hari Kamis
Tak Peduli Hujan Gerimis
Tetap Hadir Demi Sang Gadis
Kalau Kedinginan Ada Teh Manis

Hari Jum'at
Kenalkan Pada Teman Dan Sahabat
Mohon Pula Dukungan Dari Kerabat
Supaya Status Hubungan Makin Erat

Hari Sabtu
Ungkapkan Semua Di Kalbu
Jika Memang Ada Yang Ditunggu
Pupuk Komitmen Satu Per Satu

Hari - Hari Penuh Cinta
Demi Menyatukan Dua Hati
Semoga Tak Ada Sikap Ternoda
Lebih Damai Cinta Yang Suci

Hari – Hari Penuh Cinta
Hari – Hari Yang Bahagia
Pasangan Kaya Atau Sederhana
Bukan Itu Pokok Intinya

Hari – Hari Penuh Cinta
Hari – Hari Yang Bahagia
Pasangan Artis Atau Orang Biasa
Bukan Itu Pokok Intinya

Hari – Hari Penuh Cinta
Hari – Hari Yang Bahagia
Si Cantik Atau Si Buruk Rupa
Bukan Itu Pokok Intinya

Hari – Hari Penuh Cinta
Hari – Hari Yang Bahagia
Dalam Senang Dan Sengsara
Intinya Ditanggung Bersama

By : Adji

Selasa, 08 September 2009

SERUMPUN MELAYU

( Untuk Hubungan Indonesia dan Malaysia )

Sebenarnya Saya Senang Siti Nurhaliza
Tak Ada Lagi “Purnama Merindu” Di Indonesia
Mungkin Malaysia Senang Dengan “Kebaya”
Tapi Harusnya Tak Ada Lagi “Kebaya” Di Malaysia

Sebenarnya Saya Senang Dengan Raihan
Tak Ada Lagi “Kasih Sayang” Di Indonesia
Mungkin Malaysia Sedang Dengan “Tarian”
Tapi Harusnya Tak Ada Lagi “Tarian” Di Malaysia

Memang Isabella Sudah Berlalu
Ternyata Isabella Masih Mendayu
Tapi Isabella Tetap Punyanya Jiran
Bukan Dimiliki Meski Dikomersilkan

Sebenarnya Enak Juga Ke Negeri Jiran
Ingin Kurasakan Harmonis Serumpun Melayu
Meski Misalnya Aku Hanya Seniman
Ingin Kuharmoniskan Di Dalam Lagu

Terlepas Dari Kiprah Siti Nurhaliza
Terlepas Dari Kisahnya Manohara
Indonesia Malaysia Jadi Panas Dan Gerah
Kedamaian Harus Ada Di Jalan Tengah

Sama – Sama Rumpun Melayu
Lebih Enak Ketimuran Di Rindu
Bernyanyi Sepangung Didalam Nada
Berpantun Sebait Didalam Kata

By : Adji

SEMBILU NEGERI MELAYU

( Untuk Buruh Indonesia Di Malaysia )

Ada Sanak Di Negeri Jiran
Membawa Hadir Di Kejauhan
Ada Anak Di Perkampungan
Menyimpan Pisah Di Penantian

Sang Bunda Memeras Keibuan
Menjadi Babu Kekeluargaan
Sang Anak Melepas Keanakan
Dari Waktu Pemeliharaan

Ingat Hari Didalam Do’a
Ingat Waktu Disisa Tenaga
Bagaimana Kabar Anak Tercinta
Sembari Tangan Memegang Kerja

Anak Yang Lucu Di Permainan
Tak Pernah Ragu Di Penantian
Sang Bunda Memang Tak Kelihatan
Karena Tak Tahu Makna Kehilangan

Bila Ada Seekor Merpati
Yang Bisa Membawa Pesan
Jangankan Di Ancam Belati
Semuanya Ingin Dikirimkan

Wahai Anakku Di Seberang
Bundamu Seperti Berperang
Kadang Teriksa Bukan Kepalang
Menabuh Rebana Tak Berdendang

Bunda Terjebak Di Perantauan
Kadang Tersentak Di Pembaringan
Teringat Pulang Di Kemenangan
Tapi Tak Tahu Akhir Perjalanan

Jika Hilang Sentuhan Lembutku
Sebab Tertukar Kekerasan Jadi Babu
Bundamu Tetap Masih Punya Kasih Ibu
Semoga Tak Luntur Tertukar Susu

Habiskan Sepiring Nasi Dari Nenek
Itu Persembahan Sekeping Hati Kakek
Kakek Dan Nenek Satu – Satunya Wakil
Membuktikan Kasih Tuhan Yang Maha Adil

Duduklah Bersama Mereka Di Waktu Sore
Kuatkan Hati Mereka Yang Sudah Senja
Bundamu Tetap Berdo’a Pagi Dan Sore
Supaya Kasih Tuhan Hadir Terus Disana

Bunda Tak Mau Berjanji Untuk Pulang
Meski Hati Terikat Dalam Kenang
Jika Lebaran Bunda Tak Kunjung Datang
Maaf Batinku Terikhlas Kau Pegang

By : Adji
( Puisi Permintaan Sdri. Mawar Putih07 )

Senin, 07 September 2009

SUJUD TERAKHIR

Terbuntu Nalar Memikir-Mu
Terisak Tangis Meratapku
Terbata Ucap Memuja-Mu
Tertatih Langkah Mengejar-Mu

Pelepah Kurma Bergugur Jatuh
Bilah Sukma Bersyukur Sungguh
Belati Raja Menajam Tancap
Hati Sahaja Tertanam Mantap

Kesunyian Malam Heningkan Sibuk
Selimut Gelap Mencegah Pandang
Butiran Bintang Tumpuk – Bertumpuk
Ikut Terlelap Seolah Gampang

Esok Membuka Di Pintu Hari
Meyambut Pagi Di Ketuk Mentari
Masih Tak Puas Diri Berdikari
Mandiri Lagi Bebas Mencari

Secuil Bahagia Serpihan Mimpi
Dimana – Mana Di Kail Lagi
Tak Berumpan Terbilang Percuma
Entah Mengapa Menjadi Kecewa

Masih Tak Jua Datang Bahagia
Diantara Bingung Meraba – Raba
Sangka Dan Terka Di Pagar Kira
Mencari Jalan Salah Melangkah

Bahagia Itu Bukan Dimana
Tak Kemana Meski Dicari
Tuhan Itu Maha Segala
Tak Disangka Pasti Memberi

Ragu Tentang-Nya Harus Dibuang
Kembalikan Arah Lalu Berbalik
Bahagia Dari-Nya Datang Menjelang
Itu Satu – Satunya Jalan Terbaik

Bilapun Usia Terlanjur Uzur
Masih Terbuka Waktu Dan Luang
Sujur Terakhir Di Ujung Umur
Tak Mengapa Bukan Penghalang

Cahaya Dari-Nya Melebihi Surya
Tak Tenggelam Ditelan Malam
Sujud Terakhir Pasti Bermakna
Galilah Makna Yang Paling Terdalam

Hanya Di Dasar Laut Ada Mutiara
Hanya Di Dasar Bumi Ada Permata
Mungkin Di Dasar Hati Ada Rasa
Bawalah Itu Kembali Pada-Nya

By : Adji

BERCAK - BERCAK CINTA

Terjaga Tiba Membuyar Alpa
Tirai Penghijab Luluh Terperanga
Binar Tatap Berpanah Cinta
Belantara Hati Terjamah Rasa

Sesayup Salam Seakan Terhentak
Pengiring Sendu Dada Yang Berdetak
Detak Jantung Bak Menabuh Rebana
Diamku Beku Tercairkan Tinta

Sekilas Pandang Getarkan Rasa
Permata Hati Berkedok Raga
Tulus Hatinya Kalahkan Sutra
Selendang Kasihnya Ulurkan Cinta

Gugahan Kalbu Berbuntut Pesona
Polos Cintamu Merekah Sempurna
Mendayung Mutiara Di Laut Asmara
Kuasa Menolak Berpaling Pun Tanpa

Tangan Mendekap Hati Terbuka
Raihkan Cinta Harap Bersua
Tak Berdaya Dalam Sangka
Apalah Cinta Berbatas Kata

Biar Terlepas Merpati Terbang
Cinta Terbawa Kenang Membayang
Cinta Putih Bernoktahkan Sayang
Hati Bernyanyi Tanpa Berdendang

Terbersik Nada Sejukkan Hati
Illahi Bersikap Teguhkan Diri
Telunjuk Terarah Kaki Berdiri
Langkah Tertata Jalan Meniti

Dia Menangis Aku Pamitan
Cinta Terkikis Kasih Tertekan
Kelak BerhaRap Dekapan Pangeran
S’moga Tercapai Cinta Dan Tujuan

By : Adji

Selasa, 01 September 2009

HATIKU PILIH DIA

Aku sudah cukup berdo'a

Setelah sekian kali aku lalui

Suka duka memelihara cinta

Yang melilit perasaan dan hati



Dia bisa menjadi kakak aku

Yang menuntun dititian luguku

Dia bisa menjadi sahabat aku

Penampung butiran air mataku



Dia diam kalau aku marah

Dia tahu perahuku sedang goyah

Dia seperti air tenang yang menghanyutkan

Diatas air itu ada bunga yg ingin kutaburkan



Dia seperti pohon rindang yang teduh

Yang siap menepis panas ataupun hujan

Ada perlindungan di pohon itu yang tumbuh

Dibawahnya ada permadani yg ingin kualaskan



Dia setia seperti butiran pasir ditepian pantai

Setia jadi saksi datang dan pergi ombak ke lautan

Diatas pasir itu hatiku lebih senang dan damai

Diatas pasir itu namaku dan dia ingin kutuliskan



Kehormatanku dijaga seperti lilin dalam lentera

Dia ingin kehormatanku terlihat meski di kegelapan

Bisa jadi penerang kala kami lupa dan terlena

Dalam lentera itu lilinku rela aku nyalakan



Diantara sekian pria yang bilang naksir

Dari yang ganteng sampe yang paling tajir

Cuma dia yang mampu buat waktuku berharga

Dari mimpi sampai harapan aku tahu nilainya



Diatas air yang tenang

Dibawah pohon yang rindang

Didalam bingkai lentera

Ingin kuhidupkan cinta



Karena hatiku pilih dia . . .



