Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 29 Desember 2009

MEMORI TAHUN BARU ( Pesan Perpisahan Tahun )

Setebal Buku Harian Tertulis

Segala Kesan Tentang Arti Hidup

Tersisa Kisah Yang Belum Habis

Tak Kuasa Lembar Akhir Ditutup



Lentikan Mata Masih Berkedip

Tarikan Nafas Masih Mendesah

Mentari Pagi Masih Mengintip

Awan Di Langit Masih Mencerah



Berbalik Pandang Ke Masa Silam

Memetik Hikmah Membuang Kelam

Tarik Pelajaran Berbekal Paham

Tinggalkan Kenang Diambang Salam



Tanpa Terasa Hari Berganti

Dari Senin Hingga Ke Minggu

Bulan Berlalu Tanpa Permisi

Dari Kemarin Ke Tahun Baru



Kembang Api Penghias Gelap

Tertunduk Bintang Tanpa Terlelap

Petasan Pecah Mengusir Senyap

Terbentuk Riang Meski Sekejap



Semalam Bahagia Setahun Menunggu

Satu Jam Berharga Satu Hari Berarti

Waktu Yang Pergi Tak Akan Menunggu

Memilih Tujuan Satu Yang Pasti



Masa Tuk Mencari Arti Hidup

Bersama Waktu Yang Jadi Teman

Kadang Bingung Hati Tertutup

Yakinkan Diri Kepada Tuhan



Sebelum Terlambat Jemput Harapan

Sebelum Terhambat Rebut Impian

Jangan Berpaling Dari Suratan

Tetap Meniti Langkah Kedepan



Setapak Jalan Maju Terlangkah

Sekepal Cita Tangan Menggenggam

Setitik Cahaya Yang Ternoktah

Jadikan Penerang Dari Yang Kelam



Sebelum Yang Akhir Datang Menyapa

Sampaikan Salam Pada Yang Mula

Sebelum Tertutup Asa Dan Cita

Temukan Damai Dan Tenang Di Dada



“Selamat Tahun Baru 2010”



By : Adji

SEMESTAKU DI HATI 3

Wahai “Sang Penyejuk Hati”

Pelengkap Kasih Tulus Sang Ibu

Artikan Hidupku Yang Sementara Ini

Bawalah Resahku Ke Langit Yang Biru



Tukarkanlah Dengan Segenggam Awan

Karena Air Mata Ini Ingin Kuikhlaskan

Bukan Hanya Karena Kehilangan Kawan

Tapi Mengganti Do’aku Yang Tersisihkan



Dimana Saja Kakiku Mencium Bumi

Jangan Biarkan Kuinjak – Injak Asmara

Karena Tak Ada Payung Yang Kumiliki

Yang Bisa Menahan Derai Hujan Luka



Sampaikan Pula Salamku Yang Terbang

Jangan Tepis Diantara Waktu Yang Padat

Karena Kutakut Diwaktu Yang Senggang

Dia Akan Merindukanku Didalam Ingat



Biarkan Juga Tinta Hatiku Menjadi Puisi

Karena Ketika Aku Tak Bersamanya

Kuingin Diriku Tetap Terwakili

Biarlah Dia Dekap Puisiku Di Dadanya



Jika Semesta Hatiku Mendung Dan Hujan

Hanyutkan Semua Airnya Ke Samudra

Supaya Kerang – Kerang Kecil Bisa Ketahuan

Inilah Alir Jiwaku Yang Kadang Berkelana



Jika Hujannya Hanya Separuh Musim

Maka Sisakanlah Untukku Musim Semi

Ada Bunga Yang Tak Sempat Kukirim

Ingin Kutanam Sebelum Diriku Pergi



Ku Ingin Sempat Di Panggil Ayah Tercinta

Sebagai Tanda Lahirnya Keluarga Bahagia

Tapi Kumasih Mencari Istri Tersayang

Itu Tanda Dimulainya Cinta Yang Tenang



Aku Ingin Sebelum Melipat Sajadah

Aku Tinggalkan Nafsu Dan Amarah

Tapi Terkadang Aku Menjadi Lengah

Selalu Kuikat Antara Benar Dan Salah



Padahal Tak Ingin Kuingkari Yang Kusembah

Sejujurnya Diriku Memang Insan Yang Lemah

Semesta Hatiku Banyak Meniru Ciptaan-Nya

Dan Suatu Saat Akan Musnah Di Titah-Nya



Kalau Aku Sombong Setinggi Bintang Di Langit

Jatuhkanlah Aku Hingga Ke Dasar Samudera

Meski Hanya Kerang – Kerang Kecil Yang Mengigit

Tetap Kan Kuakui Dosa – Dosaku Apa Adanya



Tuhan . . .

