Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 31 Maret 2009

PESAN CINTA

Wajah Lugumu Tak Berdaya
Memandang Gelap Rayu Dan Dusta
Kau Tertipu Setelah Percaya
Kau Menangis Setelah Tertawa

Pesona Yang Telah Kau Punya
Senyum Manis Yang Kau Miliki
Bukan Jaminan Engkau Bahagia
Bukan Pewaris Cinta Yang Sejati

Kembalilah Kau Ratapi
Tentang Makna Satu Arti
Arti Tentang Cinta SEJATI
SEtulus JiwA Dan HaTI

Tangisanmu Kali Ini
Bukan Buah Kekeringan Jiwa
Tawamu Yang Telah Pergi
Masih Tersisa Esok Dan Lusa

Bila Kau Sadar Dan Mengerti
Cinta Tulus Ialah Tak Berpamrih
Bukan Semata Memiliki Dan Menguasai
Ada Juga Memberi Dan Berbagi

Tulusnya Orang Memiliki
Kalah Tulusnya Orang Memberi
Saat Memiliki Kadang Sulit Memberi
Saat Memberi Kitsa Bisa Memiliki

Dia Harus Setia Seperti Bayang – Bayang
Menjadi Teman Dalam Cahaya
Dia Harus Terbuka Seperti Sayap Terbang
Memberi Bebas Diatas Udara

Dia Harus Indah Seperti Pelangi
Memberi Warna Tanpa Menodai
Dia Harus Tulus Seperti Angin Membelai
Memberi Sejuk Tanpa Melukai

Beningnya Air Mata Cinta
Mengalir Dari Kekayaan Jiwa
Biarkan Menetes Apa Adanya
Jadikan Penyuci Cinta Ternoda

Hapuslah Air Mata Terakhir
Sertakan Duka Didalam Syair
Atau Larutkan Diri Dalam Nama-Nya
Ikatlah Harap Didalam Do’a

By : Adji

LELAH DI PERSIMPANGAN

Cintaku Memang Ada Di Satu Jalan
Tapi Kadang Terhenti Di Satu Tumpuan
Bukan Karena Cintaku Berubah Tujuan
Tapi Karena Aku Lelah Dipersimpangan

Aku Tak Cuma Sadari . . .
Apa Yang Di Belakang Dan Di Depan
Tapi Aku Harus Mengerti . . .
Apa Yang Di Kiri Dan Yang Di Kanan

Di Belakang Ku Belajar Meninggalkan Kenangan
Pahit Kutarik Hikmah Manis Kusyukuri
Di Depan Ku Belajar Memenangkan Harap & Impian
Pahit Kuberjaga Manis Juga Kusyukuri

Di Sebelah Kanan Kupelajari Arti Memberi
Di Sebelah Kiri Aku Pelajari Arti Memiliki
Sebelum Tangan Kanan Telah Memberi
Mungkin Tak Pantas Tangan Kiri Memiliki

Sudah Sekian Kali Kutinggalkan Kenangan
Sudah Berapa Kali Kukejar Harap & Impian
Selalu Saja Tiba Saat Kakiku Seakan Lumpuh
Selalu Saja Tiba Saat Hatiku Seakan Berkeruh

Hilanglah Sesaat Bening Rasa Dalam Jiwaku
Padahal Sudah Terang Pandang Dan Jalanku
Hingga Kuabaikan Deretan Bunga Di Kanan Kiri
Karena Dilalaikan Goresan Sukma Di Tepian Hati

Masih Untung Saat Hatiku Sudah Lelah
Atau Disaat Aku Sedang Dilanda Kecewa
Aku Masih Sempat Untuk Menengadah
Aku Masih Sempat Untuk Selalu Berdo’a

Memang Aku Harus Belajar Untuk Berdamai
Baik Dengan Keadaan Atau Dengan Hatiku
Ketika Kacaunya Keadaan Tak Lagi Terlerai
Biarlah Do’a Jadi Penepis Bimbang Dan Ragu

Aku Harus Lebih Banyak Membawa Bekal Cinta
Yang Bukan Lagi Hanya Dipenuhi Basa Basi Jiwa
Untuk Membuat Tiap Langkahku Tetap Berarti
Sebab Baik Dan Buruk Yang Terluka Dalam Hati