By : Adji

Sabtu, 29 Agustus 2009

SEMESTAKU DI HATI ( 2 )

Kertas Lima Ribu Yang Kuberikan

Diatas Lima Jari Kakek Yang Renta

Ada Berbuah Do’a Penuh Ketulusan

Terdiam Aku Juga Mengaminkannya



Biar Aku Maafkan Janji Tak Tertagih

Biar Menjadi Pemberian Tak Berpamrih

Karena Matahati Tak Perlu Dipagar Mati

Karena Matahari Tak Perlu Disinar Lagi



Akuilah Hatimu Yang Terluka Dan Terberai

Sebab Maaf Itu Bukan Milik Siapa – Siapa

Relakan Air Mata Di “Sapu Tangan” Sehelai

Aku Malu Membawa Lukamu Dihadapan-Nya



Aku Dewasa Karena Luguku Pergi

Kertas Putih Adalah Aku Masih Bayi

Seburuk Itukah Warna Pada Dewasaku

Akankah Aku Putih Atau Menjadi Kelabu



Maafkan Jika Kuberi Bunga Melati

Meski Janjiku Memberi Bunga Sakura

Kau Boleh Kecewa Setelah Aku Memberi

Tapi Aku Memberi Bukan Karena Ada Sakura



Tak Tega Kubiarkan Anak Kucing Terlantar

Meski Kutinggalkan Dengan Hati Bergetar

Ingin Kubawa Pulang Tapi Apalah Daya

Aku Seperti Orang Baik Tak Punya Gaya



Aku Senang Nyanyian Indah Dan Merdu

Tapi Aku Hanya Bisa Bernyanyi Di Kalbu

Sering Aku Malu Mengkritik Yang Berdendang

Karena Bisa Jadi Suara Laguku Malah Sumbang



Ketika Di Bukit Yang Jauh Ada Pondok Kecil

Aku Ingin Kesana Meski Hanya Tuk Sementara

Aku Ingin Merenungi Diriku Yang Juga Kecil

Yang Hidup Di Dunia Hanya Tuk Sementara



Bicara Cinta Adalah Memuliakan Hidup

Sehingga Menjadi Penting Arti Terbuang

Aku Ingin Cinta Yang Tak Pernah Redup

Sampai Kuhargai Cacat Di Setiap Orang



Ingin Kubilang Pada Kekasih Tercinta

Membelah Dadaku Hanya Akan Membunuh Nyawa

Jika Hanya Ingin Aku Membuktikan Rasa Cinta

Aku Rela Meninggalkanmu Asal Kau Bahagia



Aku Ingin Berusaha Tetap Bersyukur

Meski Atas Nikmat Milik Orang Lain

Tuhan Maha Pengasih Yang Ingin Aku Ukur

Bahwa Dia Masih Memberi Pada Yang Lain



By : Adji

Rabu, 12 Agustus 2009

ANTARA 17 AGUSTUS ATAU 64 TAHUN

17 Agustus
Bukan Tanggal Milik Seseorang
Bukan Sekedar Hari Mengenang
Memang Tanggal Lahir Cinta Laura
Memang Tanggal Indonesia Merdeka

64 Tahun
Bukan Sekedar Usia Dewasa
Bukan Cuma Berapa Lama Ada
Mungkin Usia Nenek Di Jalanan
Memang Lamanya Kemerdekaan

Ketika 17 Agustus Datang
Dan Merah Putih Naik Tiang
Apalagi Makna Untuk Juang
Nilai Apa Kita Jadi Senang

Bagi Ulang Tahun Pribadi
Sebandingkah Ibu Pertiwi
Bagi Nenek Tua Dijalanan
Merdeka Tetap Perjuangan

Merdeka Itu Seperti Burung Di Udara
Bukan Saja Ia Tak Didalam Sangkar
Bebasnya Juga Tak Punya Angkara
Tak Jadi Ancaman Untuk Menghajar

Musuh Sudah Dikalahkan
Sudah 64 Tahun Yang Lalu
Kenapa Nenek Masih Butuh Perjuangan
Benarkah Indonesia Damai Didalam Kalbu

Siapakah Musuh Sang Nenek Tua
Samakah Seperti Musuh Negara
Untung Musuh Nenek Bukan Negara
Nenek Masih Bangga Jadi Indonesia

Nenek Mungkin Bilang Pada Anak Bangsa
Merdeka Pertama Kali Beda Merdeka Sekarang
Merdeka Kali Ini Ada Musuh Tapi Berbeda
Merdeka Dulu Musuhnya Di Negeri Seberang

Lantas Merdeka Cuma Mengenang Pahlawan
Bisakah Alam Merdeka Mencipta Pahlawan
Karena Merdeka Kali Ini Masih Perlu Perjuangan
Merdeka Kali Ini Masih Ada Bom Diletuskan

Kenapa Menghancurkan Musuh Tak Sama
Jika Dalam Perang Siapakah Jadi Pengkhianat
Kenapa Ada Tak Kebagian Makan Bagi Si Papa
Adakah Makanan Di Alam Merdeka Penuh Lalat

Merdeka Dulu Tangisannya Cuma Satu Alasan
Merdeka Kali Ini Tangisannya Berbagai Alasan
Merdeka Dulu Darah Mengalir Untuk Satu Kematian
Merdeka Kali Ini Darah Mengalir Berbagai Kematian

Merdeka Dulu Siapa Yang Mati Jadi Pahlawan
Merdeka Kali Ini Siapa Yang Mati Entah Jadi Apaan
Dulu Cuma Satu Jenis Perjuangan
Sekarang Makin Banyak Jenis Peperangan

Boleh Mengenang Kemerdekaan
Boleh Saja Menikmati Kemerdekaan
Tapi Antara 17 Agustus Atau 64 Tahun
Adakah Waktu – Waktu Indah Setahun

Nenek, Maaf Jika Ultahmu Masih Ada Yang Mati Sia - Sia

By : Adji

Senin, 10 Agustus 2009

AKU LELAKI BER-AIR MATA

Ternyata
Bukan Cuma Wanita Berhati
Sebenarnya
Didalam Dadaku Ada Hati

Tidak Selamanya
Air Mata Wanita Yang Bening
Tidak Selamanya
Air Mataku Menjadi Kering

Ternyata
Bukan Cuma Wanita Kecewa
Sebenarnya
Didalam Dadaku Bisa Luka

Wanita Itu Seperti Malam
Hanyakah Malam Bergerimis
Meski Aku Bukan Malam
Siangpun Bisa Bergerimis

Tuhan Maha Adil
Air Mataku Bisa Untuk-Nya
Dan Bagi Ratu Adil
Air Mata Bukan Milik Wanita

Jika Dadaku Dibelah
Buah Hatiku Sama
Sama Warnanya Merah
Sama Punya Rasa

Aku Memang Harus Tegar
Memupuk Jiwa Yang Besar
Tapi Tak Bisa Kutinggalkan Air Mata
Apalagi Aku Ganti Air Mata Buaya

Bagaimana Air Mata Wanita Berarti
Kalau Air Mataku Tak Punya Arti
Setegar Apapun Kumenjaga Hati
Masih Tersentuh Tangisan Bayi

Semua Lautan Asmara
Tetap Berasa Asin
Hanya Di Pondok – Pondok Cinta
Yang Tak Semua Pakai Lilin

Artinya Disemua Cinta
Ada Rasa Yang Sama
Tinggal Apa Penerangnya
Lebih Terang Lebih Jelas Air Mata

Jika Siangku Ada Hakikat Mentari
Maka Malamku Ada Hakikat Purnama
Aku Harus Punya Ketegaran Hati
Tapi Mataku Bisa Berkaca – Kaca

Aku Butuh Malam Untuk Beristirahat
Ijinkanlah Saat Itu Air Mataku Hadir
Tuk Kurenungkan Siang Yang Lewat
Ku Janji Mengapus Air Mata Sebelum Tabir

By : Adji

CINTA “APA ADANYA” ( 2 )

Hati Cuma Ada Satu
Cinta Cuma Ada Satu
Coba Jawab Satu Tanya
Apa Satu Arti Cinta

Setelah Air Mata Jatuh
Cukupkah Kita Paham
Setelah Hati Luluh
Sudahkah Kita Tentram

Pernahkah Arti Tulus
Ada Bermakna Halus
Hingga Tidak Teraba
Meski Dalam Terasa

Kenapa Harus Ada Setia
Kanapa Diminta Sayang
Kenapa Harus Curiga
Kenapa Selalu Dikenang

Siapa Yang Mencinta
Adakah Dia Si Pandai
Siapa Yang Berbunga
Apakah Dia Aduhai

Aku Bukan Si Pandai
Aku Bukan Si Aduhai
Cintai Aku Apa Adanya
Sayangku Apa Adanya

Aku Tak Ingin Curiga
Setiamu Tak Banyak Arti
Cintaku Apa Adanya
Kuyakin Engkau Kembali

Air Mataku Bisa Jatuh
Cintaku Apa Adanya
Hatiku Bisa Luluh
Tentramku Untuk Kita

Aku Ingin Disayang
Cintaku Apa Adanya
Kau Selalu Kukenang
Ingatku Dalam Setia

Hatiku Halus
Inginku Tulus
Artinya Terasa
Halus Terbaca

Bilang Sayang Padaku
Tapi Jangan Banyak Makna
Hatimu Cuma Ada Satu
Sayangmu Tak Bisa Ganda

Bilang Cinta Padaku
Tapi Jangan Banyak Makna
Hatiku Cuma Ada Satu
Cintai Aku Apa Adanya

By : Adji

Jumat, 07 Agustus 2009

PERGI TAK SELALU HILANG

( Mengantar Kepergian Seniman )

Ada Gerak Manis Tangan Dan Jari
Bermain Cantik Diantara Warna – Warni
Melahirkan Nama Harum Sang Affandi
Memuliakan Warna Didalam Seni

Ada Gerak Manis Tangan Dan Pena
Bermain Indah Diantara Kata – Kata
Melahirkan Nama Harum WS Rendra
Memuliakan Kata Didalam Sastra

Mereka Terlahir Untuk Mencipta
Karena Terlatih Mengunyah Rasa
Setelah Matang Merebus Karsa
Dan Kenyang “Makan Garam” Jiwa

Mereka Tidak Terlahir Abadi
Jika Yang Bicara Adalah Usia
Tapi Mereka Akan Tercipta Abadi
Jika Yang Menjawab Adalah Karya

