Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 26 Maret 2011

ISTANA KORUPTOR



Dindingnya Retak Oleh Kepercayaan
Tapi Selalu Dilapisi Cat – Cat Kebohongan
Yang Tampak Warna Dinding Kepalsuan
Terlihat Menarik Tetapi Menyesatkan


Contoh Penghuninya Adalah Tuan Gayus
Sosok Yang Penuh Dengan Akal Bulus
Pintar Memainkan Hukum Dengan Lembaran Fulus
Dari Tahanan Bisa Keluyuran Dengan Mulus


Istana Koruptor Tidak Pernah Sepi
Bukan Keran Istana Keadilan Sudah Ditinggalkan
Para Koruptor Tahu Sebuah Keadilan Bisa Dibeli
Meski Ditahan Mereka Tidak Akan Keteteran


Istana Koruptor Memang Banyak Fasilitas
Bahkan Mereka Duduk Di Kursi Yang Empuk
Tempat Yang Basah Pun Menjadi Prioritas
Ketika Ada Kesempatan Tak Ragu Untuk Dirauk


Istana Koruptor Letaknya Sangat Strategis
Posisi Tepat Mendapat Uang Negara Dengan Gratis
Mereka Sama Sekali Tidak Takut Dengan Pasal Berlapis
Asal Tumpukan Uang Di Rekening Tidak Pernah Kempis


Istana Koruptor Udaranya Mungkin Sejuk
Mereka Tak Pernah Gerah Meski Di Waktu Yang Sibuk
Sebab Cara Bekerjanya Diatur Sesuka Hati
Uang Lemburnya Pun Berlipat – Lipat Dari Gaji


Itulah Uang Lembur Hasil Dari Korupsi
Yang Banyak Diakali Dari Berbagai Instansi
Sedikit Atau Banyak Uang Ini Pasti Dicuri
Atasan Atau Bawahan Pasti Untung Asal Koordinasi


Tapi Sayang Instana Koruptor Sulit Digusur
Sebab Disekelilingnya Dipagari Oleh Kesenangan
Yang Tergoda Pasti Tak Kuasa Untuk Mundur
Apa Yang Di Depan Dianggap Sebuah Perjudian


Ketika Ulahnya Tidak Diketahui Maka Dia Sukses
Kalaupun Diketahui Asal Hukum Dibayar Bisa Beres
Kalaupun Dihukum Para Koruptor Tidak Pernah Ludes
Dan Yang Dihukum Hanya Para Bawahan Yang Lagi Apes


Istana Koruptor Dibangun Dengan 4 Dimensi
Ada 1 Dimensi Yang Jadi Sisi Abadi
Yang Selalu Dibungkus Manis Tanpa Bisa Dicurigai
Sehingga Bisa Dideteksi Saat Korupsi Sudah Terjadi


3 Dimensi Kebenaran Hanyalah Simbol
Kepercayaan, Jabatan Dan Anggaran
Itulah Dimensi Yang Musnah Dengan Angka Nol
1 Dimensi Berhasil Maka Korupsi Dimenangkan


Di Istana Koruptor Tuan Gayus Mungkin Ada Di Terasnya
Siapa Penghuni Singgasana Istana Koruptor Sebenarnya
Dalam 1 Kasus Korupsi Pasti Selalu Ada Dalangnya
Kenapa Sampai Sekarang Yang Diobok – Obok Hanya Wayangnya?


By : Adji

Senin, 07 Maret 2011

SENANDUNG KUPU – KUPU KECIL*

Kepompongmu Baru Kemarin Senja
Bahkan Candamu Masih Seumur Jagung
Meski Kelopak Hatimu Telah Merah Muda
Jangan Menanam Mawar Di Antara Jagung


Meski Perasaanmu Telah Selembut Embun
Jangan Terlalu Pagi Jalan Cinta Kau Tuntun
Tepian Jalan Cinta Ada Parit – Parit Luka
Parit Luka Lebih Merah Di Jembatan Setia


Lihatlah Wanita Dewasa Yang Terluka
Mereka Sepi Dipersimpangan Tak Bertenda
Rumah Cintanya Jadi Panas Untuk Berteduh
Terhembus Angin Resah Dicelah Hati Yang Rapuh