Bila Butuh Istirahat Aku Harus Berani Untuk Jedah
Tak Memaksa Hati Yang Seakan Retak Terbelah
Atau Cinta Yang Kadang Membuat Hati Jadi Patah
Aku Harus Berhenti Baik Dituntun Atau Dipapah

Harus Kuselingi Dengan Buaian Mimpi Malam
Dan Bersandar Pada Kesenduan Nyanyian Malam
Menutup Mata Dalam Kedamaian Bintang
Berayunan Diatas Peraduan Kasih Dan Sayang

Cinta, Tak Kurelakan Kau Pergi Meski Aku Kelelahan

By : Adji

Sabtu, 28 Maret 2009

KUPINANG ENGKAU DENGAN BASMALLAH

( Inspirasi Malam Minggu )

Bukan Ku Tak Mau Tepati Janji
Bukan Pula Ku Coba Mengingkari
Semua Yang Telah Kita Rencanakan
Apa Yang Pernah Kita Impikan

Memang Sudah Sejuta Kenangan Kita
Sehingga Terlalu Berharga Untuk Sirna
Memang Telah Seribu Rindu Kurilis
Menjadi Pelengkap Puisi Yang Kutulis

Dan T’lah Kuyakin Hati Sendu Didadamu
Tak Kalah Kicauan Kenari Yang Merdu
Bahwa Tiap Saat Kau Memang Bersenandung
Pengungkap Cinta Kita Yang Tersambung

Tak Perlu Berkatapun Kutahu Hatimu
Bening Matamu Seperti Telaga Hatimu
Tak Perlu Kutanyapun Kutahu Jiwamu
Hening Suaramu Menyentuh Di Kalbu

Cukup Sudah Kubuat Pena Ini Menari
Seperti Mengikuti Irama Dan Suara Hati
Usai Sudah Kubuat Kertas Ini Bicara
Seperti Mengartikan Sorot Mata Ke Kata

Yang Masih Kucari Mutiara Saat Ku Berdo’a
Yang Sempat Kubaca Dan Kuselipkan Namamu
Sebab Aku Ingin Cinta Kita Direstui Oleh-Nya
Jodoh Ditangan-Nya Segenggam Dijemariku

Sebelum Jari Manismu Kuhiasi Cincin
Ingin Kusanggul Salam Ku Dengan Basmalah
Sebelum Kutuntun Engkau Dimalam Pengantin
Ingin Kusanggul Pinanganku Dibuka Basmalah

Supaya Bulan Madu Dalam Cinta Kita
Memberi Kesan Berkah Bulan Purnama
Sebab Purnama Itu Telah Tulus Dan Rela
Malam Bersinarnya Dilalui Cinta Atas Nama-Nya

Karena Kita Berdua Sudah Berusaha
Menyisakan Niat Kita Yang Mulia
Tak Sekedar Mengejar Cinta Apa Adanya
Melainkan Membuatnya Agung Dan Mulia

Cukup Sudah Malam Purnama Bernoda
Yang Teiring Tangis Gadis Yang Ternoda
Hanya Karena Bujukan Cinta Yang Buta
Membuat Cinta Terjerumus Dalam Nista

Maka Sabarlah Duhai Kekasihku
Senandung Cintamu Yang Kemarin
Sudah Kutuliskan Dalam Puisiku
Menguatkan Kenangan Yang Terjalin

Tunggulah Basmallahku Mengetuk Pintu Hatimu ...

By : Adji

CINTA DAN WANITA

Lembut Hatimu Penuh Kasih
Selembut Cinta Membelai Sayang
Sejuk Jiwamu Polos dan Putih
Sesejuk Cinta Memberi Tenang

Peka Rasamu Bak Putri Malu
Saat Tersentuh Dirimu Tersipu
Manis Senyummu Serasa Madu
Saat Tersenyum Menarilah Kupu - Kupu

Pesona Dirimu Indah Berbunga
Seindah Mawar Mekar Merona
Cantik Dirimu Selayak Bidadari
Secantik Cinta Merias Hati

Disela Tangisan Sedihmu
Irama Cinta Bernada Sendu
Ditengah Senyum dan Tawamu
Melodi Cinta Berlagu Merdu

Saat Kupetik Setangkai Melati
Dan Kutitip Pada Sang Merpati
Ingin Kupuja Engkau Diantara Puji
Engkaulah Pemilik Cinta Yang Hakiki

