Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 29 Agustus 2009

SEMESTAKU DI HATI ( 2 )

Kertas Lima Ribu Yang Kuberikan

Diatas Lima Jari Kakek Yang Renta

Ada Berbuah Do’a Penuh Ketulusan

Terdiam Aku Juga Mengaminkannya



Biar Aku Maafkan Janji Tak Tertagih

Biar Menjadi Pemberian Tak Berpamrih

Karena Matahati Tak Perlu Dipagar Mati

Karena Matahari Tak Perlu Disinar Lagi



Akuilah Hatimu Yang Terluka Dan Terberai

Sebab Maaf Itu Bukan Milik Siapa – Siapa

Relakan Air Mata Di “Sapu Tangan” Sehelai

Aku Malu Membawa Lukamu Dihadapan-Nya



Aku Dewasa Karena Luguku Pergi

Kertas Putih Adalah Aku Masih Bayi

Seburuk Itukah Warna Pada Dewasaku

Akankah Aku Putih Atau Menjadi Kelabu



Maafkan Jika Kuberi Bunga Melati

Meski Janjiku Memberi Bunga Sakura

Kau Boleh Kecewa Setelah Aku Memberi

Tapi Aku Memberi Bukan Karena Ada Sakura



Tak Tega Kubiarkan Anak Kucing Terlantar

Meski Kutinggalkan Dengan Hati Bergetar

Ingin Kubawa Pulang Tapi Apalah Daya

Aku Seperti Orang Baik Tak Punya Gaya



Aku Senang Nyanyian Indah Dan Merdu

Tapi Aku Hanya Bisa Bernyanyi Di Kalbu

Sering Aku Malu Mengkritik Yang Berdendang

Karena Bisa Jadi Suara Laguku Malah Sumbang



Ketika Di Bukit Yang Jauh Ada Pondok Kecil

Aku Ingin Kesana Meski Hanya Tuk Sementara

Aku Ingin Merenungi Diriku Yang Juga Kecil

Yang Hidup Di Dunia Hanya Tuk Sementara



Bicara Cinta Adalah Memuliakan Hidup

Sehingga Menjadi Penting Arti Terbuang

Aku Ingin Cinta Yang Tak Pernah Redup

Sampai Kuhargai Cacat Di Setiap Orang



Ingin Kubilang Pada Kekasih Tercinta

Membelah Dadaku Hanya Akan Membunuh Nyawa

Jika Hanya Ingin Aku Membuktikan Rasa Cinta

Aku Rela Meninggalkanmu Asal Kau Bahagia



Aku Ingin Berusaha Tetap Bersyukur

Meski Atas Nikmat Milik Orang Lain

Tuhan Maha Pengasih Yang Ingin Aku Ukur

Bahwa Dia Masih Memberi Pada Yang Lain



By : Adji

Rabu, 12 Agustus 2009

ANTARA 17 AGUSTUS ATAU 64 TAHUN

17 Agustus
Bukan Tanggal Milik Seseorang
Bukan Sekedar Hari Mengenang
Memang Tanggal Lahir Cinta Laura
Memang Tanggal Indonesia Merdeka

64 Tahun
Bukan Sekedar Usia Dewasa
Bukan Cuma Berapa Lama Ada
Mungkin Usia Nenek Di Jalanan
Memang Lamanya Kemerdekaan

Ketika 17 Agustus Datang
Dan Merah Putih Naik Tiang
Apalagi Makna Untuk Juang
Nilai Apa Kita Jadi Senang

Bagi Ulang Tahun Pribadi
Sebandingkah Ibu Pertiwi
Bagi Nenek Tua Dijalanan
Merdeka Tetap Perjuangan

Merdeka Itu Seperti Burung Di Udara
Bukan Saja Ia Tak Didalam Sangkar
Bebasnya Juga Tak Punya Angkara
Tak Jadi Ancaman Untuk Menghajar

Musuh Sudah Dikalahkan
Sudah 64 Tahun Yang Lalu
Kenapa Nenek Masih Butuh Perjuangan
Benarkah Indonesia Damai Didalam Kalbu

Siapakah Musuh Sang Nenek Tua
Samakah Seperti Musuh Negara
Untung Musuh Nenek Bukan Negara
Nenek Masih Bangga Jadi Indonesia