Aku Memang Hanyut Oleh Tatapan Sendu Matamu
Lebih Indah Dari Kepak Sayap Kupu – Kupu Malam
Kau Bukan Wanita Jalang Tapi Perempuan Lugu
Kau Memang Manis Tapi Tanpa Asam Garam


Cintamu Melompat – Lompat Seperti Monyet
Kegirangan Dalam Ayunan Dahan Muda
Cinta Monyetmu Bisa Dibunuh Cinta Kebelet
Yang Tak Tahan Melihat Hijau Daun Muda


Aku Masih Ingin Membuka Hati Kecilku
Aku Tepis Hatimu Dengan Rasa Sayang
Meski Perasaan Cintamu Seperti Kereta Berpacu
Kutakut Melepasmu Di Atas Pelana Yang Guncang



Belum Saatnya Kau Layu Sebelum Berkembang
Jadilah Harum Sebelum Datang Sang Kumbang
Tapi Jangan Lupakan Aku Sembari Kau Pulang
Karena Hanya Kamulah Gadis Yang Aku Sayang
By : Adji

KUPU – KUPU DIATAS JEMARI ( 2 )*



Penantian Jaris Manis Yang Sepi
Diantara Keluguan Jarum Detik
Jangan Kau Gadaikan Sesingkat Mimpi
Seuntai Benang Merah Cobalah Kau Tarik


Meski Segenggam Tak Berarti Sekuntum
Ada Senoktah Yang Kutilis Mesti Tak Sebaris
Biarlah Yang Semerbak Meski Tak Seharum
Selangkah Hati Tak Selalu Berarti Pesimis


Kau Adalah Putri Diantara Peri Bunga
Rasa Hambarmu Bukan Pada Mahkota
Aku Tahu Bilik Hatimu Yang Tak Bersandiwara
Setetes Air Matamu Selalu Jadi Segayung Do’a


Aku Tak Selalu Memandikanmu Dengan Syukur
Meski Kutasbihkan Jelitamu Yang Tak Bercela
Mungkin Masih Ada Pengeran Yang Tertidur
Kharismanya Akan Silau Saat Cintamu Bercahaya


Ketika Kudanya Tak Beranjak Melangkahi Hatimu
Disitulah Pengeran Berlutut Padamu Tanpa Mahkota
Dia Akan Tahu Cinta Yang Tersamarkan Hambarmu
Kuyakin Dia Akan Melukismu Di Singgasana Raja


Aku Hanya Pujangga Yang Tak Berdiary
Surat Cintaku Bahkan Tak Melebihi Lembaran Puisi
Yang Kucoba Memberimu Rasa Aman Di Hati
Ku Menjagamu Seperti Kupu – Kupu Di Atas Jemari


By : Adji

BIDADARIKU



Duhai Bidadariku . . .
Jika Kau Memang Ada Di Dunia
Kuingin Kau Adalah Yang Pernah Disebut Tuhanku
Yang Sangat Indah Ketika Dijelaskan Dengan Ayat-Ayat-Nya


Kau Tidak Perlu Harus Turun Dari Syurga
Aku Akan Terima Engkau Apa Adanya
Jadilah Kau Adalah Permata Dunia
Yang Pandai Menyulam Antara Senyum Dan Do'a


Aku Ingin Melihat Di Sorot Matamu
Sebuah Mentari Yang Tak Pernah Tenggelam
Aku Ingin Melihat Disenyum Manismu
Lengkungan Bulan Sabit Yang Tak Pernah Terbenam


Jadilah Kau Seperti Lonceng Yang Kecil
Yang Mudah Berdenting Ketika Hatiku Tersentuh
Sehingga Aku Bisa Renungi Tarian Dedaunan Yang Kecil
Adalah Semakna Tangisan Bayi Yang Sedang Tumbuh


Jadilah Engkau Beranda Dalam Jiwaku
Tempat Kujulurkan Tirai - Tirai Air Mataku
Supaya Bisa Menjadi Pelindung Wanita Lain Di Depanku
Hingga Jelas Kubedakan Antara Kasih Sayang Dan Nafsu


