Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 25 Juli 2009

RINDU DIPUCUK CINTA

Mungkin Bukan Lagi Saatnya

Aku Harus Membuktikan Setia

Dan Tidak Ada Lagi Artinya

Aku Akui Rasa Cinta Di Dada



Tapi Masih Ada Kata Hati Merindu

Ingin Aku Wakilkan Di Titipan Salam

Jika Masih Kuteriakkan Cinta Membisu

Masih Lebih Baik Kesunyian Malam



Rinduku Seperti Tetes Air Diujung Daun

Terkumpul Dari Jatuhnya Para Embun

Menjadikan Berarti Daun Dan Helainya

Hanya Terlihat Basah Tapi Ada Airnya



Begitu Pula Percikan Rindu Di Dada

Terkumpul Dari Jatuhnya Rasa

Menjadikan Berartinya Sisa Jiwa

Meski Diam Tapi Ada Geloranya



Aku Tak Menyesali Tetesan Rindu Itu

Juga Tetesan Air Di Ujung Daun Itu

Karena Tak Ada Arti Lagi Aku Menahan

Biarkan Rindu Ini Keluar Asalkan Bertuan



Bisa Jadi Dari Tiap Tetesannya

Terkumpul Secawan Air Cinta

Untuk Kutukar Bila Aku Dahaga

Juga Menyiram Amarah Dan Murka



Yang Pasti Rasa Ini Belum Berujung

Meski Tak Tahu Apakah Bersambung

Kupilih Kumerindu Daripada Kecewa

Memang Nadanya Sendu Tapi Berirama



Mungkin Ini Namanya Sebuah Cinta Abadi

Dia Takkan Berbatas Meski Aku Menunggu

Dia Lahir Dan Tumbuh Untuk Sebuah Arti

Kumekar Rasa Sayang Dari Waktu Ke Waktu



Siapapun Pengganti Dirimu Kelak

Aku Takkan Bertanya Kapan Waktunya

Aku Tak Mau Menyangka Dan Menebak

Rinduku Saja Tak Menentu Kapan Waktunya



Ini Hanya Tanda Aku Masih Butuh Seseorang

Melebihi Arti Akan Diriku Yang Sekarang

Cinta Sebelah Hati Memang Tak Berimbang

Sayang Dan Benci Berdinding Setipis Benang



Aku Tak Mau Terjebak Rasa Benci

Karena Gagal Cinta Dari Sebuah Pergi

Biar Rasa Cinta Dimanja Rayuan Rindu

Memberi Manis Penantian Dalam Kalbu



Hanya Pucuk Kembang Yang Bermahkota

Bisa Jadi Ada Pucuk Cinta Yang Terindah

Ketika Pucuk Cinta Jadi Awal Yang Bahagia

Akan Terbawa Sampai Diakhirnya Kisah



Semoga . . .



By : Adji

Senin, 20 Juli 2009

CINTA ( Antara Subjek Dan Objek )