Kaulah Yang Paling Tahu Semestaku Di Hati



By : Adji

Sabtu, 19 Desember 2009

S A H A B A T

Arti Sahabat Melebihi Teman
Hubungan Diatasnya Kawan
Tapi Bukan Hubungan Percintaan
Mungkin Ini Titik Keistimewaan

Disana Juga Ada Setia
Kesetiaan Yang Berbeda
Setia Tanpa Harus Merayu
Setia Tanpa Harus Cemburu *)

Disana Juga Ada Sayang
Bukan Ada Uang Disayang
Tak Ada Uang Ditendang
Berbeda Tapi Sulit Dibilang

Disana Juga Ada Berbagi
Berbagi Apa Yang Dimiliki
Tanpa Harus Saling Memiliki
Boleh Kesana Bebas Kemari

Disana Juga Ada Bahagia
Tanpa Perlu Mengikat Janji
Selalu Ada Tawa Kapan Saja
Tanpa Harus Sehidup Semati

Disana Tak Ada Beda Usia
Anak Kecil Atau Orang Dewasa
Hanya Main – Main Tidak Mengapa
Yang Serius – Serius Pun Bisa

Disana Tak Penting Wanita Atau Pria
Wanita Dan Wanita Bisa
Pria Dan Pria Boleh Juga
Atau Setengah Pria Dan Wanita

Disana Tak Dibatasi Oleh Agama
Seagama Boleh Juga
Beda Agama Tak Apa – Apa
Dia Berdo’a Aku Juga Berdo’a

Disana Tak Disekat Miskin Dan Kaya
Bisa Masak Dalam Satu Dapur
Yang Dimakan Pula Sama – Sama
Entah Ayam Goreng Atau Cuma Bubur

Disana Tak Ada Batasan Berapa
Punya Satu Ataupun Dua
Yang Disayangi Bisa Lima
Tanpa Beban Perasaan Dan Jiwa

Jika Disana Ada Air Mata
Tidak Akan Ditinggal Sendiri
Selalu Ada Sahabat Terjaga
Itupun Bukan Karena Patah Hati

Tapi Jika Memang Harus Ditulis
Hubungan Ini Terlalu Manis
Tapi Jika Memang Harus Terhapus
Hubungan Ini Terlalu Tulus

By : Adji

LILIN RETAK

Telah Aku Lewati
Sepenggal Atau Sebagian
Sudah Aku Lalui
Selembar Atau Sehalaman

Sudah Aku Warnai
Kadang Putih Kadang Hitam
Bahkan Aku Nodai
Kadang Perih Kadang Kelam

Sekecil Daun – Daun Selasi
Tanda Kecilnya Ruang Hati
Yang Tertepis Cuma Secuil
Cerminan Jiwa Yang Kerdil

Memetik Kembang Yang Salah
Menyiram Bunga Yang Keliru
Menghukum Dengan Hati Sebelah
Memukul Dengan Tangan Yang Kaku

Tak Kupandang Air Matanya
Tak Kuhitung Derai Tangisnya
Tak Kukira Berapa Sakitnya
Tak Kusangka Yang Dirasanya

Setelah Semua Berlalu
Tertutup Butir – Butir Debu
Yang Putih Menjadi Abu – Abu
Aku Lalai Dan Melepas Lugu

Setelah Hati Semakin Tahu
Mana Empedu Dan Mana Madu
Setelah Diri Semakin Kritis
Mana Pahit Dan Mana Manis

Setelah Air Telaga Tenang
Setelah Mata Hati Terang
Kupakai Air Menyiram Debu
Terlihat Kotor Dalam Diriku