Duhai Bidadariku . . .
Luluhkanlah Hatiku
Dari Ranting Gersang Yang Kaku
Menjadi Bunga Sakura Ditaburi Salju


Duhai Bidadariku . . .
Lumpuhkanlah Amarahku
Dari Nyala Api Yang Membiru
Menjadi Sehangat Kain Berbulu


Duhai Bidadariku . . .
Tautkanlah Cinta Hatiku
Dari Kesan Pria Yang Menunggu
Jadi Pria Yang Semangat Berpacu


Bantulah Aku Menggapai Syurga
Kadang Kulalai Pada Embun Pagi Dan Bintang
Sehingga Kusulit Lepas  Dari Celah - Celah Sandiwara
Tak Pernah Kudapati Hakikat Di Selayang Pandang


Bentangkan Selendangmu Untuk Tempatku Bersujud
Aku Ingin Selendangmu Menjadi Saksi
Kapan Hatiku Rebah Luluh Dihadapan Maha Wujud
Ketika Aku Tiada Kau Sadar Kemana Aku Kembali


Hidupkanlah Semua Semesta Hatimu
Disitulah Anak Kita Menemukan Bahagia
Hanya Dalam Kandungan Dan Setiap Buaian Pelukanmu
Anak Kita Bisa Merasakan Ketenangan Syurga


Duhai Bidadariku . . .
Kaulah Pelengkap Sunah Sang Rasul
Aku Restui Semua Pengorbananmu Padaku
Semoga Meringankan Doa'mu Menjadi Terkabul


By : Adji

KUPU - KUPU DIATAS JEMARI ( 1 )

Tak Pandai Kuberdendang Dan Menyanyi
Hingga Tak Kupandang Desah Dawai - Dawai Kecapi
Yang Memohon Tuk Kumainkan Dengan Jemari
Ku Hanya Rindu Menyingkap Misteri Nada Sunyi


Nada Yang Mengintip Dibalik Diam
Yang Sering Menghias Rembulan Malam
Yang Paginya Terbawa Embun Di Dedaunan
Hingga Melahirkan Makna Dalam Kebeningan


Jika Dawai - Dawai Kecapi Berdenting
Aku Rela Menunggu Dan Tak Berpaling
Aku Hanya Menanti Seyum Yang Tersungging
Yang Ingin Kuhiasi Kala Kita Bersanding


Kuingin Kau Datang Padaku Diantara Nada Sunyi
Nada Yang Hanya Mengerti Melodi Hati
Yang Pernah Mengikat Hati Sang Raja Dan Permaisuri
Saat Mereka Tak Diganggu Para Dayang Dan Seisi Negeri


Maka Kala Kita Saling Bertatapan
Hati Kita Seperti Ditaburi Bunga Yang Berjatuhan
Hingga Hati Kita Sama - Sama Luluh Di Lembah Kasih Sayang
Lembah Yang Jadi Tempat Seluruh Mata Air Tergenang


Disitulah Dahaga Asmara Kita Di Segarkan
Yang Sering Terurai Memanjang Dalam Kerinduan
Rindu Yang Dibawa Berlari Para Detik Memutari Jam
Hingga Sang Pagi Terasa Jauh Dengan Sang Malam


Tapi Setelah Kita Bertatapan Dan Berjumpa
Tak Penting Lagi Makna Duka Dan Bahagia
Kita Menjadikan Semua Itu Seperti Boneka Dalam Pelukan
Kasih Sayang Membuat Kita Sehati Dalam Tawa Dan Rintihan


Maka Meski Aku Bukan Lagi Berdendang Dan Menyanyi
Datanglah Kekasiku Dengan Melodi Di Hati
Aku Akan Menenanimu Meski Di Malam Yang Sunyi
Akan Kujaga Engkau Seperti Kupu - Kupu Di Atas Jemari