Nenek Mungkin Bilang Pada Anak Bangsa
Merdeka Pertama Kali Beda Merdeka Sekarang
Merdeka Kali Ini Ada Musuh Tapi Berbeda
Merdeka Dulu Musuhnya Di Negeri Seberang

Lantas Merdeka Cuma Mengenang Pahlawan
Bisakah Alam Merdeka Mencipta Pahlawan
Karena Merdeka Kali Ini Masih Perlu Perjuangan
Merdeka Kali Ini Masih Ada Bom Diletuskan

Kenapa Menghancurkan Musuh Tak Sama
Jika Dalam Perang Siapakah Jadi Pengkhianat
Kenapa Ada Tak Kebagian Makan Bagi Si Papa
Adakah Makanan Di Alam Merdeka Penuh Lalat

Merdeka Dulu Tangisannya Cuma Satu Alasan
Merdeka Kali Ini Tangisannya Berbagai Alasan
Merdeka Dulu Darah Mengalir Untuk Satu Kematian
Merdeka Kali Ini Darah Mengalir Berbagai Kematian

Merdeka Dulu Siapa Yang Mati Jadi Pahlawan
Merdeka Kali Ini Siapa Yang Mati Entah Jadi Apaan
Dulu Cuma Satu Jenis Perjuangan
Sekarang Makin Banyak Jenis Peperangan

Boleh Mengenang Kemerdekaan
Boleh Saja Menikmati Kemerdekaan
Tapi Antara 17 Agustus Atau 64 Tahun
Adakah Waktu – Waktu Indah Setahun

Nenek, Maaf Jika Ultahmu Masih Ada Yang Mati Sia - Sia

By : Adji

Senin, 10 Agustus 2009

AKU LELAKI BER-AIR MATA

Ternyata
Bukan Cuma Wanita Berhati
Sebenarnya
Didalam Dadaku Ada Hati

Tidak Selamanya
Air Mata Wanita Yang Bening
Tidak Selamanya
Air Mataku Menjadi Kering

Ternyata
Bukan Cuma Wanita Kecewa
Sebenarnya
Didalam Dadaku Bisa Luka

Wanita Itu Seperti Malam
Hanyakah Malam Bergerimis
Meski Aku Bukan Malam
Siangpun Bisa Bergerimis

Tuhan Maha Adil
Air Mataku Bisa Untuk-Nya
Dan Bagi Ratu Adil
Air Mata Bukan Milik Wanita

Jika Dadaku Dibelah
Buah Hatiku Sama
Sama Warnanya Merah
Sama Punya Rasa

Aku Memang Harus Tegar
Memupuk Jiwa Yang Besar
Tapi Tak Bisa Kutinggalkan Air Mata
Apalagi Aku Ganti Air Mata Buaya

Bagaimana Air Mata Wanita Berarti
Kalau Air Mataku Tak Punya Arti
Setegar Apapun Kumenjaga Hati
Masih Tersentuh Tangisan Bayi

Semua Lautan Asmara
Tetap Berasa Asin
Hanya Di Pondok – Pondok Cinta
Yang Tak Semua Pakai Lilin

Artinya Disemua Cinta
Ada Rasa Yang Sama
Tinggal Apa Penerangnya
Lebih Terang Lebih Jelas Air Mata

Jika Siangku Ada Hakikat Mentari
Maka Malamku Ada Hakikat Purnama
Aku Harus Punya Ketegaran Hati
Tapi Mataku Bisa Berkaca – Kaca

Aku Butuh Malam Untuk Beristirahat
Ijinkanlah Saat Itu Air Mataku Hadir
Tuk Kurenungkan Siang Yang Lewat
Ku Janji Mengapus Air Mata Sebelum Tabir

By : Adji

CINTA “APA ADANYA” ( 2 )

Hati Cuma Ada Satu
Cinta Cuma Ada Satu
Coba Jawab Satu Tanya
Apa Satu Arti Cinta

Setelah Air Mata Jatuh
Cukupkah Kita Paham
Setelah Hati Luluh
Sudahkah Kita Tentram

