Sepenggal Rela Kubagi Dua
Asal Sejengkal Takkan Kemana
Segenggam Bisa Kubungkus Dua
Asal Yang Kubagi Masih Setia
Antara Semalam Dan Hari Ini
Tak Ada Kisah Sesingkat Pagi
Biar Kau Tidur Didalam Mimpi
Jangan Terbangun Untuk Berjanji
Setinggi Mercusuar Di Tepi Pantai
Sudah Kuteriakkan Gelora Hatiku
Biarlah Terbawa Angin Melambai
Dan Menyatu Ditiap Layar Perahu
Bersama Sebatang Pohon Cemara
Sudah Kutulis Nama Aku Dan Dia
Pohon Itu Memang Saksi Yang Diam
Tapi Dijamin Ada Siang Dan Malam
Tetap Kusisakan Lembaran Dalam Diary
Meski Puisi Yang Kutulis Ada Seribu
Tuk Menjaga Ketiadaan Kisah Dari Pergi
Yang Aku Maniskan Dengan Tinta Biru
Relakanlah Layang – Layang Putih
Aku Terbangkan Dengan Benang Yang Putus
Dia Hendak Melengkapi Sketsa Awan Putih
Untuk Melukiskan Putih Cinta Yang Tulus
Aku Berani Menanam Bunga Dikejauhan
Bahkan Aku Pilih Diatas Bukit Yang Terjal
Dari Jauh Bunga Itu Menjadi Pemandangan
Indah Dilukiskan Diatas Kanvas Yang Tebal
Aku Selalu Mengenang Suara Tawamu
Bukan Mendustakan Semua Air Matamu
Supaya Aku Bisa Cepat Untuk Menerka
Mana Kamu Diantara Wanita Yang Bahagia
Dan Air Matamu Yang Tidak Kudustakan
Janganlah Diantara Wanita Kau Tumpahkan
Jika Hanya Terman Curhatmu Dalam Kesedihan
Hatiku Bisa Mendengarmu Meski Dikeramaian
Semalam Aku Bilang Pada Bintang
Aku Takkan Mengambilmu Ke Bumi
Tapi Sinari Aku Dan Dia Dengan Terang
Ketika Dibawahmu Aku Dan Dia Menari
Kekasih Bila Kau Ingin Hidup Dicintaku
Sayangilah Alam Dan Kemesraan Dunia
Sebab Ada Semesta Didalam Hatiku
Tempat Aku Merindu Dan Mencinta
By : Adji
Senin, 03 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar