Dindingnya Retak Oleh Kepercayaan
Tapi Selalu Dilapisi Cat – Cat Kebohongan
Yang Tampak Warna Dinding Kepalsuan
Terlihat Menarik Tetapi Menyesatkan
Contoh Penghuninya Adalah Tuan Gayus
Sosok Yang Penuh Dengan Akal Bulus
Pintar Memainkan Hukum Dengan Lembaran Fulus
Dari Tahanan Bisa Keluyuran Dengan Mulus
Istana Koruptor Tidak Pernah Sepi
Bukan Keran Istana Keadilan Sudah Ditinggalkan
Para Koruptor Tahu Sebuah Keadilan Bisa Dibeli
Meski Ditahan Mereka Tidak Akan Keteteran
Istana Koruptor Memang Banyak Fasilitas
Bahkan Mereka Duduk Di Kursi Yang Empuk
Tempat Yang Basah Pun Menjadi Prioritas
Ketika Ada Kesempatan Tak Ragu Untuk Dirauk
Istana Koruptor Letaknya Sangat Strategis
Posisi Tepat Mendapat Uang Negara Dengan Gratis
Mereka Sama Sekali Tidak Takut Dengan Pasal Berlapis
Asal Tumpukan Uang Di Rekening Tidak Pernah Kempis
Istana Koruptor Udaranya Mungkin Sejuk
Mereka Tak Pernah Gerah Meski Di Waktu Yang Sibuk
Sebab Cara Bekerjanya Diatur Sesuka Hati
Uang Lemburnya Pun Berlipat – Lipat Dari Gaji
Itulah Uang Lembur Hasil Dari Korupsi
Yang Banyak Diakali Dari Berbagai Instansi
Sedikit Atau Banyak Uang Ini Pasti Dicuri
Atasan Atau Bawahan Pasti Untung Asal Koordinasi
Tapi Sayang Instana Koruptor Sulit Digusur
Sebab Disekelilingnya Dipagari Oleh Kesenangan
Yang Tergoda Pasti Tak Kuasa Untuk Mundur
Apa Yang Di Depan Dianggap Sebuah Perjudian
Ketika Ulahnya Tidak Diketahui Maka Dia Sukses
Kalaupun Diketahui Asal Hukum Dibayar Bisa Beres
Kalaupun Dihukum Para Koruptor Tidak Pernah Ludes
Dan Yang Dihukum Hanya Para Bawahan Yang Lagi Apes
Istana Koruptor Dibangun Dengan 4 Dimensi
Ada 1 Dimensi Yang Jadi Sisi Abadi
Yang Selalu Dibungkus Manis Tanpa Bisa Dicurigai
Sehingga Bisa Dideteksi Saat Korupsi Sudah Terjadi
3 Dimensi Kebenaran Hanyalah Simbol
Kepercayaan, Jabatan Dan Anggaran
Itulah Dimensi Yang Musnah Dengan Angka Nol
1 Dimensi Berhasil Maka Korupsi Dimenangkan
Di Istana Koruptor Tuan Gayus Mungkin Ada Di Terasnya
Siapa Penghuni Singgasana Istana Koruptor Sebenarnya
Dalam 1 Kasus Korupsi Pasti Selalu Ada Dalangnya
Kenapa Sampai Sekarang Yang Diobok – Obok Hanya Wayangnya?
By : Adji