By : Adji

SAJAK – SAJAK EMBUN

Tentang Kesetiaan
Ada Disetiap Tetesan
Setia Meniti Dipermulaan Waktu
Setia Menemani Detik Pagi Berlalu
Tentang Keabadian
Ada Disetiap Tetesan
Tetes Yang Jadi Penghantar Hidup Bermula
Dan Pada Tetesan Mana Hidup Tiada
Tentang Kesucian
Ada Disetiap Tetesan
Kebeningan Yang Lahir Dikeheningan
Ketika Debu Masih Berbaring Damai Di Jalanan
Tentang Kecantikan
Ada Disetiap Tetesan
Tetesan Yang Menghiasi Kembang
Menjadikan Bunga Segar Di Mata Kumbang
Tentang Keberanian
Ada Disetiap Tetesan
Berani Jatuh Dari Jarak Sang Awan
Meluncur Ke Bumi Penuh Keyakinan
Tentang Keikhlasan
Ada Disetiap Tetesan
Memberi Segalanya Yang Bernilai
Ketika Para Manusia Masih Terbuai
By : Adji

JIKA TAK ADA

Jika Tak Ada Sebotol Minyak Yang Wangi
Maka Cukuplah Sebatang Sabun Yang Wangi
Setidaknya Itu Bisa Menyucikan
Bernilai Lebih Selain Mengharumkan


Jika Tak Ada Sepiring Nasi Yang Putih
Maka Cukuplah Dengan Seliter Air Yang Bersih
Lapar Di Siang Hari Untuk Pembelajaran
Teguklah Air Bersih Untuk Simbol Penyucian


Jika Tak Ada Sebait Sajak Atau Puisi
Maku Cukuplah Sepotong Do'a Di Hati
Puisi Yang Tak Jua Membuka Ragu Hatinya
Maka Biarkan Ada Penggugah Hati Dari-Nya


Jika Tak Ada Rembulan Yang Menghiasi
Cukuplah Sebatang Lilin Yang Menerangi
Maka Diantara Cahaya Yang Redup Dan Remang
Redupkanlah Kegelisahan Dalam Cahaya Yang Tenang


Jika Tak Ada Sekarung Anggur Di Dalam Peti
Maka Cukuplah Sesisir Pisang Matang Di Lemari
Lembut Manisnya Pisang Mengenyangkan Si Buah Hati
Bahagialah Keluarga Yang Dirahmati


Jika Tak Ada Sepasang Cincin Emas Yang Menghiasi
Maka Cukuplah Setetes Air Mata Diantara Jemari
Celupkan Cintanya Dalam Larutan Hati Nurani
Kasih Sayang Jadi Penggenggam Manisnya Jemari


Jika Tak Ada Gaun Cantik Bagi Sang Putri
Maka Cukuplah Selembar Kain Yang Putih
Balutkanlah Mahkota Dan Tubuh Sang Putri
Jadikan Kerudung Diam Yang Diberkahi


Jika Tak Ada Lukisan Indah Sang Afandi
Maka Cukuplah Dengan Sekeranjang Melati
Hiaslah Rumahmu Dengan Kesederhanaan
Kesederhanaan Adalah Awal Kelapangan


Akhirnya . . .
Jika Merasa Tak Ada Tujuan Dalam Hidup Ini
Maka Cobalah Untuk Kembali Pada-Nya
Semoga Dituntun Sampai Di Akhirat Nanti





By : Adji

CINTA TANPA BATAS

Ketika Angkasa Luas Tak Berbatas
Maka Pantas Ada Berjuta Bintang Disana
Ketika Asmara Cinta Tak Berbatas
Maka Pantas Ada Berjuta Ruang Disana


Hanyalah Di Angkasa . . .
Kita Tidak Mengenal Siang Dan Malam
Hanyalah Di Angkasa . . .
Kita Tidak Mengenal Terbit Dan Tenggelam


Padahal Disanalah Matahari Dititipkan
Dan Disanalah Sang Purnama Diletakkan
Justru Disanalah Matahari Menjadi Sejati
Bahkan Disanalah Rembulan Menjadi Hakiki


Matahari Bisa Berjaya Dengan Sinarnya
Rembulan Bisa Bahagia Dengan Terangnya
Tidak Terusik Awan Berarak
Tidak Terusik Dedaunan Bergerak