Tak Berarti Siang Dan Malam Di Karya Mereka
Karyanya Lahir Melintasi Mentari Dan Purnama
Ada Satu Karya Dikandung Di Janin Kebenaran
Setelah Kebenaran Tewas Diselimuti Kegelapan

Karya Mereka Menjadi Matahari Yang Kedua
Bekalnya Hanya Puing – Puing Yang Tersisa
Cara Mereka Manis Meski Ditebus Berbeda
Jawaban Ketika Kita Tak Mampu Bertanya

Hari Ini Tidak Pernah Menagih Masa Lalu
Kenapa Yang Dulu Tidak Bilang Akan Pergi
Pujangga Lama Tak Marah Pujangga Baru
Yang Kini Lahir Melebihi Arti Mengganti

Jangan Pernah Salahkan Buya Hamka
Atau Menyakiti Sang Kahlil Gibran
Telah Dalam Duka Mereka Bersuka
Untuk Meninggalkan Sebuah Kenangan

Percayalah
Mereka Tak Minta Dihargai
Mereka Telah Berbuat Dengan Pasrah
Mereka Yakin Menunjuk Bukan Jalan Mati

Sehingga Kita Telah Membuktikan
Siapa Yang Lahir Melebihi Kandungan Ibu
Mati Adalah Tanda Keterbatasan
Karya Mereka Seakan Menggenggam waktu

Kini Masih Ada Pujangga Dunia Sastra
Yang Inginkan Tumpahan Tinta Kalian
Bahkan Ingin Ditangkap Saat Waktunya
Untuk Dipakai Menulis Di Masa Depan

Mbah Surip Menggunakan Tumpahan Waktu
Yang Terisa Untuk Berbuat Tak Menunggu
Kenapa Kita Masih Berkarya Dalam Ragu
Haruskan Perlu Ku Gendong Menuju Suksesmu

Karena Pergi Tak Selalu Hilang . . .

By : Adji

Senin, 03 Agustus 2009

SEMESTAKU DI HATI

Sepenggal Rela Kubagi Dua
Asal Sejengkal Takkan Kemana
Segenggam Bisa Kubungkus Dua
Asal Yang Kubagi Masih Setia

Antara Semalam Dan Hari Ini
Tak Ada Kisah Sesingkat Pagi
Biar Kau Tidur Didalam Mimpi
Jangan Terbangun Untuk Berjanji

Setinggi Mercusuar Di Tepi Pantai
Sudah Kuteriakkan Gelora Hatiku
Biarlah Terbawa Angin Melambai
Dan Menyatu Ditiap Layar Perahu

Bersama Sebatang Pohon Cemara
Sudah Kutulis Nama Aku Dan Dia
Pohon Itu Memang Saksi Yang Diam
Tapi Dijamin Ada Siang Dan Malam

Tetap Kusisakan Lembaran Dalam Diary
Meski Puisi Yang Kutulis Ada Seribu
Tuk Menjaga Ketiadaan Kisah Dari Pergi
Yang Aku Maniskan Dengan Tinta Biru

Relakanlah Layang – Layang Putih
Aku Terbangkan Dengan Benang Yang Putus
Dia Hendak Melengkapi Sketsa Awan Putih
Untuk Melukiskan Putih Cinta Yang Tulus

Aku Berani Menanam Bunga Dikejauhan
Bahkan Aku Pilih Diatas Bukit Yang Terjal
Dari Jauh Bunga Itu Menjadi Pemandangan
Indah Dilukiskan Diatas Kanvas Yang Tebal

Aku Selalu Mengenang Suara Tawamu
Bukan Mendustakan Semua Air Matamu
Supaya Aku Bisa Cepat Untuk Menerka
Mana Kamu Diantara Wanita Yang Bahagia

Dan Air Matamu Yang Tidak Kudustakan
Janganlah Diantara Wanita Kau Tumpahkan
Jika Hanya Terman Curhatmu Dalam Kesedihan
Hatiku Bisa Mendengarmu Meski Dikeramaian

Semalam Aku Bilang Pada Bintang
Aku Takkan Mengambilmu Ke Bumi
Tapi Sinari Aku Dan Dia Dengan Terang
Ketika Dibawahmu Aku Dan Dia Menari

Kekasih Bila Kau Ingin Hidup Dicintaku
Sayangilah Alam Dan Kemesraan Dunia
Sebab Ada Semesta Didalam Hatiku
Tempat Aku Merindu Dan Mencinta

By : Adji

Minggu, 02 Agustus 2009

CINTA KELUARGANYA IMAN

Darimana Kubelajar Meminta

Sama Ketika Kubelajar Berdo’a

Bagaimana Kubelajar Berharap

Sama Ketika Pada-Nya Kumenghadap



Kemana Lagi Kuberlari

Ketika Patah Dan Luka Di Hati

Kepada-Nya Aku Kembali

Kukembalikan Semua Isi Di Hati



Seperti Ketika Sang Anak Terluka

Kemana Lagi Ia Melepaskan Lara

Kepada Ibundanya Dia Kembali

Menyatakan Air Matanya Punya Arti



Dimana Lagi Rumah Cinta Dibangun

Jika Tanah Berisi Iman Dipenuhi Jurang

Bahkan Dalam Lautan Cinta Yang Luas

Selalu Ada Rasa Takut Terbentur Karang



Apa Artinya Cinta Sejati

Yang Ditemukan Belahan Jiwa

Seribu Puisi Cinta Saja Tak Berarti

Menebus Satu Ayat Dari Kitab-Nya



Bisakah Harapan Cinta Kita Timbun

Bermimpi Saja Kita Masih Terbangun

Jika Umur Manusia Serasa Digantung

Janganlah Heran Cinta Seumur Jagung



Jangan Pernah Menganggap Cinta

Seperti Permata Tidak Bertuan

Hati Tempat Menyayang Dan Bermesra

Seratus Persen Adalah Pemberian-Nya



Itu Saja Manusia Masih Memilah

Tak Semua Orang Senang Melati

Cinta Didada Manusia Kadang Terbelah

Mereka Pilih Siapa Yang Dicintai



Jika Bukan Dengan Iman Pada-Nya

Bagaimana Cinta Didada Bisa Bersemi

Hanya Salju Yang Turun Tanpa Mencela

Jatuh Di Lumpur Atau Di Bunga Ia Jalani



Manusia Bisa Bilang Tidak Ada Rasa Benci

Tapi Dia Bilang Hanya Satu Yang Dicintai

Bagaimana Dia Menyayang Manusia Yang Lain

Maka Hanya Iman Yang Membuatnya Terjalin



Cinta Akan Jadi Keluarga Yang Kecil

Yang Tinggal Di Daerah Terpencil

Iman Membuatnya Banyak Keturunan

Bisa Sayang Kekasih Dan Keturunan



Atau Semua Yang Tercipta Di Dunia

Baik Dalam Diri Atau Yang Diluarnya

Baik Dalam Hidup Atau Dalam Matinya

Cinta Dan Iman Akan Berganti Tuannya



By : Adji

Sabtu, 01 Agustus 2009

CINTA “APA ADANYA”

Aku Ingin Membuktikan Cinta
Cukup Dengan Boneka Yang Kecil
Yang Jadi Tanda Besarnya Rasa
Karena Keluar Dari Hati Yang Kecil

Bukannya Aku Tak Rela Berkorban
Aku Ingin Menikmati Setiap Makna
Kuberi Apa Yang Benar Dibutuhkan
Tapi Akan Kupenuhi Tanpa Diminta

Aku Berusaha Tak Membesarkan Cinta
Untuk Melewati Batasnya Sangkar Hati
Besarnya Cinta Besar Tanggung Jawabnya
Apakah Mungkin Aku Penuhi Dengan Janji

Kadang Aku Takut Untuk Berharap
Karena Bayangnya Adalah Kecewa
Tapi Ingin Kuraih Yang Bisa Kutangkap
Asalkan Aku Yakin Mampun Aku Bawa

Aku Tahu Kata Yang Manis Bisa Merayu
Tapi Apakah Artinya Manis Secawan Madu
Kalau Tidak Pernah Kita Merasakan
Kalau Tidak Bisa Aku Mewujudkan

Tidak Banyak Arti Diriku Untuk Dinilai
Jika Dalam Banyaknya Kata Dan Waktu
Aku Memaknai Cinta Dengan Imajinasi
Jika Tak Berarti Bila Aku Ada Atau Berlalu

Hari Ini Aku Bisa Bilang Sayang Padanya
Mestinya Aku Harus Bersatu Dengan Dia
Bilapun Ada Jarak Yang Memberikan Sela
Bisakah Dia Berdo’a Untukku Tanpa Diminta

Aku Tak Ingin Dia Pertanyakan Setiaku
Kuingin Ketenangan Hatinya Dalam Langkahku
Hingga Kemanapun Bayangku Jauh Pergi
Seakan Ada Jalinan Kuat Yang Terikat Tali

Biarlah Semakin Panjang Perjalananku
Semakin Panjang Pula Tali Yang Terulur
Dengan Sendirinya Makin Berat Langkahku
Beratnya Tali Menjadi Rindu Yang Terukur

Hingga Memang Aku Tak Bisa Menjauh
Karena Kami Memegang Erat Talinya Hati
Dan Tiap Saat Dia Panggil Hati Yang Separuh
Kembalilah Pulang Didalam Rumahnya Hati

Aku Ingin Dia Percaya Bahwa Aku Tulus
Tanpa Menghitung Berapa Yang Kutebus
Karena Aku Bilang Tulus Cuma Satu Arti
Dalam Kesadaran Hati Bukan Mendustai

Hingga Bila Suatu Saat Ada Tali Yang Putus
Harus Ada Kerelaan Hati Yang Memang Tulus
Sebab Tidak Ada Yang Merasa Telah Didustai
Lebih Mudah Melepas Tali Yang Diikat Sendiri

Karena Tali Diikat Sesuai Keinginan
Meski Berakhirnya Tak Sesuai Harapan
Minimal Kita Menerima Cinta “Apa Adanya”
Melepaskannya Juga Harus “Apa Adanya”