Panah Cinta Dibuah Hatimu
Dalam Tertancap Diseluruh Jiwamu
Bisikan Asmara Yang Merayumu
Meluluhkan Cinta Dilubuk Hatimu

Goresan Cinta Dilembaran Hatimu
Tercatat Indah Dalam Agenda
Torehan Cinta Dalam Hidupmu
Tertulis Utuh Dalam Legenda

Tulusmu Jaminan Sucimu
Manjamu Jaminan Mesramu
Kedamaian Naluri Murnimu
Lestari Citra Jelitamu

Embun Pagi Menanti Hangatmu
Lembut Hati Menanti Sentuhmu
Pelangi Indah Menanti Hiasmu
Berbagi Cinta Kunanti Balasmu

Dari : Adji

1/0 = CINTA

1/0 Bukan Semata - Mata Urusan Matematika

1/0 Adalah Juga Urusannya Cinta

1/0 Adalah Pertanyaan Yang Tak Terdefinisi

1/0 Ibarat Arti Cinta Yang Tak Terdefinisi



1/0 Itu Tak Bisa Dijawab Kalkulator

1/0 Itu Ibarat Cinta Tak Terjawab Kalkulator

1/0 Itu Angka 1 Yang Tak Bisa Dibagi Ke Apa - Apa

1/0 Itu Seperti 1 Cinta Yang Tak Bisa Dibagi Ke Siapa - Siapa



1 Angka Pembilang dan 0 Angka Penyebut

1 Cinta Terbilang Tiada Cinta Lain Pantas Disebut

1/0 Adalah Bahasa Logika Tanpa Rumus

Cinta Adalah Bahasa Rasa Tanpa Kamus



Tapi 1/0 Adalah Angka Sederhana

Ibarat Cinta Yang Muncul Apa Adanya

Jangan Tanya 1/0 JIka Tak Bisa Dijawab

Jangan Terima Cinta Jika Tak Bisa Menjawab



By : ADJI

( 1/0 dibaca "1 Bagi 0" )

PURNAMA RINDU

Sekawan Bintang Kerabat Semalam
Mentari Lelap Berpaling Pamitan
Sosok Tak Tampak Sesaat Terselang
Tanpa Ditanya Jawab Tak Datang

Kelip Sinar Kedipan Silau
Terang Sedetik Tanpa Memukau
Bisik Jangkrik Suaranya Parau
Telinga Ditutup Sukmaku Kacau

Bukan Salju Lawanku Dingin
Rindu Tak Beku Tertiup Angin
Kulit Tak Mulus Menahan Hembus
Tanpa Selimut Enggan Berbungkus

Malam Nanti Siangpun Nanti
Aku Sendiri Tanpamu Pasti
Mencari Tanya Jawab Sendiri
Dimana Dikau Kekasih Hati

Syukur Purnama Senyumnya Manis
Ronanya Polos Bukan Dipoles
Rindu Terhibur Tanpa Gitaris
Hati Yang Polos Berkurang Gores

Purnama Tunggal Berbutir Bintang
Diri Tertinggal Terukir Kenang
Rindu Menghayal Angan Terbayang
Menghitung Tanggal Purnama Datang

Purnama Ini Setia Disaksi
Cinta Sejati Rindu Terhiasi
Wajar Dan Lumrah Diri Berharap
Purnama Kagum Seraya Mendekap

By : Adji

BUNGA KEKASIH

Sejuah Angan Terbenam

Sedalam Rasa Terpendam

Sebuai Mimpi Berharap

Serindu Kasih Didekap



Pesona Terias Sewajah

Sebunga Berparas Terindah

Istimewa Tertuju Seorang

Bersendu Hati Mengenang



Setangkai Bunga Kekasih

Sendiri Tergugah Memberi

Meski Tak Pantas Kumiliki

Tak Pantas Untuk Kubenci



Indah Terpana Ingin Kupandang

Lembut Tersentuh Ingin Kupegang

Cinta Terbentuk Ingin Menyayang

Benci Tertolak Ingin Kubuang



Setaman Bunga Berkembang

Setangkai Bunga Kukenang

Tak Kupetik Karena Sayang

Tak Kuusik Supaya Tenang



Bahagia Padanya Senyum Untukku

Semua Milikknya Bukan Untukku

Ingin Memberi Bukan Merayu

Ingin Berbagi Tanpa Bersatu



(Kau menjadi bungaku bukan tuk kupetik karena menunggu saat bila pangeranmu tiba...)