Begitulah Cinta Tak Berbatas
Tak Mengenal Siang Ataupun Malam
Cinta Yang Hidup Dengan Bebas
Di Darat Tak Terbenam Di Laut Tak Tenggelam


Apakah Disana Juga Matahati Dititipkan
Yang Mampu Melihat Dengan Hakiki
Penglihatan Yang Seakan Dicerahkan
Hanya Untuk Yang Mendapat Cinta Sejati


Dengan Cinta Tanpa Batas
Maka Segala Kekurangan Ada Ruangnya
Ruang Untuk Berbagi Dan Membalas
Bisa Mengisi Selain Yang Ada Padanya


Ketika Semua Ruang Hatinya Terbuka
Artinya Dia Tak Lagi Ingin Memilih
Diantara Segelintir Orang Yang Tidak Percaya
Dirinya Sudah Diyakinkan Sang Maha Pengasih


Ketika Orang Tak Mampu Mendaki Di Bukit Ketulusan
Dan Orang Tak Sanggup Berlayar Di Laut Kesetiaan
Justru Dia Sedang Menanam Bunga Di Dibukit Bersalju
Dan Dia Sedang Memberi Makan Ikan Di Laut Membiru


Ketika Orang Sulit Menentukan Warna Cinta
Dia Sedang Melukis Dengan Warna – Warna Itu
Ketika Masih Ada Yang Menghitung Air Mata
Dia Sudah Menampung Air Matanya Dalam Kalbu


Air Mata Yang Tak Lagi Jadi Pembeda
Bahagia Dan Duka Hanyalah Pinang Dibelah Dua
Dia Meleburkan Dirinya Dalam Setiap Arti Kata Cinta
Maka Bahagia Dan Duka Hanya Dibatasi Tanda Koma


Ketika Dia Terima Orang Apapun Kekurangannya
Artinya Di Sedang Melepas Semua Dunianya
Dia Akan Mengajak Meniti Ruang Seluas Angkasa
Ruang Yang Mungkin Dibukakan Pintu Surga


By : Adji

CINTA “INDRA KE-ENAM”

Cinta Itu Sebuah Dunia
Yang Punya Ciri Khas Berbeda
Bisa Melebihi Batas Dunia Nyata
Bisa Dunia Gaib Atau Dunia Maya


Dunia Cinta Bisa Menyentuh Ilmu Santet
Menjalin Cinta Dengan Cara Di Pelet
Diramal Pake Kartu Atau Ramalan Bintang
Adakah Indera Keenam Tuk Menjalin Kasih Sayang


Dengan Cinta Harusnya Membuat Kita Sadar
Tentang Apa Yang Terjadi Di Sekitar
Dengan Cinta Tak Ingin Kekasih Tersamar
Bahkan Rahasia Tentangnya Ingin Dibongkar


Diri Kita Juga Semakin Tergugah
Bahkan Kadang Mencoba Untuk Berubah
Demi Kekasih Hati Yang Tercinta
Demi Tujuan Bahagia Bersama


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Lihat
Bukan Sekedar Nikmat Di Mata
Haruslah Melatih Kepekaan Tersirat


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Cium
Harus Mengelola Kebencian Jiwa
Bukan Sekedar Aroma Tubuh Yang Harum


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Ucapkan
Buka Sebatas Puisi – Puisi Pujangga
Haruslah Bisa Dipegang Sebagai Jaminan


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Sentuh
Haruslah Sejajar Mencipta Kehidupan
Sejajar Dengan Makna Bunga Yang Tumbuh


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Pikirkan
Menuntut Sebuah Arti Bijaksana
Dalam Keadilan Hati Di Tangan Tuhan


Maka Dengan Cinta
Ada Lima Indera Yang Dituntut Bekerja
Dari Mata Sampe Pikiran
Harus Bisa Menuntun Hati Di Titian


Jika Lima Indera Itu Bersatu
Akan Lahir Satu Indera Yang Baru
Menjadi Indera Keenam Bagimu
Menjadi Pelengkap Cinta Sejatimu


Bukankah Tuhan Juga Berkata
Ia Akan Menjadi Mata Bagi Kita
Jika Kita Sudi Sejalan Dengan-Nya
Ini Juga Akan Jadi Indera Keenam Kita