Pernahkah Arti Tulus
Ada Bermakna Halus
Hingga Tidak Teraba
Meski Dalam Terasa

Kenapa Harus Ada Setia
Kanapa Diminta Sayang
Kenapa Harus Curiga
Kenapa Selalu Dikenang

Siapa Yang Mencinta
Adakah Dia Si Pandai
Siapa Yang Berbunga
Apakah Dia Aduhai

Aku Bukan Si Pandai
Aku Bukan Si Aduhai
Cintai Aku Apa Adanya
Sayangku Apa Adanya

Aku Tak Ingin Curiga
Setiamu Tak Banyak Arti
Cintaku Apa Adanya
Kuyakin Engkau Kembali

Air Mataku Bisa Jatuh
Cintaku Apa Adanya
Hatiku Bisa Luluh
Tentramku Untuk Kita

Aku Ingin Disayang
Cintaku Apa Adanya
Kau Selalu Kukenang
Ingatku Dalam Setia

Hatiku Halus
Inginku Tulus
Artinya Terasa
Halus Terbaca

Bilang Sayang Padaku
Tapi Jangan Banyak Makna
Hatimu Cuma Ada Satu
Sayangmu Tak Bisa Ganda

Bilang Cinta Padaku
Tapi Jangan Banyak Makna
Hatiku Cuma Ada Satu
Cintai Aku Apa Adanya

By : Adji

Jumat, 07 Agustus 2009

PERGI TAK SELALU HILANG

( Mengantar Kepergian Seniman )

Ada Gerak Manis Tangan Dan Jari
Bermain Cantik Diantara Warna – Warni
Melahirkan Nama Harum Sang Affandi
Memuliakan Warna Didalam Seni

Ada Gerak Manis Tangan Dan Pena
Bermain Indah Diantara Kata – Kata
Melahirkan Nama Harum WS Rendra
Memuliakan Kata Didalam Sastra

Mereka Terlahir Untuk Mencipta
Karena Terlatih Mengunyah Rasa
Setelah Matang Merebus Karsa
Dan Kenyang “Makan Garam” Jiwa

Mereka Tidak Terlahir Abadi
Jika Yang Bicara Adalah Usia
Tapi Mereka Akan Tercipta Abadi
Jika Yang Menjawab Adalah Karya

Tak Berarti Siang Dan Malam Di Karya Mereka
Karyanya Lahir Melintasi Mentari Dan Purnama
Ada Satu Karya Dikandung Di Janin Kebenaran
Setelah Kebenaran Tewas Diselimuti Kegelapan

Karya Mereka Menjadi Matahari Yang Kedua
Bekalnya Hanya Puing – Puing Yang Tersisa
Cara Mereka Manis Meski Ditebus Berbeda
Jawaban Ketika Kita Tak Mampu Bertanya

Hari Ini Tidak Pernah Menagih Masa Lalu
Kenapa Yang Dulu Tidak Bilang Akan Pergi
Pujangga Lama Tak Marah Pujangga Baru
Yang Kini Lahir Melebihi Arti Mengganti

Jangan Pernah Salahkan Buya Hamka
Atau Menyakiti Sang Kahlil Gibran
Telah Dalam Duka Mereka Bersuka
Untuk Meninggalkan Sebuah Kenangan

Percayalah
Mereka Tak Minta Dihargai
Mereka Telah Berbuat Dengan Pasrah
Mereka Yakin Menunjuk Bukan Jalan Mati

Sehingga Kita Telah Membuktikan
Siapa Yang Lahir Melebihi Kandungan Ibu
Mati Adalah Tanda Keterbatasan
Karya Mereka Seakan Menggenggam waktu

Kini Masih Ada Pujangga Dunia Sastra
Yang Inginkan Tumpahan Tinta Kalian
Bahkan Ingin Ditangkap Saat Waktunya
Untuk Dipakai Menulis Di Masa Depan

Mbah Surip Menggunakan Tumpahan Waktu
Yang Terisa Untuk Berbuat Tak Menunggu
Kenapa Kita Masih Berkarya Dalam Ragu
Haruskan Perlu Ku Gendong Menuju Suksesmu

Karena Pergi Tak Selalu Hilang . . .