By : Adji

PUTRI - SALJU

Diam Tak Sedingin Sifatmu
Lembut Tak Sekeras Bekumu
Musim Merindu Setiamu
Putih Berselimut Hatimu

Diammu Yang Bermakna
Seperti Beku Dalam Rasa
Dinginmu Yang Bergelora
Berhawa Sendu Dalam Jiwa

Tatapmu Yang Sekilas
Ibarat Salju Turun Sepintas
Dalam Diam Kau Melintas
Penuh Sejuk Rasa Terbalas

By : Adji

KEKASIH ABADI

Mengulang Legenda 1001 Malam
Kuabadikan Sepenggal Kisah Sejati
Berbekal 1001 Bunga Kugenggam
Kujadikan Seseorang Kekasih Abadi

Terkasih Diantara Yang Terpilih
Tercinta Diantara Yang Terpilah
Tersayang Untuk Selalu Kupuji
Terbayang Untuk Selalu Kupuja

Isi Hati Yang Telah Tertuang
Memancing Cinta Hidup Berulang
Surat Cinta Yang Telah Kubuang
Menjalin Cinta Sulit Kuulang

Kutatap Sekejap Rasa Membara
Kuingat Sesaat Rasa Menggoda
Kulihat Yang Lain Dirinya Terbayang
Kupikat Yang Lain Dirinya Terkenang

Dalam Kuasa Tersamar Naluri
Kuserap Hikmah Bertabur Nurani
Cinta Menyala Terpancar Abadi
Kutakjub Bersimpuh Syukur Illahi

Semampai Lembut Langkah Sang Putri
Kutitip Cinta Merajuk Sejati
Selambai Tangan Menyertai Pergi
Kusimpan Isak Mewarna Sepi

Hangat Peluk Menengadah Lugu
Menanti Dekap Sehangat Beludru
Ikatan Cinta Tak Paut Bersimpuh
Jalinan Hati Bak Kaki Melumpuh

Kenangan Indah Menjelma Cerita
Esok Yang Tiba Menjadikan Kisah
Pernah Terjadi Sebuah Fenomena
Seorang Kekasih Merekam Sejarah

Tak Akan Terulang Meski Diri Berharap
Berat Melepas Meski Tulus Berpasrah
Tak Akan Pulang Meski Rasa Meluap
Berat Terlepas Meski Harus Terpecah

Gugur Putik Bertumbuhkan Benih
Subur Berpucuk Sembari Merekah
Syukur Hati Bertumbuhkan Kasih
Ulur Sepucuk Selembar Terjamah

Selembar Surat Bersaksi Setia
Sepotong Kata Mutiara Makna
Tertulis Di Kertas Terukir Di Hati
Meresap Cinta Dalam Sanubari

By : ADJI

SEBENING AIR MATA UNTUK-MU

Kau Suci Untuk Fitrahku
Dan Hamba Mudah Ternoda Untuk Bersihku

Kau Penyayang Untuk Kasihku
Dan Hamba Mudah Terluka Untuk Cintaku

Kau Besar Untuk Namaku
Dan Hamba Mudah Terhina Untuk Pujiku

Kau Indah Untuk Sempurnaku
Dan Hamba Mudah Cacat Untuk Wujudku

Kau Kaya Untuk Fakirku
Dan Hamba Mudah Kekurangan Untuk Cukupku

Kau Setia Untuk Ingatku
Dan Hamba Mudah Alpa Untuk Dzikirku

Kau Lurus Untuk Jalanku
Dan Hamba Mudah Berpaling Untuk Langkahku

By : Adji

DZIKIR CINTA

Mungkin Diriku Tak Setegar Alif-Mu
Tapi Kadang Air Mataku Lebih Deras Dari Air Hujan-Mu
Bahkan Tegarku Kadang Menentang Ayat-Mu
Tapi Kala Rapuh Ku Tersungkur Di Tanah-Mu

Tapi Disekian Kali Kumeminta
Tak Pernah Sekali Ku Diabaikan
Meski Tak Sadar Diri Kupinta
Tak Pernah Sekali Ku Dilalaikan