Bukankah Tuhan Juga Berjanji
Dia Akan Menanggung Segala Rejeki
Jika Kita Mencintai Atas Nama-Nya
Bacalan Surah An-Nuur Ayat 32


By : Adji

INDAHNYA KEBERSAMAAN



Kalau Ada Tepung Dan Gula
Kuning Telur Dan Santan Kelapa
Gabungkanlah Mereka Dengan Takaran Pas
Akan Jadi Hidangan Dengan Rasa Yang Khas


Kalau Ada Seikat Kangkung Dan Kacang Panjang
Semangkuk Tauge Dan Bumbu Kacang
Gabungkanlah Mereka Dengan Takaran Yang Tepat
Akan Jadi Hidangan Dengan Rasa Yang Nikmat


Kalau Ada Semen Dan Batu Bata
Pasir Kali Dan Balok Kayu
Buatlah Sebuah Bangunan Dengannya
Jadikan Tempat Tinggal Bagimu


Pada Akhirnya Juga
Jika Dalam Takaran Pas
Akan Dicampur Garam Dan Gula
Menjadi Cairan Berarti Dalam Gelas


Padah Akhirnya Juga
Minuman Nikmat Akan Tercipta
Jika Si Hitam Kopi Dan Si Putih Susu
Dicampur Kedalam Wadah Yang Satu


Bukankah . . .
Tuhan Mencipta Dengan Takaran Yang Pas
Meski Kasat Mata Ada Yang Bercelah
Dapatkah Kita Menemukan Perpaduan Yang Pantas


Cobalah Cari
Miskin Dan Kaya Hidup Bersama Dan Bersahaja
Cobalah Selidiki
Cantik Dan Buruk Rupa Bersahabat Dan Setia


Cobalah Renungi
Benda Mati Bisa Jadi Perpaduan Indah
Dalam Kebersamaan Yang Harmoni
Apalagi Manusia Dengan Segenap Anugerah


Kepada Yang Punya Kesempatan
Kepada Yang Menguasai Keadaan
Siapa Yang Sudi Memulai Kebersamaan
Siapa Yang Peduli Menuju Keutuhan


Apakah Kebersamaan Ini Harus Menjadi Sulit
Apakah Perbedaan Ini Menjadi Semakin Pahit
Kepada Mereka Yang Berpenyakit
Pantaslah Kita Beri Semangat Pembangkit


Kepada Mereka Yang Malang
Pantaslah Kita Berikan Kasih Sayang
Kepada Mereka Yang Kecewa
Pantaslah Kita Berikan Setitik Asa


Rangkulah Mereka Yang Terkucilkan


By : Adji

CINTA MONYET & CINTA KEBELET



Katanya . . .
Cinta Itu Sulit Dijelaskan
Nyatanya . . .
Cinta Itu Mudah Dirasakan


Bagi Yang Masih ABG
Cintanya Jadi Cinta Monyet
Bagi Yang Sudah Gede
Cinta Monyet Jadi Makin Kebelet


Cinta Monyet Itu Cuma Main - Main Aja
Tapi Cinta Kebelet Juga Ada Permainannya
Cinta Monyet Bisa Terbawa Arus Kesenangan
Cinta Kebelet Bisa Terbawa Arus Kenikmatan


Cinta Monyet Itu Murah Meriah
Cinta Kebelet Murahnya Dipisah Sama Meriah
Cinta Monyet Jadi Tidaknya Dua - Duanya Tenang
Cinta Kebelet Jadi Tidaknya Dua - Duanya Tegang


Tapi Cinta Monyet Ada Bibit - Bibit Ketulusan
Kalau Suka Ya Benar - Benar Memang Suka
Meski Suka Yang Tidak Harus Dipertanggujawabkan
Tapi Rasa Suka Yang Benar - Benar Apa Adanya


Cinta Kebelet Tulusnya Harus Benar - Benar Bisa Mulus
Kerikil - Kerikil Sudah Terasa Semakin Tajam
Apa Yang Dibilang Suka Haruslah Mampu Untuk Ditebus
Jangan Sampai Meninggalkan Jejak - Jejak Yang Kelam


