Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 14 September 2009

BENING IDUL FITRI

Ramadhan Di Lubuk Kalbu
Menempa Berpilah Nafsu
Berlantun Ayat Mengiring Waktu
Sersantun Sikap Berperilaku

Bak Menimang Rasa Di Ayunan
Tersentuh Kiri Di Ikhlaskan
Tersentuh Kanan Di Insyafkan
Dalam Diam Rasa Diemaskan

Bak Mengukur Nafsu Di Timbangan
Lebih Tercurah Ditahankan
Kurang Tersirat Dicukupkan
Dalam Diam Nafsu Ditenangkan

Bak Menanam Di Musim Subur
Banyak Ibadah Berbuah Syukur
Tidak Ibadah Memetik Kufur
Musim Berlalu Berkurang Umur

Rasa Yang Telah Di Ayunkan
Nafsu Yang Sudah Di Timbangkan
Ibadah Yang Sudah Dijalankan
Membuka Hati Yang Bermaafkan

Relakan Sentuhan Tak Berarti
Relakan Nafsu Yang Tak Berpuji
Telah Suci Diri Maka Sirami Hati
Dengan Berkah Bening Idul Fitri

By : Adji

Minggu, 13 September 2009

HARI – HARI CINTA

Hari Minggu
Pakai Baju Baru
Janjian Mau Ketemu
Asal Jangan Sampe Pukul Satu

Hari Senin
Lanjut Yang Kemarin
Tapi Bukan Buat Main - Main
Seriuskan Apa Yang Terjalin

Hari Selasa
Buat Makin Berbeda
Bawa Sekuntum Bunga
Kalau Perlu Datang Tiba - Tiba

Hari Rabu
Pakai Kaos Biru
Yang Menjadi Warna Rindu
Tapi Jangan Banyak - Banyak Merayu

Hari Kamis
Tak Peduli Hujan Gerimis
Tetap Hadir Demi Sang Gadis
Kalau Kedinginan Ada Teh Manis

Hari Jum'at
Kenalkan Pada Teman Dan Sahabat
Mohon Pula Dukungan Dari Kerabat
Supaya Status Hubungan Makin Erat

Hari Sabtu
Ungkapkan Semua Di Kalbu
Jika Memang Ada Yang Ditunggu
Pupuk Komitmen Satu Per Satu

Hari - Hari Penuh Cinta
Demi Menyatukan Dua Hati
Semoga Tak Ada Sikap Ternoda
Lebih Damai Cinta Yang Suci

Hari – Hari Penuh Cinta
Hari – Hari Yang Bahagia
Pasangan Kaya Atau Sederhana
Bukan Itu Pokok Intinya

Hari – Hari Penuh Cinta
Hari – Hari Yang Bahagia
Pasangan Artis Atau Orang Biasa
Bukan Itu Pokok Intinya

Hari – Hari Penuh Cinta
Hari – Hari Yang Bahagia
Si Cantik Atau Si Buruk Rupa
Bukan Itu Pokok Intinya

Hari – Hari Penuh Cinta
Hari – Hari Yang Bahagia
Dalam Senang Dan Sengsara
Intinya Ditanggung Bersama

By : Adji

Selasa, 08 September 2009

SERUMPUN MELAYU

( Untuk Hubungan Indonesia dan Malaysia )

Sebenarnya Saya Senang Siti Nurhaliza
Tak Ada Lagi “Purnama Merindu” Di Indonesia
Mungkin Malaysia Senang Dengan “Kebaya”
Tapi Harusnya Tak Ada Lagi “Kebaya” Di Malaysia

Sebenarnya Saya Senang Dengan Raihan
Tak Ada Lagi “Kasih Sayang” Di Indonesia
Mungkin Malaysia Sedang Dengan “Tarian”
Tapi Harusnya Tak Ada Lagi “Tarian” Di Malaysia

Memang Isabella Sudah Berlalu
Ternyata Isabella Masih Mendayu
Tapi Isabella Tetap Punyanya Jiran
Bukan Dimiliki Meski Dikomersilkan

Sebenarnya Enak Juga Ke Negeri Jiran
Ingin Kurasakan Harmonis Serumpun Melayu
Meski Misalnya Aku Hanya Seniman
Ingin Kuharmoniskan Di Dalam Lagu

Terlepas Dari Kiprah Siti Nurhaliza
Terlepas Dari Kisahnya Manohara
Indonesia Malaysia Jadi Panas Dan Gerah
Kedamaian Harus Ada Di Jalan Tengah

Sama – Sama Rumpun Melayu
Lebih Enak Ketimuran Di Rindu
Bernyanyi Sepangung Didalam Nada
Berpantun Sebait Didalam Kata

By : Adji

SEMBILU NEGERI MELAYU

( Untuk Buruh Indonesia Di Malaysia )

Ada Sanak Di Negeri Jiran
Membawa Hadir Di Kejauhan
Ada Anak Di Perkampungan
Menyimpan Pisah Di Penantian

Sang Bunda Memeras Keibuan
Menjadi Babu Kekeluargaan
Sang Anak Melepas Keanakan
Dari Waktu Pemeliharaan

Ingat Hari Didalam Do’a
Ingat Waktu Disisa Tenaga
Bagaimana Kabar Anak Tercinta
Sembari Tangan Memegang Kerja

Anak Yang Lucu Di Permainan
Tak Pernah Ragu Di Penantian
Sang Bunda Memang Tak Kelihatan
Karena Tak Tahu Makna Kehilangan

Bila Ada Seekor Merpati
Yang Bisa Membawa Pesan
Jangankan Di Ancam Belati
Semuanya Ingin Dikirimkan

Wahai Anakku Di Seberang
Bundamu Seperti Berperang
Kadang Teriksa Bukan Kepalang
Menabuh Rebana Tak Berdendang

Bunda Terjebak Di Perantauan
Kadang Tersentak Di Pembaringan
Teringat Pulang Di Kemenangan
Tapi Tak Tahu Akhir Perjalanan

Jika Hilang Sentuhan Lembutku
Sebab Tertukar Kekerasan Jadi Babu
Bundamu Tetap Masih Punya Kasih Ibu
Semoga Tak Luntur Tertukar Susu

Habiskan Sepiring Nasi Dari Nenek
Itu Persembahan Sekeping Hati Kakek
Kakek Dan Nenek Satu – Satunya Wakil
Membuktikan Kasih Tuhan Yang Maha Adil

Duduklah Bersama Mereka Di Waktu Sore
Kuatkan Hati Mereka Yang Sudah Senja
Bundamu Tetap Berdo’a Pagi Dan Sore
Supaya Kasih Tuhan Hadir Terus Disana

Bunda Tak Mau Berjanji Untuk Pulang
Meski Hati Terikat Dalam Kenang
Jika Lebaran Bunda Tak Kunjung Datang
Maaf Batinku Terikhlas Kau Pegang

By : Adji
( Puisi Permintaan Sdri. Mawar Putih07 )

Senin, 07 September 2009

SUJUD TERAKHIR

Terbuntu Nalar Memikir-Mu
Terisak Tangis Meratapku
Terbata Ucap Memuja-Mu
Tertatih Langkah Mengejar-Mu

Pelepah Kurma Bergugur Jatuh
Bilah Sukma Bersyukur Sungguh
Belati Raja Menajam Tancap
Hati Sahaja Tertanam Mantap

Kesunyian Malam Heningkan Sibuk
Selimut Gelap Mencegah Pandang
Butiran Bintang Tumpuk – Bertumpuk
Ikut Terlelap Seolah Gampang

Esok Membuka Di Pintu Hari
Meyambut Pagi Di Ketuk Mentari
Masih Tak Puas Diri Berdikari
Mandiri Lagi Bebas Mencari

Secuil Bahagia Serpihan Mimpi
Dimana – Mana Di Kail Lagi
Tak Berumpan Terbilang Percuma
Entah Mengapa Menjadi Kecewa

Masih Tak Jua Datang Bahagia
Diantara Bingung Meraba – Raba
Sangka Dan Terka Di Pagar Kira
Mencari Jalan Salah Melangkah