Kini Aku Yang Tak Berdaya
Kini Kutangkap Apa Yang Dia Rasa
Pedih Dan Sakitnya Dia Terbayang
Menyayat Ingatan Yang Tak Hilang

Kudengar Lagi Rintihan Pedihnya
Menusuk Relung Hatiku Tiba – Tiba
Terbayang Jelas Raut Muka Tangisnya
Aku Ingat Saat Hati Tak Punya Angkara

Disitulah Titik Aku Sadari
Disitulah Titik Aku Sesali
Perbedaan Diriku Dulu Dan Kini
Tapi Tak Cukup Maaf Yang Aku Punyai

Ia Cuma Katakan Dengan Air Mata
Sebab Kata Tak Mampu Diucapkan
Dia Tak Melawan Tanda Tak Berdaya
Apa Adanya Dia Terima Kepedihan

Mungkin Kala Itu Ia Juga Meminta
Tolong Sudahilah Semuanya
Apakah Harus Dihabiskan Air Mata
Mengiringi Setiap Sakit Mendera

Mungkin Jika Ada Kesempatan
Kala Itu Ia Akan Lari Dan Pergi
Tak Kuasa Ia Terus Bertahan
Melayani Aku Yang Tak Mengasihi

Hatinya Sakit Seperti Badannya
Tak Ada Lagi Yang Dipakai Melawan
Semua Dalam Dirinya Telah Luka
Dalam Lemah Dan Keterbatasan

Hatiku Jadi Sedih
Nafasku Jadi Lirih
Kepalaku Tertunduk
Rasa Bersalah Tertumpuk

Aku Seperti Tak Mampu
Mengaminkan Semua Do’aku
Jika Aku Meminta Sesuatu
Dan Ingatan Itu Datang Padaku

Aku Seperti Tak Percaya
Melakukan Kebaikanku
Serasa Tak Ada Gunanya
Dibanding Salahku Dulu

Jika Memang Kebaikanku Tak Kuasa
Membayar Semua Air Matanya
Hanya Kupinta Kemurahan Dari-Nya
Beri Kekuatan Kumenebusnya

Oh Tuhan . . .
Sungguh Lilinku Pernah Retak
Padahal Nyalanya Kadang Redup
Apalagi Terangku Esok Kelak
Kutakut Hatiku Jadi Tertutup

Menyakiti Orang Yang Disayangi Hari Ini
Bisa Menyakiti Diri Sendiri Esok Hari

By : Adji

BERCAK – BERCAK CINTA 2

Kumbang Dan Kembang Saling Sehati
Silang Cinta Simpul Sejoli
Dua Mahkota Setunggal Kepala
Dua Insan Setangkai Asmara

Carik Kertas Batas Perlambang
Lirik Puisi Luap Berkembang
Buah Hati Benih Tersayang
Detak Jantung Merdu Berdendang

Dirayu Indah Semesra Sentuhan
Didekap Hangat Setulus Pelukan
Dibelai Mulus Selembut Mayang
Dilanda Suka Sambutan Sayang

Curah Hati Rangkaikan Cinta
Ikat Janji Bingkaikan Asa
Jalan Meniti Serasi Langkah
Bersama Setia Di Satu Noktah

Bongkar Momok Saling Berbeda
Sama Persis Bisa Jadi Tak Suka
Ragam Warna Menjadi Pelangi
Ragam Nada Menjadi Melodi

Bisik Jiwa Kuasa Merubah
Mata Menangkap Telinga Merekam
Getar Indra Siap Dititah
Jangan Bisu Diri Membungkam

Sosok Manusia Biasa
Butuh Seseorang Istimewa
Kala Bersandar Damai Berdamping
Kala Didekap Bahagia Bersanding

Antara Warna – Warni Rasa
Salah Satu Yang Berbeda
Antara Basa Basa – Basi Jiwa
Salah Satu Yang Bermakna

Cinta . . .
Tercipta Suci Tanpa Dosa
Terlahir Tulus Tanpa Paksa
Terasa Damai Tanpa Resah
Terukir Indah Tanpa Celah

By : Adji

Minggu, 13 Desember 2009

SELAYANG PANDANG

( Pesan Untuk Tuna Netra )