By : Adji

Sabtu, 25 Juli 2009

RINDU DIPUCUK CINTA

Mungkin Bukan Lagi Saatnya

Aku Harus Membuktikan Setia

Dan Tidak Ada Lagi Artinya

Aku Akui Rasa Cinta Di Dada



Tapi Masih Ada Kata Hati Merindu

Ingin Aku Wakilkan Di Titipan Salam

Jika Masih Kuteriakkan Cinta Membisu

Masih Lebih Baik Kesunyian Malam



Rinduku Seperti Tetes Air Diujung Daun

Terkumpul Dari Jatuhnya Para Embun

Menjadikan Berarti Daun Dan Helainya

Hanya Terlihat Basah Tapi Ada Airnya



Begitu Pula Percikan Rindu Di Dada

Terkumpul Dari Jatuhnya Rasa

Menjadikan Berartinya Sisa Jiwa

Meski Diam Tapi Ada Geloranya



Aku Tak Menyesali Tetesan Rindu Itu

Juga Tetesan Air Di Ujung Daun Itu

Karena Tak Ada Arti Lagi Aku Menahan

Biarkan Rindu Ini Keluar Asalkan Bertuan



Bisa Jadi Dari Tiap Tetesannya

Terkumpul Secawan Air Cinta

Untuk Kutukar Bila Aku Dahaga

Juga Menyiram Amarah Dan Murka



Yang Pasti Rasa Ini Belum Berujung

Meski Tak Tahu Apakah Bersambung

Kupilih Kumerindu Daripada Kecewa

Memang Nadanya Sendu Tapi Berirama



Mungkin Ini Namanya Sebuah Cinta Abadi

Dia Takkan Berbatas Meski Aku Menunggu

Dia Lahir Dan Tumbuh Untuk Sebuah Arti

Kumekar Rasa Sayang Dari Waktu Ke Waktu



Siapapun Pengganti Dirimu Kelak

Aku Takkan Bertanya Kapan Waktunya

Aku Tak Mau Menyangka Dan Menebak

Rinduku Saja Tak Menentu Kapan Waktunya



Ini Hanya Tanda Aku Masih Butuh Seseorang

Melebihi Arti Akan Diriku Yang Sekarang

Cinta Sebelah Hati Memang Tak Berimbang

Sayang Dan Benci Berdinding Setipis Benang



Aku Tak Mau Terjebak Rasa Benci

Karena Gagal Cinta Dari Sebuah Pergi

Biar Rasa Cinta Dimanja Rayuan Rindu

Memberi Manis Penantian Dalam Kalbu



Hanya Pucuk Kembang Yang Bermahkota

Bisa Jadi Ada Pucuk Cinta Yang Terindah

Ketika Pucuk Cinta Jadi Awal Yang Bahagia

Akan Terbawa Sampai Diakhirnya Kisah



Semoga . . .



By : Adji

Senin, 20 Juli 2009

CINTA ( Antara Subjek Dan Objek )

Aku Ingin Melihat Cinta

Bagaimana Dia Jadi Subjek

Aku Mau Menilai Cinta

Bilamana Dia Jadi Objek



Ada Perumpamaan Kecil

Mungkin Ada Makna Secuil

Untuk Memahami Cinta

Bagaimana Kita Memakainya



Cinta Diandaikan Tertarik Dan Suka

Dan Kita Tertarik Warna Biru Muda

Terlepas Warna Biru Muda Ada Dimana

Dan Warna Biru Muda Pada Benda Apa



Asal Dia Berwarna Biru Muda

Pastinya Kita Tertarik Dan Suka

Jika Ada Seratus Benda Biru Muda

Mungkin Ada Seratus Rasa Dan Suka



Karena Utamanya Adalah Biru Muda

Bukan Melihat Jumlah Angka Benda

Meski Seratus Benda Itu Biru Muda

Yang Utamanya Tetap Pada Biru Muda



Artinya Biru Muda Adalah Subjek

Sedangkan Benda Adalah Objek

Biru Muda Tak Dibatasi Adanya Benda

Tanpa Bendapun Biru Muda Tetap Ada



Sekarang Bagaimana Cinta Jadi Subjek

Ketika Kita Tertarik Seseorang Yang Baik

Karena Cinta Di Hati Kita Bukanlah Objek

Siapapun Dia Pasti Kita Merasa Simpatik



Orang Baik Hanya Menjadi Objek

Sedangkan Cinta Menjadi Subjek

Jika Tidak Ada Orang Baik Tetap Ada Cinta

Atau Kitalah Yang Jadi Orang Baik Dengan Cinta



Karena Kita Tertarik Dan Suka Kebaikan

Dan Kebaikan Jadi Subjek Karena Cinta

Dimanapun Dan Kapanpun Kita Dibutuhkan

Berbuatlah Kebaikan Untuk Dan Atas Nama Cinta



Satu Lagi Perumpamaan Kecil

Yang Mungkin Ada Makna Secuil

Untuk Memahami Cinta

Bagaimana Kita Memakainya



Jika Cinta Menjadi Subjek

Sedengkan Kekasih Jadi Objek

Mestinya Siapapun Dia

Kita Tetap Sayang Dan Cinta



Atau Bahkan Ada Dia Atau Tidak

Atau Bahkan Bahagia Atau Tidak

Kita Tetap Punya Sayang Dan Cinta

Karena Cinta Tak Hilang Karenanya



Tapi Apa Yang Terjadi

Diantara Beberapa Bukti

Ada Seorang Yang Patah Hati

Dia Merasa Tak Lagi Punya Hati



Karena Sedemikian Kecewa

Dia Merasa Sudah Mati Rasa

Dia Anggap Cintanya Sudah Tak Ada

Dibawa Kekasih Yang Pergi Darinya



Dia Menjadikan Kekasih Sebagai Subjek

Sedangkan Cinta Dihatinya Hanya Objek

Jika Tidak Ada Lagi Kekasih Dalam Hatinya

Maka Habis Sudah Rasa Sayang Dan Cinta



Akhirnya Semua Terpulang Pada Diri

Bahwa Semua Arti Cara Kita Memiliki

Didahului Sebuah Arti Cara Mencintai

Masih Adakah Subjek Cinta Dalam Diri



Cinta Akan Tetap Hidup Dalam Hati

Entah Dia Pernah Patah Atau Dilukai

Jangan Pernah Membunuh Cinta Hakiki

Apalagi Menggantinya Dengan Benci



Cukuplah Air Mata Yang Jadi Penebus

Merelakan Kepergiannya Dengan Tulus

Meskipun Kini Kita Tak Miliki Apa – Apa

Masih Ada Bekal Cinta Yang Tetap Tersisa



Siapa Tahu Besok Hari Ataupun Lusa

Masih Ada Petunjuk Datang Dari-Nya

Sebab Hati Kita Masih Terbuka

Menerima Kehidupan Dengan Cinta



Pahit Dan Manis Itu Problemantika

Datang Dan Pergi Seperti Jalan Roda

Kupu – Kupu Mati Masih Ada Kepompong

Tuhan Masih Senang Disebut Maha Penolong



By : Adji

Kamis, 16 Juli 2009

MELUKIS DIRI

Ada Lembah Dan Ngarai
Dengan Jalan Yang Landai
Aku Sudah Melewatinya
Aku Senang Dan Bahagia

Ada Lekuk – Lekuk Bumi
Bukti Yang Dibentuk Illahi
Aku Terpaksa Melewatinya
Dengan Tenaga Apa Adanya

Aku Tak Takut Bilang Pernah Patah Hati
Jika Didalam Cinta Memang Aku Kecewa
Aku Tak Ragu Bilang Pernah Mencintai
Yang Sempat Terjalin Disimpul Asmara

Aku Tak Takut Bilang Pernah Berdosa
Jika Dalam Saat Dan Waktu Aku Terlena
Melalaikan Wahyu Yang Turun Di Dunia
Ada Sujudku Yang Telah Rebah Sia – Sia

Sekarang Aku Dewasa Dengan Sedikit Ilmu
Yang Kupakai Menapis Butiran Arti Bijak
Tapi Aku Ingat Kebesaran Arti Kasih Ibu
Yang Tak Kuasa Kulukiskan Dalam Sajak

Aku Memang Sudah Mencoba Memberi
Membelah Nikmat Antara Satu Dan Dua
Kugali Harapan Yang Kutimbun Mimpi
Dan Mencabut Akar Ego Ke Pelepah Sukma

Karena Biji – Biji Buah Yang T’lah Jatuh
Mencipta Generasi Hingga Yang Ketujuh
Begitulah Kutitip Nikmat Pada Yang Papa
Menggugah Titipan Yang Dikirim Dari-Nya

Ada Ketegaran Alif Di Ayat – Ayatnya
Yang Sempat Kubaca Terbata – Bata
Pernah Membuat Aku Teringat Kala Alpa
Bersimpuh Dengan Angka Nol Pun Ku Rela

Hari Ini Aku Masih Tak Mampu Bersumpah
Aku Takut Menjamin Detik – Deik Yang Berubah
Ada Waktu Aku Tak Mampu Menahan Air Mata
Kutepis Dengan Sapu Tangan Bahagia Atau Luka

Dua Sapu Tangan Ini Penampung Segalanya
Air Mata Jiwa Ataupun Air Mata Buaya
Aku Pernah Munafik Menjadi Seorang Pria
Aku Pernah Menarik Menjadi Seorang Jejaka

Pernah Aku Bertanya Saat Termenung
Kenapa Aku Tak Tercipta Sebagai Burung
Dengan Sayap Aku Banyak Menyapa Bunga Dan Ranting
Dengan Terbang Kusiap Jemput Syukur Meski Di Tebing

Tapi Sekarang Aku Menjadi Setengah Pujangga
Hingga Kubisa Menuangkan Setengah Jiwa
Diwakilkan Kata – Kata Yang Puitis
Cukuplah Dengan Ini Diriku Kulukis

By : Adji

Senin, 13 Juli 2009

HANYA SEKEDAR SUKA

Sesuatu Darinya Yang Selalu Kuingat
Yaitu Senyum Manisnya Yang Hangat
Hingga Buat Aku Senyum Sesekali
Dimanapun Senyumnya Aku Ingati

Ketika Aku Mulai Menghayalkan Dia
Aku Mau Mulai Dengan Senyumnya
Memang Terbayang Jelas Manis Senyumnya
Hingga Getar Hatiku Selalu Terselip Bahagia

Bukan Saja Senyumnya Menawan
Tatapan Matanya Juga Mempesona
Aku Selalu Menangkap Kemenangan
Ada Hati Yang Terbuka Untuk Cinta

Ibarat Turunya Butir – Butir Salju
Tak Perlu Kuraih Tapi Jatuh Di Tanganku
Seakan Dia Bilang Cintai Dan Sayangi Aku
Akupun Tak Menjawab Seraya Terpaku

