Rabu, 02 Desember 2009

SEKEPING CINTA TUK ADIK

Sekeping Uang Ada Dua Sisi

Berharga Di Kanan Bernilai Di Kiri

Sekeping Hati Ada Pula Sisi

Ada Yang Disayang Dan Yang Dikasihi



Telah Banyak Kakak Menulis Cinta

Baik Dengan Sketsa Awan Atau Tinta

Telah Sering Kakak Merindu Cinta

Dengan Air Mata Atau Separuh Jiwa



Berpulang Kakak Di Peraduan

Kadang Membawa Sendu Kelembutan

Kembali Kakak Di Perebutan

Kadang Membawa Syahdu Kasmaran



Entah Masih Ada Keping Hati Berserakan

Entah Masih Ada Serpih Jiwa Berhamburan

Kadang Kakak Merapikannya Dalam Mimpi

Kadang Kakak Menyimpannya Dalam Puisi



Lengkung Pelangi Yang Pernah Kakak Lukis

Bukan Penguat Janji Hati Yang Manis

Bening Air Yang Pernah Kakak Minum

Bukan Arti Kemekaran Cinta Yang Ranum



Sketsa Awan Putih Pernah Bilang

Mendung Berkabut Akanlah Datang

Gerak Teratai Putih Pernah Bilang

Keruh Air Memudarlah Terang



Hingga Kakak Menggali Cinta

Lebih Dalam Dari Mata Air

Untuk Mendapat Arti Bahagia

Yang Beningnya Seperti Air



Tapi Kakak Masih Menyisahkan Cinta Untukmu

Tak Semua Hati Kuserahkan Pada Kekasih

Kakak Adalah Arjuna Yang Jarang Bertamu

Kakak Hanya Mencari Cinta Yang Terpilih



Memang Sekeping Uang Tak Bisa Dibagi

Makanya Keping Hati Kakak Masih Tersisa

Apa Yang Kakak Tuangkan Lewat Puisi

Masih Ada Segudang Kata Lewat Prosa



Yang Pernah Kakak Titip Di Keranjang Melati

Ada Yang Kakak Simpan Di Sarang Merpati

Kalau Ada Sepasang Cincin Terikat Pita Merah

Masih Ada Gelang Yang Terikat Benang Merah



Benang Itu Sudah Disimpul Buah Hati

Pengikat Darah Dan Silaturahmi

Kapapun Kakak Pergi Untuk Cinta Suci

Tak Pergi Sebuah Sayang Menyayangi



By : Adji

To : Adik

0 komentar:

Posting Komentar