Jendela Hati Diantara Kepala
Bebas Merekam Segala Rupa
Yang Terlihat Dari Yang Tercipta
Bekas Terekam Tercipta Makna

Dua Mata Satu Jiwa
Tiga Unsur Tunggal Laksana
Biar Netra Menjadi Tuna
Mata Hati Jangan Sirna

Bila Tatap Tak Saling Rasa
Jiwa Berpaling Ditengah Dusta
Meski Tatap Selebar Dunia
Hati Sempit Membekas Luka

Jangan Tutup Bila Terpaksa
Lihat Tabir Disisi Nyata
Asal Itu Tak Salah Sangka
Rahasia Hati Dapat Bicara

Banyak Sudah Termakan Tipu
Dia Memandang Tanpa Ragu
Tapi Ternyata Dia Keliru
Sisi Terdalam Teriris Sembilu

Selayang Pandang Tak Mengapa
Tidak Sengaja Tiba – Tiba
Jangan Coba Berlama – Lama
Tanpa Sadar Diri Terlena

Lihat Saja Sisi Karunia
Tercipta Indah Sejuta Pesan
Hati Terbuka Berkaya Jiwa
Menuai Anungrah Pelita Insan

Sekian Ragam Rupa Yang Ada
Terselip Titah Dari Yang Maha
Cepat Direkam Juga Dirasa
Berkedip Hikmah Sebening Jiwa

Tak Semua Indah Berbuah Mulia
Kadang Buruk Merubah Nyata
Ditengah Tipu Yang Mempesona
Sisi Buruk Jadi Pertanda

Jika Netra Terpaksa Tuna
Kuatkan Hati Dalam Dekap-Nya
Jangan Kecewa Atau Terhina
Jaminan Surga Dari Yang Maha

Berlimpah Nasehat Di Semesta
Menjadi Saksi Kebesaran-Nya
Dua Mata Membuktikannya
Satu Hati Memujinya

By : Adji

Kamis, 10 Desember 2009

B A H A G I A

Apalagi Yang Pantas Ditebus Dengan Air Mata

Apalagi Yang Layak Ditukar Dengan Cinta

Lebih - Lebih Yang Dikejar Dari Sang Kaya

Paling Terlebih Yang Diimpikan Sang Papa



Jika Sepucuk Arti Bahagia

Bisa Disanggul Ujung Sapu Tangan

Akan Dibungkus Bersebelah Dengan Rasa

Jadi Bekal Hati Penawar Kegelisahan



Kidung Suci Sang Biarawati

Lantunan Do'a Sang Muslimah

Dengan Mata Berkaca Basah Di Pipi

Meretas Rasa Bahagia Untuk Terjamah



Bisik Hati Sang Perawan Lugu

Bahkan Kisah Indah Sang Putri Salju

Mengharap Kelembutan Arti Bahagia

Semudah Sayup Jatuh Helai Bunga Sakura



Apa Yang Dipinta Di Kuil - Kuil Budha

Apa Yang Ditata Di Kastil - Kastil Raja

Apa Yang Didengungkan Nyanyian Gereja

Dan Yang Ditenangkan Kesuyian Wihara



Diantaranya Sepercik Pancaran Bahagia

Dari Sekian Kebeningan Arti BerTuhan

Tercurahlah Itu Di Pelepah Sukma

Tuk Diminum Dalam Rasa Kedamaian



Apa Arti Seribu Manusia Berjubah Putih

Bersujud Diatas Lantai Mekkah Yang Bersih

Merendakan Hati Sejajar Dengan Do'a

Kadang Meminta Bahagia Apa Adanya



Tuhan . . .