Tapi Aku Takut Mencintainya
Bukan Karena Takut Ditolaknya
Aku Takut Tak Mampu Buat Dia Bahagia
Hingga Seluruh Hatinya Diselumuti Kecewa

Biarlah Cintaku Dan Cintanya
Bersermi Pada Jarak Dan Sela
Ibarat Bunga Di Taman Berbeda
Kami Saling Memuja Tapi Saling Terjaga

Aku Tak Mungkin Akan Menyentuhnya
Apalagi Khawatir Akan Memetiknya
Meski Tiap Saat Kuikuti Irama Hatinya
Hingga Kurekam Dalam Benak Dan Jiwa

Diapun Tahu Aku Selalu Menunda
Meski Dia Berharap Aku Mencoba
Katakanlah Cinta Ini Apa Adanya
Buktikan Pada Semua Dan Dunia

Sayangnya Hatiku Tak Sebesar Cintaku
Terlalu Manja Aku Mendayungkan Kalbu
Terlena Ketenangan Buih Pada Jalannya Perahu
Hingga Lupa Bentangkan Layar Terbaikku

Meski Dia Siap Bersamaku Apa Adanya
Dia Tak Menangih Dan Banyak Meminta
Akupun Tak Perlu Berjanji Dan Memuja
Ikatkan Tali Cinta Dalam Simpul Sederhana

Ternyata Aku Hanya Sekedar Suka
Tanpa Tau Judul Dan Penutup Cerita
Meski Inti Kisahnya Telah Tersingkap
Seakan – Akan Cinta Ini Sudah Lengkap

Semoga Suatu Saat Tiba Pangerannya
Memetik Bagian Terindah Bunganya
Kurelakan Kebersamaan Yang Indah Ini
Kutegakan Sedihku Meski Tersembunyi

Aku Tidak Menyesali Ikatan Rasa Ini
Simpulnya Cuma Terikat Dalam Bayang
Memang Betul Cinta Tak Harus Memiliki
Biarlah Menjadi Kenang Dimasa Datang

Mungkin Tak Sempat Kulihat Kau Menangis
Dibelakangku Kau Memang Tak Merelakan
Cobalah Kau Renungkan Kasihku Yang Manis
Air Matamu Hanyalah Tertundanya Kemenangan

Bila Dengan Cinta Aku Memilihmu
Cukuplah Dengan Cinta Aku Melepasmu
Caramu Mencintaiku Adalah Istimewamu
Maka Maafkanlah Cintaku . . .

By : Adji

Rabu, 08 Juli 2009

SESAL DITENGAH HARAP

Terlahir Rasa Bergelut Tanya
Berderet Cita Menyusul Sapa
Dibalik Senyum Berselimut Duka
Berakhir Segala Terpukul Jiwa

Telah Terbuka Dibilik Sukma
Terketuk Harap Disentuh Cinta
Bahagia Meluap Khilaf Bertingkah
Tidak Disangka Dirinya Terluka

Ditengah Harap Merakit Bahagia
Laksana Bintang Terjangkau Tangan
Salah Sekejap Dirinya Terluka
Kenapa Bimbang Menghalau Jalan

Ingin Kuulang Kisah Asmara
Ingin Kubuang Salah Dan Dosa
Kutahu Hatinya Selembut Sutra
Putih Jiwanya Seputih Mutiara

Tapi Peraduan Cintanya Terkunci
Pintu Maafnya Bertirai Bertali
Meski Dirinya Selayak Bidadari
Meski Kasihnya Tulus Dan Suci

Bila Jalan Memalingkan Rasa
Bekal Harapan Terlepas Percuma
Dia Bertahan Berpalingkan Suka
Menyesal Diriku Jelas Terasa

Harapan Yang Menarik Impian
Sesal Yang Berteman Kesalahan
Tak Lagi Cinta Yang Kuharapkan
Selain Maaf Yang Kudambakan

Kututup Kisah Sesingkat Pagi
Mentari Yang Tak Sempat Kuintip
Biar Kukaburkan Buaian Mimpi
Silau Mataku Biarlah Kuberkedip

Indah Dunia Dan Indahnya Cinta
Kumelihatnya Sekali Dua Kali
Tak Kutimbang Sehati Dua Cinta
Cukuplah Kusesali Hanya Sekali

Maaf Terucap Ditengah Sikapmu
Dendam Mereda Menyuci Jiwa
Sesal Yang Tertancap Dijiwaku
Kupadamkan Dengan Kunci Lupa

By : Adji

Sabtu, 04 Juli 2009

PEMIMPIN, AMINKAN DO’AKU

Ada Rajawali Ada Perkutut
Ada Raja Ada Pengikut
Pemimpin Bijak Rakyat Menurut
Pemimpin Curang Rakyak Menuntut

Dalam Hukum Agama
Yang Bijak Jadi Pemimpin
Dalam Hukum Cinta
Yang Pria Jadi Pemimpin

Dalam Hukum Rimba
Yang Kuat Jadi Pemimpin
Dalam Hukum Negara
Siapa Yang Jadi Pemimpin

Kita Tidak Pernah Mengetahui
Dalam Hukum Negara
Saat Pilih Siapa Yang Diikuti
Ini Bahagia Atau Duka

Meski Ada Pesta Yang Dirayakan
Yakni Sebuah Pesta Demokrasi
Meski Yang Dipilih Buang Kekayaan
Untuk Menopang Suaranya Nanti

Bisakah Sama Seperti Hukum Agama
Ketika Seseorang Dipercaya Jadi Nabi
Meski Dia Hidup Miskin Tanpa Harta
Tapi Punya Amal Mulia Dan Berbudi

Bisakah Sama Dengan Hukum Cinta
Ketika Memilih Pasangan Jiwa
Meski Tanpa Ada Perayaan Pesta
Bisa Terasa Senang Dan Bahagia

Ataukah Akan Seperti Hukum Rimba
Jika Kuat Maka Dia Mutlak Penguasa
Rakyatnya Seperti Anak – Anak Tangga
Diinjak Untuk Menuju Singgasananya

Sekarang Tak Ada Lagi Yang Jadi Nabi
Mungkin Masih Ada Cinta Sebelah Hati
Hukum Rimba Mungkin Hanya Di Hutan
Bisakah Negara Punya Pemimpin Impian

Yang Selalu Diharapkan Setiap Saat
Menjadi Penolong Bagi Semua Rakyat
Tak Memandang Yang Kaya Dan Melarat
Yang Sadar Posisinya Adalah Amanat

Dia Harus Tahu Dia Itu Diminta Memimpin
Gerbong Kereta Tak Mungkin Jalan Sendiri
Benang Tanpa Jarum Tak Bisa Menjahit Kain
Bisakah Do’aku Pemimpin Yang Mengamini

By : Adji

Rabu, 01 Juli 2009

BILANG DULU SAMA MERPATIKU

Jika Benar Kau Kangen Padaku

Bilang Dulu Sama Merpatiku

Sebab Kemanapun Dia Terbang

Padanya Kutitip Rindu Melayang



Jika Benar Kau Tak Menyakitiku

Bilang Dulu Sama Merpatiku

Sebab Kamanapun Dia Berada

Padanya Kutitip Bahagia Dan Duka



Jika Benar Kau Setia Padaku

Bilang Dulu Sama Merpatiku

Sebab Kemanapun Dia Pergi

Hanya Dia Yang Pasti Kembali



Jika Kau Terima Aku Apa Adanya

Bilang Dulu Sama Merpatiku

Karena Yang Mampu Kuberi Padanya

Selalu Diterima Dan Tak Mengadu



Jika Benar Aku Terima Cintamu

Tanya Dulu Sama Merpatiku

Maukah Dia Bertengger Dibahumu

Artinya Kurela Bersandar Padamu



Jika Tak Yakin Hatiku Terbuka

Tanya Dulu Sama Merpatiku

Kenapa Bisa Terbang Sesukanya

Sangkarnya Tak Ditutup Olehku



Jika Tak Yakin Aku Masih Sendiri

Tanya Dulu Sama Merpatiku

Kenapa Dia Masih Saja Sendiri

Kenapa Cuma Satu Merpatiku



Tapi Merpatiku Bukanlah Segalanya

Hakikat Cintaku Memang Bermula Darinya

Bagaimana Kumaknai Berbagi Dan Merasa

Sepenggal – Sepenggal Terwakil Padanya



By : Adji

Rabu, 10 Juni 2009

DIMANA SUARA HATIKU

Tik . . . Tik . . . Tik
Itulah Suara Detik Jarum Jam
Cik . . . Cik . . . Cik
Itulah Gemercik Air Di Kolam

Ting . . . Ting . . . Ting
Aku Senang Bel – Bel Kecil Berdenting
Wusss . . . Wusss . . . Wusss
Aku Senang Angin Lembut Berhembus

Tapi . . .
Bagaimakah Suara Hatiku
Lagi . . .
Mestinya Aku Tak Lupa Itu

Mungkinkah Semerdu Kicauan Burung
Atau Seperti Gemuruh Letusan Gunung
Aku Coba Bediam Diri Dan Termenung
Ingin Kutangkap Suara Hati Terselubung

Tak Bisa Kugunakan Telinga Kanan Kiri
Ataupun Kuandalkan Otak Kanan Kiri
Harus Kudapati Dimanakah Suara Hati
Setelah Itu Mestinya Juga Aku Dengari

Suara Mulutku Sering Terpaksa Berdusta
Ketika Aku Pertahankan Nafsu Dan Goda
Aku Bertingkah Menahan Nilai Dan Norma
Dengan Pikiran Subyektif Semau Aku Suka

Pernahkah Jarum Jam Berdusta
Mengatakan Waktu Yang Dilaluinya
Pernahkah Gemercik Air Berbohong
Mendustai Hakikatnya Pada Kecebong

Pun Aku Harus Belajar Pada Bel Berdenting
Dia Berbunyi Karena Memang Ada Getaran
Tak Memandang Apakah Suaranya Penting
Karena Suaranya Tak Jadi Keras Lewat Pujian

Tapi Aku Berkata Walau Tak Mesti Berucap
Dan Aku Berjanji Dan Ingkar Cuma Sekejap
Aku Tak Sempat Dengar Suara Hati Terdalam
Akibatnya Nilai Minus Membuatku Tenggelam

Berjanji Tak Mesti Harus Dengan Sebuah Ikrar
Ketika Aku Merasa Diri Ini Selalu Yang Benar
Dan Ada Keteguhan Hati Yang Masih Longgar
Aku Ingkari Diri Sendiri Yang Merasa Benar

