Kepompongmu Baru Kemarin Senja
Bahkan Candamu Masih Seumur Jagung
Meski Kelopak Hatimu Telah Merah Muda
Jangan Menanam Mawar Di Antara Jagung
Meski Perasaanmu Telah Selembut Embun
Jangan Terlalu Pagi Jalan Cinta Kau Tuntun
Tepian Jalan Cinta Ada Parit – Parit Luka
Parit Luka Lebih Merah Di Jembatan Setia
Lihatlah Wanita Dewasa Yang Terluka
Mereka Sepi Dipersimpangan Tak Bertenda
Rumah Cintanya Jadi Panas Untuk Berteduh
Terhembus Angin Resah Dicelah Hati Yang Rapuh
Aku Memang Hanyut Oleh Tatapan Sendu Matamu
Lebih Indah Dari Kepak Sayap Kupu – Kupu Malam
Kau Bukan Wanita Jalang Tapi Perempuan Lugu
Kau Memang Manis Tapi Tanpa Asam Garam
Cintamu Melompat – Lompat Seperti Monyet
Kegirangan Dalam Ayunan Dahan Muda
Cinta Monyetmu Bisa Dibunuh Cinta Kebelet
Yang Tak Tahan Melihat Hijau Daun Muda
Aku Masih Ingin Membuka Hati Kecilku
Aku Tepis Hatimu Dengan Rasa Sayang
Meski Perasaan Cintamu Seperti Kereta Berpacu
Kutakut Melepasmu Di Atas Pelana Yang Guncang
Belum Saatnya Kau Layu Sebelum Berkembang
Jadilah Harum Sebelum Datang Sang Kumbang
Tapi Jangan Lupakan Aku Sembari Kau Pulang
Karena Hanya Kamulah Gadis Yang Aku Sayang
By : Adji






0 komentar:
Posting Komentar