Bahagia Itu Bukan Dimana
Tak Kemana Meski Dicari
Tuhan Itu Maha Segala
Tak Disangka Pasti Memberi

Ragu Tentang-Nya Harus Dibuang
Kembalikan Arah Lalu Berbalik
Bahagia Dari-Nya Datang Menjelang
Itu Satu – Satunya Jalan Terbaik

Bilapun Usia Terlanjur Uzur
Masih Terbuka Waktu Dan Luang
Sujur Terakhir Di Ujung Umur
Tak Mengapa Bukan Penghalang

Cahaya Dari-Nya Melebihi Surya
Tak Tenggelam Ditelan Malam
Sujud Terakhir Pasti Bermakna
Galilah Makna Yang Paling Terdalam

Hanya Di Dasar Laut Ada Mutiara
Hanya Di Dasar Bumi Ada Permata
Mungkin Di Dasar Hati Ada Rasa
Bawalah Itu Kembali Pada-Nya

By : Adji

BERCAK - BERCAK CINTA

Terjaga Tiba Membuyar Alpa
Tirai Penghijab Luluh Terperanga
Binar Tatap Berpanah Cinta
Belantara Hati Terjamah Rasa

Sesayup Salam Seakan Terhentak
Pengiring Sendu Dada Yang Berdetak
Detak Jantung Bak Menabuh Rebana
Diamku Beku Tercairkan Tinta

Sekilas Pandang Getarkan Rasa
Permata Hati Berkedok Raga
Tulus Hatinya Kalahkan Sutra
Selendang Kasihnya Ulurkan Cinta

Gugahan Kalbu Berbuntut Pesona
Polos Cintamu Merekah Sempurna
Mendayung Mutiara Di Laut Asmara
Kuasa Menolak Berpaling Pun Tanpa

Tangan Mendekap Hati Terbuka
Raihkan Cinta Harap Bersua
Tak Berdaya Dalam Sangka
Apalah Cinta Berbatas Kata

Biar Terlepas Merpati Terbang
Cinta Terbawa Kenang Membayang
Cinta Putih Bernoktahkan Sayang
Hati Bernyanyi Tanpa Berdendang

Terbersik Nada Sejukkan Hati
Illahi Bersikap Teguhkan Diri
Telunjuk Terarah Kaki Berdiri
Langkah Tertata Jalan Meniti

Dia Menangis Aku Pamitan
Cinta Terkikis Kasih Tertekan
Kelak BerhaRap Dekapan Pangeran
S’moga Tercapai Cinta Dan Tujuan

By : Adji

Selasa, 01 September 2009

HATIKU PILIH DIA

Aku sudah cukup berdo'a

Setelah sekian kali aku lalui

Suka duka memelihara cinta

Yang melilit perasaan dan hati



Dia bisa menjadi kakak aku

Yang menuntun dititian luguku

Dia bisa menjadi sahabat aku

Penampung butiran air mataku



Dia diam kalau aku marah

Dia tahu perahuku sedang goyah

Dia seperti air tenang yang menghanyutkan

Diatas air itu ada bunga yg ingin kutaburkan



Dia seperti pohon rindang yang teduh

Yang siap menepis panas ataupun hujan

Ada perlindungan di pohon itu yang tumbuh

Dibawahnya ada permadani yg ingin kualaskan



Dia setia seperti butiran pasir ditepian pantai

Setia jadi saksi datang dan pergi ombak ke lautan

Diatas pasir itu hatiku lebih senang dan damai

Diatas pasir itu namaku dan dia ingin kutuliskan



Kehormatanku dijaga seperti lilin dalam lentera

Dia ingin kehormatanku terlihat meski di kegelapan

Bisa jadi penerang kala kami lupa dan terlena

Dalam lentera itu lilinku rela aku nyalakan



Diantara sekian pria yang bilang naksir

Dari yang ganteng sampe yang paling tajir

Cuma dia yang mampu buat waktuku berharga

Dari mimpi sampai harapan aku tahu nilainya



Diatas air yang tenang

Dibawah pohon yang rindang

Didalam bingkai lentera

Ingin kuhidupkan cinta



Karena hatiku pilih dia . . .



By : Adji