Kini Kudapat Cara Menangkap Suara Hati
Yang Telah Lama Aku Bingung Mencari
Kupelajari Ketika Orang Lain Berbuat Sepertiku
Meski Aku Menilai Dia Dengan Semua Egoku

Aku Melihat Jelas Orang Lain Itu Sudah Salah
Mereka Melayang Dengan Sayap Yang Patah
Mereka Sudah Merasa Tinggi Sampai Ke Bintang
Kulihat Jelas Kepalsuannya Dibayang Air Tenang

Kusadari Salahnya Orang Dari Tiap Tatapanku
Barangkali Begitu Orang Menilai Semua Diriku
Air Yang Tenang Juga Berkata Jujur Soal Diriku
Lihatkah Dirimu Sendiri Yang Juga Seperti Itu

Kutangkap Suara Hati Dengan Rasa Bersalah
Pahit Bagi Orang Lain Jadi Pahit Bagi Saya
Hakimi Dosa Sendiri Antara Benar Dan Salah
Itulah Saat Suara Hati Terdengar Sempurna

Akhirnya Suara Hati Lahir Bukan Dengan Kata
Dia Utuh Ketika Diwakilkan Lewat Air Mata
Sembari Dipayungi Semua Kesejukan Rasa
Dan Bersemayam Dalam Keheningan Suasana

Ternyata Suara Hatiku Telah Banyak Menangis
Kecewa Dengan Kesalahan Yang Tak Kutangkis
Padahal Suara Hatiku Sudah Menjerit Histeris
Ternyata Tuhan Punya Cara Yang Lebih Manis

JIKA KEBENARAN KALAH DIPERMULAAN, DIA PASTI AKAN MENANG DI PENGHUJUNG

By : Adji

Senin, 08 Juni 2009

TELAGA CINTA

Memang Ini Bukan Cuma Sekilas

Ternyata Ini Tidak Hanya Sepintas

Setelah Telaga Cinta Kita Terisi Air

Terus Saja Ada Rasa Yang Mengalir



Memang Aku Tak Kuasa

Membunuh Sepasang Ikan Disana

Memang Aku Tak Bisa

Memisahkan Sepasang Teratai Disana



Sepasang Ikan Itu Menjadi Saksi

Telaga Cinta Masih Terjaga Untukmu

Sepasang Teratai Itu Menjadi Bukti

Telaga Cinta Masih Setia Menunggu



Aku Takut Ikan Itu Punya Keturunan

Aku Takut Teratai Itu Punya Anakan

Sebab Tak Ada Engkau Tuk Menyaksikan

Harapan Cinta Kita Yang Jadi Kenyataan



Memang Airnya Pernah Jadi Keruh

Ketika Aku Memang Sedang Rapuh

Kala Itu Engkau Pun Merasa T’lah Jatuh

Hingga Engkau Pergi Untuk Menjauh



Memang Telaga Cinta Kita Tak Berpagar

Yang Menghalau Rindu Yang Terpancar

Tapi Akibatnya Tak Ada Yang Menahan

Meskipun Engkau Pergi Perlahan – Lahan



Aku Tahu Langkah Pergimu Memang Berat

Setengah Hatimu Ada Janji Yang Melekat

Yang Kau Ucap Saat Melepaskan Ikan

Seluruh Isi Hatimu Engkau Serahkan



Itulah Yang Kupinta Jika Cintaku Diterima

Lepaskanlah Ikan Ini Atas Nama Cinta Kita

Dan Aku Tambahkan Teratai Untuk Menjaga

Tempat Berteduhnya Ikan Dari Segala Cuaca



Tinggal Aku Sendiri Menyaksikan Telaga Ini

Bagaimana Ikan Yang Masih Terus Saja Menari

Dan Teratai Yang Ditiup Angin Kesana Kemari

Juga Gemercik Air Pancuran Yang Menyanyi



Kemanakah Kau Kekasih Yang Aku Cintai

Kuingin Suasana Damai Hatimu Kutemani

Duduk Dan Bersandarlah Disampingku

Bersamaku Di Telaga Cinta Yang Syahdu



Bila Perlu Kutanam Barisan Bunga Ditepiannya

Supaya Ada Sekumpulan Kupu – Kupu Diatasnya

Tempat Anak Kita Berlari Dan Bermain Gembira

Menangkap Kupu – Kupu Yang Selalu Dikejarnya



Itu Adalah Harapan Yang Tak Sempat Kubilang

Karena Sekian Perasaan Yang Sudah Terbuang

Aku Tak Menyangka Khilafku Berakibat Buruk

Hatimu Yang Lembut Dan Peka Jadi Tertusuk



Semoga Engkau Pergi Hanya Untuk Sementara . . .



By : Adji

Minggu, 31 Mei 2009

HANYA INI CARAKU MENILAIMU

Dara Jelita Berhati Sangat Lembut

Hatinya Semudah Melawan Kabut

Kemanapun Bayu Berseru Lembut

Kesitulah Arah Rasamu Terhanyut



Hatimu Bagai Salju Diatas Bunga Mekar

Bila Salju Mencair Bunga Terlihat Segar

Putih Hatimu Menghias Cinta Yang Mekar

Ketika Hatimu Mencair Cintamu Segar



Sorot Matamu Sangat Mudah Ditafsir

Ketika Ada Seseorang Yang Engkau Taksir

Binar Matamu Ada Serat – Serat Cahaya

Bagai Mentari Bersinar Disela – Sela Mega



Aku Senang Melihatmu Kala Tersipu

Engkau Tertunduk Seperti Putri Malu

Seperti Bunga Yang Tertunduk Kaku

Yang Diatasnya Dihinggap Kupu – Kupu



Aku Senang Melihatmu Berdo’a Bahagia

Kala Kau Mesyukuri Diri Saat Jatuh Cinta

Kau Menengadah Kelangit Dengan Mata Tertutup

Sambil Menangis Memeluk Dada Yang Meletup



Saat Duduk Disampingku Engkau Seperti Melayang

Engkau Seperti Duduk Diatas Awan Dan Bintang

Engkau Seperti Merasa Aku Melihat Semua Hatimu

Sehingga Engkau Tak Mau Berkata Selain Menunggu



Ketika Aku Tersenyum Dan Menyentuh Tanganmu

Engkau Merasa Aku Seperti Menyentuh Isi Hatimu

Sehingga Isi Hatimu Yang Teramat Sangat Lembut

Membuat Engkau Layak Embun Yang Sedang Larut



Menjadi Tetesan Air Jernih Yang Tertampung

Diatas Kelopak Teratai Yang Sedang Terapung

Warnanya Terlihat Jelas Dan Sangat Transparan

Cahaya Hati Dan Matamu Bersinar Gemerlapan



Ingin Kupeluk Engkau Antara Memegang Dan Melepas

Sebab Engaku Lebih Erat Memeluk Aku Didalam Hatimu

Engkau Menerima Pelukanku Dengan Pasrah Melemas

Engkau Sandarkan Jiwa Dan Ragamu Sesuai Harapanmu



Engkau Tahu Damai Cinta Kita Telah Lama Engkau Semai

Engkau Ingin Damaikan Hatimu Dari Gejolak Yang Ramai

Sebab Engaku Lebih Dahulu Memelihara Cinta Dan Asmara

Seluas Hatimu Sampai Sudut Manapun Yang Bisa Berbunga



HANYA INI CARAKU MENILAIMU . . .



By : Adji

Senin, 25 Mei 2009

MALAIKAT CINTA

( Angel Of Love )



Ada Malaikat Untuk Bagian Kebaikan

Ada Malaikat Untuk Bagian Keburukan

Malaikatnya Cinta Siapa Yang Dapat Bagian

Malaikat Kebaikan Atau Malaikat Keburukan



Pastinya Jadi Bagian Malaikat Kebaikan

Dimana – Mana Cinta Bukan Keburukan

Meski Banyak Cinta Berakhir Berantakan

Tanya Saja Pada Manusia Yang Menjalankan



Katanya Dewi Cinta Diharapan Datang Membantu

Ketika Ada Misi Cinta Suci Yang Seakan Terbuntu

Kenapa Kita Lupa Dengan Malaikat Cinta Yang Ada

Memang Tak Pernah Disebutkan Tapi Pasti Dia Ada



Malaikat Bagian Kebaikan Adalah Bagian Diri

Dia Sudah Diciptakan Menjadi Teman Sejati

Ketika Kita Dilahirkan Dalam Dunia Yang Fana Ini

Dia Setia Jadi Bagian Kisah Disemua Lembar Hari



Tak Perlu Menjadi Arjuna Atau Pangeran

Bila Kita Berjuang Atas Nama Kebaikan

Bukan Saja Malaikat Akan Menjadi Teman

Posisi Malaikat Cinta Bisa Dipercayakan



Kalahkan Arjuna Dengan Segala Sosoknya

Patahkan Pangeran Dengan Semua Pegaruhnya

Terlepas Panah Arjuna Mengandung Perih

Terlepas Pedang Pangeran Mengandung Pedih



Ketika Kita Benar – Benar Merasa Punya Cinta

Maka Mestinya Baik Dan Buruk Lihat Tandanya

Bukan Menggunakan Cinta Untuk Dapat Segalanya

Padal Akhirnya Yang Tersayanglah Jadi Korbannya



Bentangkan Sayap Putih Malaikat Selebarnya

Benar – Benar Berikan Yang Terbaik Untuk Dia

Tak Penting Ketulusan Yang Pernah Kau Akui

Tak Perlu Kesetiaan Yang Terucap Dalam Janji



Jika Ada Cinta Yang Tak Berpihak Pada Kebaikan

Bukan Saja Dewi Fortuna Tak Akan Membantu

Bahkan Kita Jadi Temannya Malaikat Keburukan

Cinta Seperti Itu Merubah Madu Jadi Empedu



Bila Ingin Berkomunikasi Dengan Malaikat Itu

Dengarkan Bisik – Bisik Suara Hati Nuranimu

Tak Perlu Diutarakan Pada Semua Jika Kau Malu

Dengarlah Dalam Kesunyian Dan Waktu Tertentu



Saat Berkomunikasi . . .

Jangan Gunakan Rasa Ego Dadamu

Saat Berkonsentrasi . . .