Aku Ingin Melihat Cinta

Bagaimana Dia Jadi Subjek

Aku Mau Menilai Cinta

Bilamana Dia Jadi Objek



Ada Perumpamaan Kecil

Mungkin Ada Makna Secuil

Untuk Memahami Cinta

Bagaimana Kita Memakainya



Cinta Diandaikan Tertarik Dan Suka

Dan Kita Tertarik Warna Biru Muda

Terlepas Warna Biru Muda Ada Dimana

Dan Warna Biru Muda Pada Benda Apa



Asal Dia Berwarna Biru Muda

Pastinya Kita Tertarik Dan Suka

Jika Ada Seratus Benda Biru Muda

Mungkin Ada Seratus Rasa Dan Suka



Karena Utamanya Adalah Biru Muda

Bukan Melihat Jumlah Angka Benda

Meski Seratus Benda Itu Biru Muda

Yang Utamanya Tetap Pada Biru Muda



Artinya Biru Muda Adalah Subjek

Sedangkan Benda Adalah Objek

Biru Muda Tak Dibatasi Adanya Benda

Tanpa Bendapun Biru Muda Tetap Ada



Sekarang Bagaimana Cinta Jadi Subjek

Ketika Kita Tertarik Seseorang Yang Baik

Karena Cinta Di Hati Kita Bukanlah Objek

Siapapun Dia Pasti Kita Merasa Simpatik



Orang Baik Hanya Menjadi Objek

Sedangkan Cinta Menjadi Subjek

Jika Tidak Ada Orang Baik Tetap Ada Cinta

Atau Kitalah Yang Jadi Orang Baik Dengan Cinta



Karena Kita Tertarik Dan Suka Kebaikan

Dan Kebaikan Jadi Subjek Karena Cinta

Dimanapun Dan Kapanpun Kita Dibutuhkan

Berbuatlah Kebaikan Untuk Dan Atas Nama Cinta



Satu Lagi Perumpamaan Kecil

Yang Mungkin Ada Makna Secuil

Untuk Memahami Cinta

Bagaimana Kita Memakainya



Jika Cinta Menjadi Subjek

Sedengkan Kekasih Jadi Objek

Mestinya Siapapun Dia

Kita Tetap Sayang Dan Cinta



Atau Bahkan Ada Dia Atau Tidak

Atau Bahkan Bahagia Atau Tidak

Kita Tetap Punya Sayang Dan Cinta

Karena Cinta Tak Hilang Karenanya



Tapi Apa Yang Terjadi

Diantara Beberapa Bukti

Ada Seorang Yang Patah Hati

Dia Merasa Tak Lagi Punya Hati



Karena Sedemikian Kecewa

Dia Merasa Sudah Mati Rasa

Dia Anggap Cintanya Sudah Tak Ada

Dibawa Kekasih Yang Pergi Darinya



Dia Menjadikan Kekasih Sebagai Subjek

Sedangkan Cinta Dihatinya Hanya Objek

Jika Tidak Ada Lagi Kekasih Dalam Hatinya

Maka Habis Sudah Rasa Sayang Dan Cinta



Akhirnya Semua Terpulang Pada Diri

Bahwa Semua Arti Cara Kita Memiliki

Didahului Sebuah Arti Cara Mencintai

Masih Adakah Subjek Cinta Dalam Diri



Cinta Akan Tetap Hidup Dalam Hati

Entah Dia Pernah Patah Atau Dilukai

Jangan Pernah Membunuh Cinta Hakiki

Apalagi Menggantinya Dengan Benci



Cukuplah Air Mata Yang Jadi Penebus

Merelakan Kepergiannya Dengan Tulus

Meskipun Kini Kita Tak Miliki Apa – Apa

Masih Ada Bekal Cinta Yang Tetap Tersisa



Siapa Tahu Besok Hari Ataupun Lusa

Masih Ada Petunjuk Datang Dari-Nya

Sebab Hati Kita Masih Terbuka

Menerima Kehidupan Dengan Cinta



Pahit Dan Manis Itu Problemantika

Datang Dan Pergi Seperti Jalan Roda

Kupu – Kupu Mati Masih Ada Kepompong

Tuhan Masih Senang Disebut Maha Penolong



By : Adji

Kamis, 16 Juli 2009

MELUKIS DIRI

Ada Lembah Dan Ngarai
Dengan Jalan Yang Landai
Aku Sudah Melewatinya
Aku Senang Dan Bahagia

Ada Lekuk – Lekuk Bumi
Bukti Yang Dibentuk Illahi
Aku Terpaksa Melewatinya
Dengan Tenaga Apa Adanya

Aku Tak Takut Bilang Pernah Patah Hati
Jika Didalam Cinta Memang Aku Kecewa
Aku Tak Ragu Bilang Pernah Mencintai
Yang Sempat Terjalin Disimpul Asmara

