Bukan Menggoda Bintik – Bintik Awan
Tapi Aku Sendu Dimanja Gerakannya
Bukan Merayu Rintik – Rintik Hujan
Tapi Aku Syahdu Dilanda Dinginnya
Antara Hari Yang Terang Dan Remang
Antara Hati Yang Luka Dan Senang
Dua Kondisi Yang Berlawanan
Madu Dan Empedu Jadi Secawan
Bintik – Bintik Awan Yang Pergi
Mengingatkan Kesan Sesuatu Yang Pergi
Rintik – Rintik Hujan Yang Dingin
Merindukan Kehangatan Terjalin
Awan Dan Hujan . . .
Kalian Adalah Penghuni Langit
Apa Yang Sudah Kalian Saksikan
Adakah Sandiwara – Sandiwara Pahit
Awan Dan Hujan . . .
Apa Yang Hendak Kalian Bawakan
Dengan Gerakmu Yang Tak Menunggu
Adakah Mengusir Sisa – Sisa Ragu
Awan Dan Hujan . . .
Ketika Kalian Disentuh Oleh Teknologi
Tentang Aktivitasmu Yang Diramalkan
Masih Adakah Sesuatu Yang Tersembunyi
Jika Masih Ada Yang Tersembunyi
Datanglah Ketika Aku Terbuai Mimpi
Bawakan Sesuatu Padaku Yang Berbeda
Yang Membedakan Antara Salah Dan Dosa
Awan . . .
Mungkin Kau Telah Mengelilingi Dunia
Bolehkah Aku Ingin Menitipkan
Yang Tak Bisa Kunyanyikan Dengan Nada
Aku Ingin Semua Makhluk Melihatnya
Sama Seperti Mereka Melihat Tuhannya
Mereka Melihat Dengan Segenap Jiwa
Detik Dimana Mereka Mengabaikan Dunianya
Hujan . . .
Engkau Telah Sering Menyuci Bumi
Bolehkah Aku Ingin Menitipkan
Yang Tak Bisa Kusimpan Dalam Hati
Aku Ingin Semua Bening Menggambarkannya
Menjadi Lukisan Sebening Cinta
Sehingga Kasih Sayang Akan Jelas Dirasa
Tanpa Harus Mendustai Arti Merah Muda
Awan Dan Hujan . . .
Bolehkan Do’aku Kalian Sertakan
Kembalikanlah Jika Ada Jawaban
Sambil Kumenanti Sang Rembulan
By : Adji






0 komentar:
Posting Komentar