Cukupkanlah Sepiring Nasi Yang Putih

Jika Memang Secawan Anggur Tak Berarti

Cukupkanlah Sebatang Lilin Yang Putih

Jika Memang Kemilau Dunia Tak Berarti



Yang Jadi Penghias Jari Manis Pengantin

Haruslah Jadi Lambang Sucinya Batin

Mekarkan Bahagia Melebihi Arti Mas Kawin

Hargakan Pengorbanan Ibunda Yang Bersalin



Belum Lagi Keringat Orang Tua Tuk Anak

Yang Berharap Buah Hatinya Bahagia

Bahagia Di Masa Yang Tidak Tertebak

Kalau Bisa Cerahlah Dari Pagi Hingga Senja



Purnama Di Tengah Telaga Sunyi

Mentari Di Tengah Padang Pasir

Pernah Jadi Titik Bisu Bahagia Yang Dicari

Janganlah Dustakan Bahagia Yang Pernah Hadir



By : Adji

Rabu, 02 Desember 2009

SEKEPING CINTA TUK ADIK

Sekeping Uang Ada Dua Sisi

Berharga Di Kanan Bernilai Di Kiri

Sekeping Hati Ada Pula Sisi

Ada Yang Disayang Dan Yang Dikasihi



Telah Banyak Kakak Menulis Cinta

Baik Dengan Sketsa Awan Atau Tinta

Telah Sering Kakak Merindu Cinta

Dengan Air Mata Atau Separuh Jiwa



Berpulang Kakak Di Peraduan

Kadang Membawa Sendu Kelembutan

Kembali Kakak Di Perebutan

Kadang Membawa Syahdu Kasmaran



Entah Masih Ada Keping Hati Berserakan

Entah Masih Ada Serpih Jiwa Berhamburan

Kadang Kakak Merapikannya Dalam Mimpi

Kadang Kakak Menyimpannya Dalam Puisi



Lengkung Pelangi Yang Pernah Kakak Lukis

Bukan Penguat Janji Hati Yang Manis

Bening Air Yang Pernah Kakak Minum

Bukan Arti Kemekaran Cinta Yang Ranum



Sketsa Awan Putih Pernah Bilang

Mendung Berkabut Akanlah Datang

Gerak Teratai Putih Pernah Bilang

Keruh Air Memudarlah Terang



Hingga Kakak Menggali Cinta

Lebih Dalam Dari Mata Air

Untuk Mendapat Arti Bahagia

Yang Beningnya Seperti Air



Tapi Kakak Masih Menyisahkan Cinta Untukmu

Tak Semua Hati Kuserahkan Pada Kekasih

Kakak Adalah Arjuna Yang Jarang Bertamu

Kakak Hanya Mencari Cinta Yang Terpilih



Memang Sekeping Uang Tak Bisa Dibagi

Makanya Keping Hati Kakak Masih Tersisa

Apa Yang Kakak Tuangkan Lewat Puisi

Masih Ada Segudang Kata Lewat Prosa



Yang Pernah Kakak Titip Di Keranjang Melati

Ada Yang Kakak Simpan Di Sarang Merpati

Kalau Ada Sepasang Cincin Terikat Pita Merah

Masih Ada Gelang Yang Terikat Benang Merah



Benang Itu Sudah Disimpul Buah Hati

Pengikat Darah Dan Silaturahmi

Kapapun Kakak Pergi Untuk Cinta Suci

Tak Pergi Sebuah Sayang Menyayangi



By : Adji

To : Adik

KEMUNING, AKULAH JINGGA

Jarak Setapak Berlalu
Gerak Sehentak Bertalu
Lirik Sesaat Bertuju
Usik Sebentar Merayu

Kemuning Tampak Bersyahdu
Lewat Tak Betah Menunggu
Jingga Memuja Berkalbu
Ingat Terjebak Merindu

Setangkai Padi Merunduk
Seranting Hati Membujuk
Sehelai Ilalang Melambai
Sebelai Sayang Membuai

Lingkar Setengah Berpayung
Dulang Setitik Tertampung
Tengkar Kulengah Berlindung
Pulang Berbalik Bermurung

Selendang Baiduri Berbalut
Menghangat Senyaman Beludru
Sedendang Melodi Bersaut
Menyengat Senyuman Bermadu

Sepiring Nasi Bersayur
Segelas Kaldu Berbumbu
Sekeping Hati Berbaur
Selekas Kalbu Bercumbu

Senja Kemuning Melambai
Mentari Jingga Tenggelam
Manja Kemuning Membuai
Mencari Jingga Tergenggam

Jadilah Senja Yang Indah
Pengiring Sebuah Do'a
Jadilah Cinta Yang Indah
Kemuning Akulah Jingga

By : Adji