Aku Tak Takut Bilang Pernah Berdosa
Jika Dalam Saat Dan Waktu Aku Terlena
Melalaikan Wahyu Yang Turun Di Dunia
Ada Sujudku Yang Telah Rebah Sia – Sia

Sekarang Aku Dewasa Dengan Sedikit Ilmu
Yang Kupakai Menapis Butiran Arti Bijak
Tapi Aku Ingat Kebesaran Arti Kasih Ibu
Yang Tak Kuasa Kulukiskan Dalam Sajak

Aku Memang Sudah Mencoba Memberi
Membelah Nikmat Antara Satu Dan Dua
Kugali Harapan Yang Kutimbun Mimpi
Dan Mencabut Akar Ego Ke Pelepah Sukma

Karena Biji – Biji Buah Yang T’lah Jatuh
Mencipta Generasi Hingga Yang Ketujuh
Begitulah Kutitip Nikmat Pada Yang Papa
Menggugah Titipan Yang Dikirim Dari-Nya

Ada Ketegaran Alif Di Ayat – Ayatnya
Yang Sempat Kubaca Terbata – Bata
Pernah Membuat Aku Teringat Kala Alpa
Bersimpuh Dengan Angka Nol Pun Ku Rela

Hari Ini Aku Masih Tak Mampu Bersumpah
Aku Takut Menjamin Detik – Deik Yang Berubah
Ada Waktu Aku Tak Mampu Menahan Air Mata
Kutepis Dengan Sapu Tangan Bahagia Atau Luka

Dua Sapu Tangan Ini Penampung Segalanya
Air Mata Jiwa Ataupun Air Mata Buaya
Aku Pernah Munafik Menjadi Seorang Pria
Aku Pernah Menarik Menjadi Seorang Jejaka

Pernah Aku Bertanya Saat Termenung
Kenapa Aku Tak Tercipta Sebagai Burung
Dengan Sayap Aku Banyak Menyapa Bunga Dan Ranting
Dengan Terbang Kusiap Jemput Syukur Meski Di Tebing

Tapi Sekarang Aku Menjadi Setengah Pujangga
Hingga Kubisa Menuangkan Setengah Jiwa
Diwakilkan Kata – Kata Yang Puitis
Cukuplah Dengan Ini Diriku Kulukis

By : Adji

Senin, 13 Juli 2009

HANYA SEKEDAR SUKA

Sesuatu Darinya Yang Selalu Kuingat
Yaitu Senyum Manisnya Yang Hangat
Hingga Buat Aku Senyum Sesekali
Dimanapun Senyumnya Aku Ingati

Ketika Aku Mulai Menghayalkan Dia
Aku Mau Mulai Dengan Senyumnya
Memang Terbayang Jelas Manis Senyumnya
Hingga Getar Hatiku Selalu Terselip Bahagia

Bukan Saja Senyumnya Menawan
Tatapan Matanya Juga Mempesona
Aku Selalu Menangkap Kemenangan
Ada Hati Yang Terbuka Untuk Cinta

Ibarat Turunya Butir – Butir Salju
Tak Perlu Kuraih Tapi Jatuh Di Tanganku
Seakan Dia Bilang Cintai Dan Sayangi Aku
Akupun Tak Menjawab Seraya Terpaku

Tapi Aku Takut Mencintainya
Bukan Karena Takut Ditolaknya
Aku Takut Tak Mampu Buat Dia Bahagia
Hingga Seluruh Hatinya Diselumuti Kecewa

Biarlah Cintaku Dan Cintanya
Bersermi Pada Jarak Dan Sela
Ibarat Bunga Di Taman Berbeda
Kami Saling Memuja Tapi Saling Terjaga

Aku Tak Mungkin Akan Menyentuhnya
Apalagi Khawatir Akan Memetiknya
Meski Tiap Saat Kuikuti Irama Hatinya
Hingga Kurekam Dalam Benak Dan Jiwa