Cinta Monyet Bisa Sambil Bermain Dengan Teman Sendiri
Cinta Kebelet Lebih Asyik Bermain Dengan Pacar Sendiri
Karena Teman Cinta Monyet Yang Iri Bukan Bibit Masalah
Tapi Teman Cinta Kebelet Yang Iri Malah Jadi Biang Masalah


Kalau Cinta Monyet Hanya Seumur Jagung
Kalau Cinta Kebelet Jagungnya Harus Diawetkan
Apa Yang Dipetik Harus Bernilai Untuk Ditabung
Supaya Tak Mati Setiap Musim Harus Disemaikan


Bermain Cinta Monyet Mungkin Bisa Di Pelataran SD
Tapi Cinta Kebelet Bisa Rumit Meski Di Pelataran RT
Padahal Di SD Bakal Ketahuan Teman Satu Sekolah
Sedangkan Di RT Cuma Ketahuan Sama Si Abah


Di Sekolah Kalau Salah Hukumannya Angkat Kaki Satu Saja
Tapi Sama Si Abah Bisa Disuruh Angkat Kaki Dua - Dua
Itupun Di Sekolah Uang Jajan Tidak Diambil Guru
Sama Si Abah Cuma Modal Dompet Kosong Di Saku


Tapi Cinta Selalu Terpulang Pada Kesadaran Hati
Susah Dan Senang Tak Sebanding Diukur Benar Dan Salah
Jika Berusaha Benar Itulah Yang Hakiki
Dalam Kebenaran Yang Susah Menjadi Lumrah


By : Adji

BALADA AWAN DAN HUJAN

Bukan Menggoda Bintik – Bintik Awan
Tapi Aku Sendu Dimanja Gerakannya
Bukan Merayu Rintik – Rintik Hujan
Tapi Aku Syahdu Dilanda Dinginnya


Antara Hari Yang Terang Dan Remang
Antara Hati Yang Luka Dan Senang
Dua Kondisi Yang Berlawanan
Madu Dan Empedu Jadi Secawan


Bintik – Bintik Awan Yang Pergi
Mengingatkan Kesan Sesuatu Yang Pergi
Rintik – Rintik Hujan Yang Dingin
Merindukan Kehangatan Terjalin


Awan Dan Hujan . . .
Kalian Adalah Penghuni Langit
Apa Yang Sudah Kalian Saksikan
Adakah Sandiwara – Sandiwara Pahit


Awan Dan Hujan . . .
Apa Yang Hendak Kalian Bawakan
Dengan Gerakmu Yang Tak Menunggu
Adakah Mengusir Sisa – Sisa Ragu


Awan Dan Hujan . . .
Ketika Kalian Disentuh Oleh Teknologi
Tentang Aktivitasmu Yang Diramalkan
Masih Adakah Sesuatu Yang Tersembunyi


Jika Masih Ada Yang Tersembunyi
Datanglah Ketika Aku Terbuai Mimpi
Bawakan Sesuatu Padaku Yang Berbeda
Yang Membedakan Antara Salah Dan Dosa


Awan . . .
Mungkin Kau Telah Mengelilingi Dunia
Bolehkah Aku Ingin Menitipkan
Yang Tak Bisa Kunyanyikan Dengan Nada


Aku Ingin Semua Makhluk Melihatnya
Sama Seperti Mereka Melihat Tuhannya
Mereka Melihat Dengan Segenap Jiwa
Detik Dimana Mereka Mengabaikan Dunianya


Hujan . . .
Engkau Telah Sering Menyuci Bumi
Bolehkah Aku Ingin Menitipkan
Yang Tak Bisa Kusimpan Dalam Hati


Aku Ingin Semua Bening Menggambarkannya
Menjadi Lukisan Sebening Cinta
Sehingga Kasih Sayang Akan Jelas Dirasa
Tanpa Harus Mendustai Arti Merah Muda


Awan Dan Hujan  . . .
Bolehkan Do’aku Kalian Sertakan
Kembalikanlah Jika Ada Jawaban
Sambil Kumenanti Sang Rembulan


By : Adji