Buanglah Segala Hasrat Yang Keliru



Masuklah Kepelosok Hati Yang Terpencil

Munculkan Kesadaran Diri Terdalam

Sampai Ditemukan Dimana Letak Hati Kecil

Disitulah Suara Malaikat Kebaikan Bersemayam



Sekarang Semuanya Kepada Kitalah Terpulang

Cinta Dan Kebaikan Dicipta Bagai Anak Dan Inang

Cinta Tanpa Kebaikan Adalah Air Mata Berlinang

Cinta Dengan Kebaikan Juga Air Mata Berlinang



Hanya Malaikat Kebaikan Dan Malaikat Cinta Yang Tahu Makna Bahagia Air Mata Itu . . .



By : Adji

Sabtu, 23 Mei 2009

SERAMBI CINTA

( Inspirasi Malam Minggu )

Jika Cinta Seperti Sebuah Rumah
Berarti Aku Belum Benar – Benar Masuk
Jika Cinta Seperti Orang Sakit Parah
Mungkin Aku Hanya Sekedar Membesuk

Meski Memang Aku Pernah Merasa Teduh
Setelah Aku Merasa Panas Dan Berpeluh
Walau Memang Aku Pernah Merasa Sembuh
Setelah Aku Merasakan Sakit Dan Rapuh

Tapi Rasa Panas Dan Peluh Cuma Sepintas
Dan Rasa Sakit Di Kalbu Yang Cuma Sekilas
Jinak – Jinak Merpati Masih Saja Terlepas
Bagaimana Yang Jual Mahal Dan Berkelas

Kusadari Kata – Kata Saja Tak Sanggup
Bisa Jadi Terselipkan Janji Yang Teralpa
Kucari Harta Yang Tak Mungkin Cukup
Masih Ada Nilai Hati Yang Lebih Berharga

Asmara Dan Cinta Adalah Sebuah Istana
Yang Bukan Diukur Indahnya Sesuai Benda
Memang Ada Kamar – Kamar Rasa Yang Berbeda
Dan Juga Gudang – Gudang Benci Yang Tersedia

Tapi Sebelum Satu Kamar Cinta Terkunci
Untuk Satu Orang Kekasih Yang Tersayang
Yakinkan Dulu Sejauh Mana Kau Memasuki
Baru Di Serambi Atau Sudah Kesemua Ruang

Ternyata Selama Ini Aku Baru Di Serambinya
Aku Belum Bisa Mengetuk Pintu Utamanya
Meski Berapakali Mengetuk Pintu Hati Si Dia
Ternyata Kulupa Pintu Hati Dalam Cintanya

Dia Bisa Membuka Pintu Hatinya
Tak Bukan Berarti Untuk Jadi Kekasih
Dia Terima Dalam Ukuran Kadar Dan Rasa
Tuk Menyisihkan Rasa Cinta Dan Kasih

Tapi Sayang Meski Masih Di Serambi
Aku Sudah Merasa Memiliki Istana
Sehingga Harapanku Melebihi Mimpi
Sakit Dan Kecewa Seakan Didepan Mata

Karena Tak Ada Ruang Untuk Sembunyi
Aku Lebih Sering Kepanasan Dan Dingin
Di Istana Mana Serambi Asmaranya Sepi
Barangkali Disitu Aku Menitip Semua Ingin

Aku Berharap Istana Cinta Yang Sederhana
Dimana Satu Pintu Hati Juga Pintu Cintanya
Saat Aku Ketuk Dengan Satu Rasa Asmara
Saat Terbukanya Aku Diterima Masuk Disana

By : Adji

Senin, 18 Mei 2009

AKU MASIH MILIK-NYA

Aku Sudah Mencurahkan Puisi

Aku Telah Memecahkan Misteri

Tentang Apa Yang Aku Nikmati

Sambil Memilah Yang Diberkahi



Tak Cukup Tenang Aku Memberi

Ku Tahu Tangan Diatas Lebih Mulia

Tak Cukup Senang Aku Menyanyi

Melantukan Dzikir Didalam Irama



Pernah Juga Kutaksir Beberapa Mimpi

Dan Kadang Kunaksir Beberapa Bidadari

Memahami Nikmat Yang Dipesan Di Peraduan

Memahami Nikmat Yang Aku Buru Di Peraduan



Ternyata Ada Kisi – Kisi Hati Yang Tertepis

Didalam Misi – Misi Ayat Yang Tertulis

Tak Semua Keingian Diri Ini Harus Kurilis

Harus Ada Belahan Hati Yang Rela Aku Iris



Demi Sebuah Pengorbanan Diri Terdalam

Untuk Bukti Iman Yang Pernah Tertanam

Keinginan Hati Yang Nikmat Tapi Mengancam

Bisa Mengaburkan Akal Yang Seakan Buram



Aku Harus Berani Curhat Kepada Alam

Yang Kadang Membawa Nyanyian Kalam

Desiran Angin Di Shubuh Dan Petang

Mengipas – Ngipas Pesan Saat Melayang



Sembari Kuterjemahkan Lantunan Adzan

Benarkah Sujudku Kali Ini Jadi Tanda – Tanda

Harus Kukembalikan Rasa Ingin Pelan – Pelan

Dan Menggemakan Dzikir Hingga Ke Jendela



Apa Yang Terlihat Bergejolak Di Luar Sana

Pergulatan Antara Angin Dan Dedaunan

Dan Antara Semua Makhluk - Makhluk Dunia

Seiapa Yang Membuat Gejolak Itu Berayunan



Begitupula Gejolak Hatiku Didalam Dada

Ibarat Gelombang Air Didalam Periuk

Ada Benturan Keinginan Yang Aku Punya

Harus Kualirkan Lewat Jalur Yang Sejuk



Memang Keinginan Ini Aku Yang Punya

Tapi Hati Ini Sebenarnya Milik Siapa

Dia-lah Yang Membuat Hatiku Punya Rasa

Biar Aku Bisa Menangkap Kasih Sayang-Nya



Bahkan Semua Keinginanku Juga Milik-Nya

Apa Saja Yang Ingin Kurasakan Dalam Dunia

Semua Adalah Karena Dia Menciptakan-Nya

Pantas Kuberkorban Karena Aku Masih Milik-Nya



By : Adji

Minggu, 17 Mei 2009

SKENARIO KEHIDUPAN

Kisah Ini Berawal Dari Kita Diciptakan
Cerita Ini Bermula Sejak Kita Dilahirkan
Sebuah Perjalanan Panjang Kehidupan
Tuhan Menulisnya Kita Menjalankan

Aku Kebagian Satu Skenario Kehidupan
Entah Berapa Halaman Tebalnya
Tanpa Ku Tahu Apa Judul Pembukaan
Entah Berapa Esisode Didalamnya

Aku Tak Bisa Membaca Semuanya
Selain Siap Menjalani Tiap Halaman
Ada Beberapa Rahasia Yang Terjaga
Membuat Manis Harap Dan Impian

Aku Paling Suka Episode Cinta
Dimana Aku Senyum Dan Bahagia
Tak Mau Halaman Itu Berlalu
Malah Aku Ingin Tetap Terpaku

Tapi Katanya Roda Hidup Berputar
Jadi Aku Harus Rela Episode Itu Bubar
Sembari Kusimpan Sisa – Sisa Yang Ada
Supaya Kujadikan Catatan Hati Selanjutnya

Bahwa Episode Yang Sudah Berlalu
Yang Menelan Waktu dan Umurku
Sudah Pernah Memberikan Kesempatan
Tinggal Bagaimana Kita Memanfaatkan

Aku Tak Bisa Menyalahkan Siapa – Siapa
Meski Kadang Tak Bisa Berbuat Apa – Apa
Harus Kusesali Waktu Yang Jadi Sia – Sia
Tak Bisa Kutahan Episode Itu Lama – Lama

Intinya Bagaimana Melakukan Peran Terbaik
Perankan Posisi Dan Jabatan Dengan Menarik
Meski Kita Seakan Di Atas Panggung Sandiwara
Tapi Ada Hitungan Amal Untuk Sambungannya

Jika Sedang Jadi Kaya Mungkin Harus Memberi
Jika Sedang Jatuh Cinta Mungkin Harus Berbagi
Jika Sedang Jadi Miskin Mungkin Harus Diinsyafi
Ada Yang Dapat Peran Hanya Kaya Secara Materi

Jika Kita Mampu Berperan Dengan Baik
Ada Jaminan Kita Jadi Pemain Selanjutnya
Bukan Lagi Peran Melawan Buruk Dan Baik
Tapi Peran Kemenangan Selama – Lamanya

By : Adji

Minggu, 10 Mei 2009

BUMI RUMAH KITA SEMUA

(Dalam Rangka Peringatan WOC 11-15 Mei 2009 Di Manado)

Jangan Bilang Bumi Ini Saksi Bisu
Seperti Tak Bicara Kayak Orang Gagu
Sebab Dia Berubah Bersama Kita
Dan Dia Kan Hancur Bersama Kita

Bahwa Semua Yang Kita Lakukan
Pasti Akan Tetap Berakibat Balas
Jangankan Merusak Dan Memusnahkan
Pijakan Kaki Saja Akan Membekas

Biarkan Bunga Gugur Secara Alami
Sebab Dia Telah Menyelesaikan Sebuah Misi
Sewaktu Dia Mekar Dia Sudah Berjanji
Mata Yang Melihatnya Akan Mensyukuri

Jika Terpaksa Memetik Bunga Di Taman
Petiklah Demi Sebuah Keseimbangan
Ada Cinta Yang Juga Kamu Turut Selipkan
Menjaga Kelestarian Alam Demi Kehidupan

Barangkali Selain Memberi Bunga Digenggaman
Akan Lebih Baik Sang Kekasih Diajak Jalan – Jalan
Panggilah Dia Melihat Bunga Yang Ada Di Taman
Hingga Tak Perlu Memetik Demi Keseimbangan

Barangkali Selain Memetik Bunga Yang Indah
Mungkin Sekali Coba Memetik Indahnya Hikmah
Yang Telah Diciptakan Di Alam Semesta
Sejengkal Demi Sejengkal Ada Tanda – Tandanya

Berapa Harga Sejengkal Tanah Yang Engkau Jual
Di Kota Besar Sejengkal Tanah Bisa Menjadi Mahal
Pernahkah Harga Tanah Yang Kita Jadikan Nilai
Sebanding Penghargaan Pada Bumi Yang Tak Ternilai

Sudah Diisukan Pemanasan Global Mengancam
Sedemikiankah Panasnya Angkara Yang Tertanam
Adanya Efek Rumah Kaca Yang Berakibat Fatal
Adakah Rumah Hati Manusia Sudah Jadi Brutal

Masih Ada Manusia Yang Sedemikian Sadar
Berusaha Menjaga Alam Dengan Sikap Sabar
Menghijaukan Bumi Meski Berbekal Semak Belukar
Atau Benih Cinta Dan Tanaman Yang Disebar

Hikmah Disini Bukan Pada Apa Artinya Tidak Memetik
Hikmah Disini Bukan Pada Maksud Bahwa Tak Menebang
Bukan Cuma Sekedar Membiarkan Semut Dan Jangkrik
Bukan Hanya Membiarkan Kupu – Kupu dan Kumbang

Tapi Lebih Pada Bagaimana Menghargai Kehidupan
Jika Ingin Umur Yang Panjang Jalurnya Bukan Kesenangan
Memanfaatkan Bumi Sesuka Hati Dan Keinginan
Sampai Lupa Seberapa Besar Yang Jadi Kebutuhan

Hitung Saja Berapa Manusia Yang Serakah
Yang Mengira Semua Rejekinya Menjadi Berkah
Semua Jenis Pengrusakan Akan Menimbulkan Nista
Rumah Hatinya Tak Pernah Jadi Rumah Untuk Dirinya

Minimal Dia Sadar Bumi Rumah Kita Semua . . .