By : Adji

Senin, 03 Agustus 2009

SEMESTAKU DI HATI

Sepenggal Rela Kubagi Dua
Asal Sejengkal Takkan Kemana
Segenggam Bisa Kubungkus Dua
Asal Yang Kubagi Masih Setia

Antara Semalam Dan Hari Ini
Tak Ada Kisah Sesingkat Pagi
Biar Kau Tidur Didalam Mimpi
Jangan Terbangun Untuk Berjanji

Setinggi Mercusuar Di Tepi Pantai
Sudah Kuteriakkan Gelora Hatiku
Biarlah Terbawa Angin Melambai
Dan Menyatu Ditiap Layar Perahu

Bersama Sebatang Pohon Cemara
Sudah Kutulis Nama Aku Dan Dia
Pohon Itu Memang Saksi Yang Diam
Tapi Dijamin Ada Siang Dan Malam

Tetap Kusisakan Lembaran Dalam Diary
Meski Puisi Yang Kutulis Ada Seribu
Tuk Menjaga Ketiadaan Kisah Dari Pergi
Yang Aku Maniskan Dengan Tinta Biru

Relakanlah Layang – Layang Putih
Aku Terbangkan Dengan Benang Yang Putus
Dia Hendak Melengkapi Sketsa Awan Putih
Untuk Melukiskan Putih Cinta Yang Tulus

Aku Berani Menanam Bunga Dikejauhan
Bahkan Aku Pilih Diatas Bukit Yang Terjal
Dari Jauh Bunga Itu Menjadi Pemandangan
Indah Dilukiskan Diatas Kanvas Yang Tebal

Aku Selalu Mengenang Suara Tawamu
Bukan Mendustakan Semua Air Matamu
Supaya Aku Bisa Cepat Untuk Menerka
Mana Kamu Diantara Wanita Yang Bahagia

Dan Air Matamu Yang Tidak Kudustakan
Janganlah Diantara Wanita Kau Tumpahkan
Jika Hanya Terman Curhatmu Dalam Kesedihan
Hatiku Bisa Mendengarmu Meski Dikeramaian

Semalam Aku Bilang Pada Bintang
Aku Takkan Mengambilmu Ke Bumi
Tapi Sinari Aku Dan Dia Dengan Terang
Ketika Dibawahmu Aku Dan Dia Menari

Kekasih Bila Kau Ingin Hidup Dicintaku
Sayangilah Alam Dan Kemesraan Dunia
Sebab Ada Semesta Didalam Hatiku
Tempat Aku Merindu Dan Mencinta