Diapun Tahu Aku Selalu Menunda
Meski Dia Berharap Aku Mencoba
Katakanlah Cinta Ini Apa Adanya
Buktikan Pada Semua Dan Dunia

Sayangnya Hatiku Tak Sebesar Cintaku
Terlalu Manja Aku Mendayungkan Kalbu
Terlena Ketenangan Buih Pada Jalannya Perahu
Hingga Lupa Bentangkan Layar Terbaikku

Meski Dia Siap Bersamaku Apa Adanya
Dia Tak Menangih Dan Banyak Meminta
Akupun Tak Perlu Berjanji Dan Memuja
Ikatkan Tali Cinta Dalam Simpul Sederhana

Ternyata Aku Hanya Sekedar Suka
Tanpa Tau Judul Dan Penutup Cerita
Meski Inti Kisahnya Telah Tersingkap
Seakan – Akan Cinta Ini Sudah Lengkap

Semoga Suatu Saat Tiba Pangerannya
Memetik Bagian Terindah Bunganya
Kurelakan Kebersamaan Yang Indah Ini
Kutegakan Sedihku Meski Tersembunyi

Aku Tidak Menyesali Ikatan Rasa Ini
Simpulnya Cuma Terikat Dalam Bayang
Memang Betul Cinta Tak Harus Memiliki
Biarlah Menjadi Kenang Dimasa Datang

Mungkin Tak Sempat Kulihat Kau Menangis
Dibelakangku Kau Memang Tak Merelakan
Cobalah Kau Renungkan Kasihku Yang Manis
Air Matamu Hanyalah Tertundanya Kemenangan

Bila Dengan Cinta Aku Memilihmu
Cukuplah Dengan Cinta Aku Melepasmu
Caramu Mencintaiku Adalah Istimewamu
Maka Maafkanlah Cintaku . . .

By : Adji

Rabu, 08 Juli 2009

SESAL DITENGAH HARAP

Terlahir Rasa Bergelut Tanya
Berderet Cita Menyusul Sapa
Dibalik Senyum Berselimut Duka
Berakhir Segala Terpukul Jiwa

Telah Terbuka Dibilik Sukma
Terketuk Harap Disentuh Cinta
Bahagia Meluap Khilaf Bertingkah
Tidak Disangka Dirinya Terluka

Ditengah Harap Merakit Bahagia
Laksana Bintang Terjangkau Tangan
Salah Sekejap Dirinya Terluka
Kenapa Bimbang Menghalau Jalan

Ingin Kuulang Kisah Asmara
Ingin Kubuang Salah Dan Dosa
Kutahu Hatinya Selembut Sutra
Putih Jiwanya Seputih Mutiara

Tapi Peraduan Cintanya Terkunci
Pintu Maafnya Bertirai Bertali
Meski Dirinya Selayak Bidadari
Meski Kasihnya Tulus Dan Suci

Bila Jalan Memalingkan Rasa
Bekal Harapan Terlepas Percuma
Dia Bertahan Berpalingkan Suka
Menyesal Diriku Jelas Terasa

Harapan Yang Menarik Impian
Sesal Yang Berteman Kesalahan
Tak Lagi Cinta Yang Kuharapkan
Selain Maaf Yang Kudambakan

Kututup Kisah Sesingkat Pagi
Mentari Yang Tak Sempat Kuintip
Biar Kukaburkan Buaian Mimpi
Silau Mataku Biarlah Kuberkedip

Indah Dunia Dan Indahnya Cinta
Kumelihatnya Sekali Dua Kali
Tak Kutimbang Sehati Dua Cinta
Cukuplah Kusesali Hanya Sekali

Maaf Terucap Ditengah Sikapmu
Dendam Mereda Menyuci Jiwa
Sesal Yang Tertancap Dijiwaku
Kupadamkan Dengan Kunci Lupa