By : Adji

Jumat, 01 Mei 2009

BERSAMA - MU ( DALAM SUJUD )

Kau Tahu Kemana Titik Aku Bahagia

Kau Tahu Dimana Detik Aku Terluka

Aku Tak Tahu Kemana Titik Itu Berada

Tapi Aku Tahu Dimana Detik Itu Tersedia



Karena Hatiku Ada Seribu Titik

Karena Waktuku Ada Beribu Detik

Dan Titik Bahagiaku Telah Tercampur Tanda Tanya

Dan Detik Terlukaku Telah Berbaur Disetiap Masa



Menghapus Tanda Tanya Bukan Jalan Keluar

Berhenti Ketika Luka Bukan Jalan yang Benar

Harus Ada Jawaban Yang Kudengar

Harus Ada Kepastian Yang Terkabar



Masalahnya Bukan Pada Mencari bahagia

Persoalannya Tidak Pada Melewati terluka

Tapi dimana Engkau hingga saat kubahagia

Dan dimana Engkau hingga saat kuterluka



Kalau Kau tahu titik aku bahagia

Akankah aku bisa bersama-Mu pada titik itu

Kalau Kau tahu detik aku terluka

Adakah aku bisa dengan-Mu dalam detik itu



Mungkin Aku butuh sujud diantara titik

Barangkali aku harus sujud diantara detik

Meski ada titik ragu menghalangiku

Walau ada detik semu melalaikanku



Meski bukan bahagia yang buat aku sujud

Walau bukan terluka yang bua aku sujud

Bukan pula karena titik dan tanda tanya

Bukan pula karena detik disetiap masa



Kuingin disetiap titik aku bersujud

Kuharap disetiap detik aku bersujud

Atau setiap bahagia dan juga terluka

Kita masih sempat bersama - sama



Jika kita bersama disemua titik

Jika kita berdua disegala detik

Maka tak memandang bahagia atau terluka

Kita masih sempat bersama - sama



Bahkan aku tak bahagia bukan karena tanda tanya

Bahkan aku terluka bukan karena ada disetiap masa

Tapi karena ada titik dan detik yang menjadi hampa

Hingga tanpa sujud membuat kita tak lagi bersama



Dimana titik aku harus bersyukur

Dimana detik aku harus bertafakur

Akan mudah tercipta dan juga terwujud

Karena aku terjaga untuk-Mu dalam bersujud



By : Adji

BIARLAH RAHASIA

Ada mutiara didalam kerang

Yang terselubung didalam karang

Menanti saat yang akan datang

Tuk jadi penghias kalung dan gelang



Diluarnya ada bergejolak ombak

Menghempas tangguhnya karang

Keluarlah suara yang menghentak

Memukul bayu yang sedang melayang



Ada sebuah mutiara didalam cinta

Yang terbungkus didalam sukma

Menanti saat yang akan datang

Tuk jadi milik orang yang tersayang



Diluarnya ada gejolak rasa

Menghempas tangguhnya jiwa

Hingga membuat diri ini terjaga

Menukar senyum dan air mata



Siapa yang tersayang didalam takdir

Yang selalu dikabarkan ombak mendesir

Yang selau dibisikkan bayu yang semilir

Hingga tak tahan kusanggul dengan takbir



Akupun sudah pernah mencoba

Memberi janji tanpa menggoda

Mencari hati diantara rasa cinta

Mencurah kumpulan embun di pot berbunga



Menanti saat bunga bermekar

Demi undangan yang akan disebar

Sebagai tanda yang tersayang tiba

Meyatukan hati dan segenap jiwa



Tak ingin mutiara ini akan jadi sia - sia

Meski memang terbungkus didalam kerang

Tetapi ombak yang tiap saat menerpa

Pernah membuat luka yang selalu kukenang



Jangan tanya siapa pujaan hatiku

Jangan tanya yang sungguh mencintaiku

Aku ingin menjalani semua dengan waktu

Hanya kabar dari-Nya yang aku tunggu



Saat dimana kuterbangun dalam mimpi

Melihat kenyataan dengan segenap hati

Hingga kusadari siapa yang sugguh kucintai

Memberi arti hidup dimana aku berdikari



Sebelumnya biarlah rahasia . . .



By : Adji

Special To : Someone

CINTA DIMANA - MANA

Cinta bukan pada keindahan

Jika cinta itu pada keindahan

Dan paling indah pada satu makhluk

Hanyakah kepadanya manusia takluk



Jika keindahan ada dibanyak kehidupan

Mungkin memang ada cinta dimana-mana

Tapi sisi hidup ditengah semua ketiadaan

Akankah cinta tersisa untuknya disana



Siapa yang tak suka mawar yang merekah

Ada banyak cinta yang terwakili dengan indah

Siapakah membenci kupu -kupu yang lucu

Ada banyak bahasa kasih menyentuh kalbu



Untuk semak-semak yang cuma ditiup angin lembut

Akankah cinta tak tersisa untuk bisa disambut

Jika tak tersisa cinta meski selayang pandang

Untuk apa istilah tanya pada rumput yang bergoyang



Ada yang bahagia tinggal di istana megah

Tempat nyaman keluarga yang terindah

Tak ada yang salah dengan mereka

Sebuah keadaan yang memang nyata



Tapi bagaimana dengan yang di gubuk tua

Bahagianya bisa dihitung dengan air mata

Jika tak ada kenyamanan layaknya istana megah

Disinikah berartinya acara bedah rumah



Cinta ada dimana - mana bukan berarti punyasimpanan

Cinta ada dimana - mana menandakan sebuah keutuhan

Seperti ketika kita berdiri di sebuah persimpangan

Semua sisi jalan merupakan satu kesatuan



Bukan sekedar apa yang dibelakang dan di depan

Tetapi juga apa yang ada di kiri dan di kanan

Jika sekarang ini ada mawar ditangan kananmu

Ingatlah masih ada yang kosong di tangan kirimu



Bahwa apa yang kau berikan dengan satu tanganmu

Masih belum apa - apa dibanding kedua tanganmu

Bahwa mawar yang kau berikan untuk si dia

Tak kalah dengan sebungkus nasi utk anak dijalan raya



Apa makna keutuhan dalam cinta

Yaitu cinta datang untuk berbagi ke semua

Apapun keindahan hidup pada kita

Sebisa mungkin untuk memberi pada sesama



Tuturkan hatimu dengan jujur

Ulurkan nikmatmu dengan syukur

Jika kau butuh cinta dalam sesuap kasih

Ada yang butuh cintamu dalam sesuap nasi



By : Adji

( Barang siapa yang cukup uang untuk mengelakkan kelaparan jasmani, maka mereka menderita kelaparan rohani atau kesusilaan jika mereka itu hanya kaya belaka : O. S. Marden )

ANAK PERTAMA VS ANAK SULUNG

Benarkah anak pertama adalah anak yang sulung

Benarkah anak sulung adalah anak yang pertama

Karena tak semuanya anak pertama jadi anak sulung

Sebab tak selamanya anak sulung adalah anak pertama



Apakah ini sebuah pernyataan

Adakah ini sebuah pertanyaan

Apakah ini untuk menghukumi

Adakah ini untuk menghakimi



Pantaskah wanita yang sedang mengandung

Kita pertanyakan inikah anak yang sulung

Wajarkah wanita yang lagi berbadan dua

Kita pertanyakan inikah anak yang pertama



Masalahnya kenapa ini harus jadi pertanyaan

Persoalannya kenapa ini harus lagi dinyatakan

Bukankah anak pertama memang anak sulung

Bukankah berbadan dua memang mengandung



Pangkal masalahnya siapa calon ibundanya

Pangkal persoalannya siapa calon bapaknya

Apakah calon ibunya sudah berstatus istri

Adakah calon bapaknya sudah berstatus suami



Jangan-jangan calon ibunya hanya pacar sang pria

Jangan-jangan calon bapaknya hanya pacar sang wanita

Kalau memang begitu semua kebenarannya

Ini akan jadi anak sulung atau ank pertama



Anak sulung hanya diakui untuk keluarga yang direstui

Anak pertama tak pasti menjadi anak yang sulung

Ketika wanita mengandung tanpa pernah dinikahi

Anak pertama baginya tak pasti menjadi anak yang sulung



Anak yang pertama bagi wanita tak dinikahi

Sering akan dilahirkan dengan jalan diaborsi

Bukan karena sembilan bulan tak cukup waktu

Karena ada sembilu yang mengiris kalbu setiap waktu



Tak perlu ditanya inikah anak sulung atau anak pertama

Lihat saja ketika wanita mengandung adakah dia bahagia

Kalau wanita mengandung dalam keadaan sedang terluka

Dipastikan anak sulung baginya bukan dari anak yang pertama



Semua akibat pergaulan yang sudah bebas

Membuat nafsu sedemikan bisa terlepas

Bukan sekedar berhubungan sesat sesaat yang lepas

Tetapi masalahnya banyak wanita yang sedang tertindas



Jadikanlah anak yang pertama adalah anak yang sulung

Yang dinantikan sebuah keluarga yang sedang beruntung

Yang menjadi buah hati calon ayah bunda tercinta

Dalam ikatan keluarga sakinah mawaddah warahmah



By : Adji