By : Adji

Minggu, 02 Agustus 2009

CINTA KELUARGANYA IMAN

Darimana Kubelajar Meminta

Sama Ketika Kubelajar Berdo’a

Bagaimana Kubelajar Berharap

Sama Ketika Pada-Nya Kumenghadap



Kemana Lagi Kuberlari

Ketika Patah Dan Luka Di Hati

Kepada-Nya Aku Kembali

Kukembalikan Semua Isi Di Hati



Seperti Ketika Sang Anak Terluka

Kemana Lagi Ia Melepaskan Lara

Kepada Ibundanya Dia Kembali

Menyatakan Air Matanya Punya Arti



Dimana Lagi Rumah Cinta Dibangun

Jika Tanah Berisi Iman Dipenuhi Jurang

Bahkan Dalam Lautan Cinta Yang Luas

Selalu Ada Rasa Takut Terbentur Karang



Apa Artinya Cinta Sejati

Yang Ditemukan Belahan Jiwa

Seribu Puisi Cinta Saja Tak Berarti

Menebus Satu Ayat Dari Kitab-Nya



Bisakah Harapan Cinta Kita Timbun

Bermimpi Saja Kita Masih Terbangun

Jika Umur Manusia Serasa Digantung

Janganlah Heran Cinta Seumur Jagung



Jangan Pernah Menganggap Cinta

Seperti Permata Tidak Bertuan

Hati Tempat Menyayang Dan Bermesra

Seratus Persen Adalah Pemberian-Nya



Itu Saja Manusia Masih Memilah

Tak Semua Orang Senang Melati

Cinta Didada Manusia Kadang Terbelah

Mereka Pilih Siapa Yang Dicintai



Jika Bukan Dengan Iman Pada-Nya

Bagaimana Cinta Didada Bisa Bersemi

Hanya Salju Yang Turun Tanpa Mencela

Jatuh Di Lumpur Atau Di Bunga Ia Jalani



Manusia Bisa Bilang Tidak Ada Rasa Benci

Tapi Dia Bilang Hanya Satu Yang Dicintai

Bagaimana Dia Menyayang Manusia Yang Lain

Maka Hanya Iman Yang Membuatnya Terjalin



Cinta Akan Jadi Keluarga Yang Kecil

Yang Tinggal Di Daerah Terpencil

Iman Membuatnya Banyak Keturunan

Bisa Sayang Kekasih Dan Keturunan



Atau Semua Yang Tercipta Di Dunia

Baik Dalam Diri Atau Yang Diluarnya

Baik Dalam Hidup Atau Dalam Matinya

Cinta Dan Iman Akan Berganti Tuannya



By : Adji

Sabtu, 01 Agustus 2009

CINTA “APA ADANYA”

Aku Ingin Membuktikan Cinta
Cukup Dengan Boneka Yang Kecil
Yang Jadi Tanda Besarnya Rasa
Karena Keluar Dari Hati Yang Kecil

Bukannya Aku Tak Rela Berkorban
Aku Ingin Menikmati Setiap Makna
Kuberi Apa Yang Benar Dibutuhkan
Tapi Akan Kupenuhi Tanpa Diminta

Aku Berusaha Tak Membesarkan Cinta
Untuk Melewati Batasnya Sangkar Hati
Besarnya Cinta Besar Tanggung Jawabnya
Apakah Mungkin Aku Penuhi Dengan Janji

Kadang Aku Takut Untuk Berharap
Karena Bayangnya Adalah Kecewa
Tapi Ingin Kuraih Yang Bisa Kutangkap
Asalkan Aku Yakin Mampun Aku Bawa

Aku Tahu Kata Yang Manis Bisa Merayu
Tapi Apakah Artinya Manis Secawan Madu
Kalau Tidak Pernah Kita Merasakan
Kalau Tidak Bisa Aku Mewujudkan

Tidak Banyak Arti Diriku Untuk Dinilai
Jika Dalam Banyaknya Kata Dan Waktu
Aku Memaknai Cinta Dengan Imajinasi
Jika Tak Berarti Bila Aku Ada Atau Berlalu

Hari Ini Aku Bisa Bilang Sayang Padanya
Mestinya Aku Harus Bersatu Dengan Dia
Bilapun Ada Jarak Yang Memberikan Sela
Bisakah Dia Berdo’a Untukku Tanpa Diminta

Aku Tak Ingin Dia Pertanyakan Setiaku
Kuingin Ketenangan Hatinya Dalam Langkahku
Hingga Kemanapun Bayangku Jauh Pergi
Seakan Ada Jalinan Kuat Yang Terikat Tali

Biarlah Semakin Panjang Perjalananku
Semakin Panjang Pula Tali Yang Terulur
Dengan Sendirinya Makin Berat Langkahku
Beratnya Tali Menjadi Rindu Yang Terukur

Hingga Memang Aku Tak Bisa Menjauh
Karena Kami Memegang Erat Talinya Hati
Dan Tiap Saat Dia Panggil Hati Yang Separuh
Kembalilah Pulang Didalam Rumahnya Hati

Aku Ingin Dia Percaya Bahwa Aku Tulus
Tanpa Menghitung Berapa Yang Kutebus
Karena Aku Bilang Tulus Cuma Satu Arti
Dalam Kesadaran Hati Bukan Mendustai

Hingga Bila Suatu Saat Ada Tali Yang Putus
Harus Ada Kerelaan Hati Yang Memang Tulus
Sebab Tidak Ada Yang Merasa Telah Didustai
Lebih Mudah Melepas Tali Yang Diikat Sendiri

Karena Tali Diikat Sesuai Keinginan
Meski Berakhirnya Tak Sesuai Harapan
Minimal Kita Menerima Cinta “Apa Adanya”
Melepaskannya Juga Harus “Apa Adanya”

By : Adji