By : Adji

Sabtu, 04 Juli 2009

PEMIMPIN, AMINKAN DO’AKU

Ada Rajawali Ada Perkutut
Ada Raja Ada Pengikut
Pemimpin Bijak Rakyat Menurut
Pemimpin Curang Rakyak Menuntut

Dalam Hukum Agama
Yang Bijak Jadi Pemimpin
Dalam Hukum Cinta
Yang Pria Jadi Pemimpin

Dalam Hukum Rimba
Yang Kuat Jadi Pemimpin
Dalam Hukum Negara
Siapa Yang Jadi Pemimpin

Kita Tidak Pernah Mengetahui
Dalam Hukum Negara
Saat Pilih Siapa Yang Diikuti
Ini Bahagia Atau Duka

Meski Ada Pesta Yang Dirayakan
Yakni Sebuah Pesta Demokrasi
Meski Yang Dipilih Buang Kekayaan
Untuk Menopang Suaranya Nanti

Bisakah Sama Seperti Hukum Agama
Ketika Seseorang Dipercaya Jadi Nabi
Meski Dia Hidup Miskin Tanpa Harta
Tapi Punya Amal Mulia Dan Berbudi

Bisakah Sama Dengan Hukum Cinta
Ketika Memilih Pasangan Jiwa
Meski Tanpa Ada Perayaan Pesta
Bisa Terasa Senang Dan Bahagia

Ataukah Akan Seperti Hukum Rimba
Jika Kuat Maka Dia Mutlak Penguasa
Rakyatnya Seperti Anak – Anak Tangga
Diinjak Untuk Menuju Singgasananya

Sekarang Tak Ada Lagi Yang Jadi Nabi
Mungkin Masih Ada Cinta Sebelah Hati
Hukum Rimba Mungkin Hanya Di Hutan
Bisakah Negara Punya Pemimpin Impian

Yang Selalu Diharapkan Setiap Saat
Menjadi Penolong Bagi Semua Rakyat
Tak Memandang Yang Kaya Dan Melarat
Yang Sadar Posisinya Adalah Amanat

Dia Harus Tahu Dia Itu Diminta Memimpin
Gerbong Kereta Tak Mungkin Jalan Sendiri
Benang Tanpa Jarum Tak Bisa Menjahit Kain
Bisakah Do’aku Pemimpin Yang Mengamini

By : Adji

Rabu, 01 Juli 2009

BILANG DULU SAMA MERPATIKU

Jika Benar Kau Kangen Padaku

Bilang Dulu Sama Merpatiku

Sebab Kemanapun Dia Terbang

Padanya Kutitip Rindu Melayang



Jika Benar Kau Tak Menyakitiku

Bilang Dulu Sama Merpatiku

Sebab Kamanapun Dia Berada

Padanya Kutitip Bahagia Dan Duka



Jika Benar Kau Setia Padaku

Bilang Dulu Sama Merpatiku

Sebab Kemanapun Dia Pergi

Hanya Dia Yang Pasti Kembali



Jika Kau Terima Aku Apa Adanya

Bilang Dulu Sama Merpatiku

Karena Yang Mampu Kuberi Padanya

Selalu Diterima Dan Tak Mengadu



Jika Benar Aku Terima Cintamu

Tanya Dulu Sama Merpatiku

Maukah Dia Bertengger Dibahumu

Artinya Kurela Bersandar Padamu



Jika Tak Yakin Hatiku Terbuka

Tanya Dulu Sama Merpatiku

Kenapa Bisa Terbang Sesukanya

Sangkarnya Tak Ditutup Olehku



Jika Tak Yakin Aku Masih Sendiri

Tanya Dulu Sama Merpatiku

Kenapa Dia Masih Saja Sendiri

Kenapa Cuma Satu Merpatiku



Tapi Merpatiku Bukanlah Segalanya

Hakikat Cintaku Memang Bermula Darinya

Bagaimana Kumaknai Berbagi Dan Merasa

Sepenggal – Sepenggal Terwakil Padanya



By : Adji