Sekeping Uang Ada Dua Sisi
Berharga Di Kanan Bernilai Di Kiri
Sekeping Hati Ada Pula Sisi
Ada Yang Disayang Dan Yang Dikasihi
Telah Banyak Kakak Menulis Cinta
Baik Dengan Sketsa Awan Atau Tinta
Telah Sering Kakak Merindu Cinta
Dengan Air Mata Atau Separuh Jiwa
Berpulang Kakak Di Peraduan
Kadang Membawa Sendu Kelembutan
Kembali Kakak Di Perebutan
Kadang Membawa Syahdu Kasmaran
Entah Masih Ada Keping Hati Berserakan
Entah Masih Ada Serpih Jiwa Berhamburan
Kadang Kakak Merapikannya Dalam Mimpi
Kadang Kakak Menyimpannya Dalam Puisi
Lengkung Pelangi Yang Pernah Kakak Lukis
Bukan Penguat Janji Hati Yang Manis
Bening Air Yang Pernah Kakak Minum
Bukan Arti Kemekaran Cinta Yang Ranum
Sketsa Awan Putih Pernah Bilang
Mendung Berkabut Akanlah Datang
Gerak Teratai Putih Pernah Bilang
Keruh Air Memudarlah Terang
Hingga Kakak Menggali Cinta
Lebih Dalam Dari Mata Air
Untuk Mendapat Arti Bahagia
Yang Beningnya Seperti Air
Tapi Kakak Masih Menyisahkan Cinta Untukmu
Tak Semua Hati Kuserahkan Pada Kekasih
Kakak Adalah Arjuna Yang Jarang Bertamu
Kakak Hanya Mencari Cinta Yang Terpilih
Memang Sekeping Uang Tak Bisa Dibagi
Makanya Keping Hati Kakak Masih Tersisa
Apa Yang Kakak Tuangkan Lewat Puisi
Masih Ada Segudang Kata Lewat Prosa
Yang Pernah Kakak Titip Di Keranjang Melati
Ada Yang Kakak Simpan Di Sarang Merpati
Kalau Ada Sepasang Cincin Terikat Pita Merah
Masih Ada Gelang Yang Terikat Benang Merah
Benang Itu Sudah Disimpul Buah Hati
Pengikat Darah Dan Silaturahmi
Kapapun Kakak Pergi Untuk Cinta Suci
Tak Pergi Sebuah Sayang Menyayangi
By : Adji
To : Adik
Rabu, 02 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar