Aku Harus Membuktikan Setia
Dan Tidak Ada Lagi Artinya
Aku Akui Rasa Cinta Di Dada
Tapi Masih Ada Kata Hati Merindu
Ingin Aku Wakilkan Di Titipan Salam
Jika Masih Kuteriakkan Cinta Membisu
Masih Lebih Baik Kesunyian Malam
Rinduku Seperti Tetes Air Diujung Daun
Terkumpul Dari Jatuhnya Para Embun
Menjadikan Berarti Daun Dan Helainya
Hanya Terlihat Basah Tapi Ada Airnya
Begitu Pula Percikan Rindu Di Dada
Terkumpul Dari Jatuhnya Rasa
Menjadikan Berartinya Sisa Jiwa
Meski Diam Tapi Ada Geloranya
Aku Tak Menyesali Tetesan Rindu Itu
Juga Tetesan Air Di Ujung Daun Itu
Karena Tak Ada Arti Lagi Aku Menahan
Biarkan Rindu Ini Keluar Asalkan Bertuan
Bisa Jadi Dari Tiap Tetesannya
Terkumpul Secawan Air Cinta
Untuk Kutukar Bila Aku Dahaga
Juga Menyiram Amarah Dan Murka
Yang Pasti Rasa Ini Belum Berujung
Meski Tak Tahu Apakah Bersambung
Kupilih Kumerindu Daripada Kecewa
Memang Nadanya Sendu Tapi Berirama
Mungkin Ini Namanya Sebuah Cinta Abadi
Dia Takkan Berbatas Meski Aku Menunggu
Dia Lahir Dan Tumbuh Untuk Sebuah Arti
Kumekar Rasa Sayang Dari Waktu Ke Waktu
Siapapun Pengganti Dirimu Kelak
Aku Takkan Bertanya Kapan Waktunya
Aku Tak Mau Menyangka Dan Menebak
Rinduku Saja Tak Menentu Kapan Waktunya
Ini Hanya Tanda Aku Masih Butuh Seseorang
Melebihi Arti Akan Diriku Yang Sekarang
Cinta Sebelah Hati Memang Tak Berimbang
Sayang Dan Benci Berdinding Setipis Benang
Aku Tak Mau Terjebak Rasa Benci
Karena Gagal Cinta Dari Sebuah Pergi
Biar Rasa Cinta Dimanja Rayuan Rindu
Memberi Manis Penantian Dalam Kalbu
Hanya Pucuk Kembang Yang Bermahkota
Bisa Jadi Ada Pucuk Cinta Yang Terindah
Ketika Pucuk Cinta Jadi Awal Yang Bahagia
Akan Terbawa Sampai Diakhirnya Kisah
Semoga . . .
By : Adji