Telah Banyak Kuungkap Makna Cinta Yang Misteri
Tapi Kalah Oleh Kasih Sayang-Mu Meski Yang Tersembunyi
Sebab Kau Mampu Setia Meski Tak Kusadari Ada
Dan Aku Tak Mampu Setia Meski Tiap Saat Terjaga

Bahkan Jelas - Jelas Kau Tak Selalu Merayu
Tapi Banyak Bukti Kasih-Mu Yang Menyentuhku
Bahkan Kau Siap Berlari Datang Padaku
Disaat Hanya Tertatih Langkahku Pada-Mu

Kau Pun Tak Melepas Saat Aku Berpaling
Sebab Kau Memilih Menungguku Sepanjang Waktu
Sebab Kau Tahu Isi Hatiku Yang Terasing
Akan Tiba Saat Kumerindu Pada Yang Maha Tahu

Meski Kau Mampu Hancurkan Dunia Dalam Sekejap
Kau Masih Menahannya Karena Ada Tangisan Bayi
Meski Sejuta Umat Mengaku Cinta Pada-Mu Dalam Sekejap
Kau Masih Tahu Membedakan Mana Yang Tulus Di Hati

Meski Nikmat Surgamu Tak Pantas Untukku
Kau Menganggap Abdiku Yang Berharga
Meski Laknat Nerakamu Tak Kuasa Untukku
Kau Masih Menganggap Tobatku Yang Utama

Kau Menganggap Ibadahku Satu Waktu
Lebih Utama Ibadah Malaikatmu Seribu Waktu
Sementara Ibadahku Ditengah Kelemahanku
Sedangkan Malaikat Ibadahnya Melebihi Sempurnaku

Bahkan Ketika Cintaku Tertaut Pada-Mu
Ku Tak Khawatir Rasa Iri Dan Cemburu
Sebab Meski Ada Seribu Orang Mencintai-Mu
Kau Sanggup Menjadikan Semua Kekasih-Mu

Kalaupun Seribu Orang Kekasih-Mu Meminta Dalam Semalam
Tak Akan Pernah Aku Kau Tinggalkan Meski Semalam
Kalaupun Seribu Orang Musuh-Mu Membenci Dalam Semalam
Tak Akan Kau Larut Membenci Kekasih-Mu Meski Semalam

Kau Mampu Menjadikan Nikmat Sebagai Ujian
Kaupun Bisa Menjadikan Derita Sebagai Pelajaran
Kau Mampu Menjadikan Kelahiran Sebagai Perpisahan
Kau Pun Bisa Menjadikan Kematian Sebagai Pertemuan

Kau Menciptakan Si Cantik dan Si Buruk Rupa
Tapi Kau Menyatukan Jodoh Ditangan-Mu
Kau Menciptakan Si Kaya dan Si Papa
Tapi Kau Mencurahkan Rezeki Ditangan-Mu

Kau Menjadikan Si Tua dan Si Belia
Tapi Kau Memutuskan Umur Di Tangan-Mu
Kau Mewujudkan Si Sukses dan Si Sengsara
Tapi Kau Mengatur Nasib Di Tangan-Mu

Ijinkan Kusyukuri Kekuranganku
Sebab Tak Ada Orang Lain Yang Akan Mensyukuri Diriku
Karena Ku Tahu Semua Kekuranganku
Menjadikanku Selalu Berharap Hanya Pada-Mu

By : Adji

MUSTIKA PERAWAN

Kata Orang Wanita Laksana Cermin
Sekali Pecah Habislah Segalanya
Tapi Apalah Artinya Sebuah Cermin
Bila Yang Dicintainya Enggan Berkaca

Kata Orang Perempuan Seperti Telur
Sekali Pecah Segalanya Hancur
Tapi Apalah Artinya Sebuah Telur
Bila Yang Dikasihinya Enggan Bersyukur

Sebelum Cermin Itu Pecah
Apa Salahnya Dibingkai Yang Indah
Sebelum Telur Itu Menetas
Apa Salahnya Dierami Yang Pantas

Dibingkai Untuk Melindunginya
Dierami Untuk Mendewasakannya
Dia Perlu Dorongan Kekuatan
Dia Perlu Dukungan Pikiran

Dirinya Mudah Pecah Seperti Cermin
Dirinya Mudah Hancur Seperti Telur
Begitu Pula Hatinya Yang Tercermin
Dalam Sorot Mata Hatinya Tersalur

Cermin Itu Bertanda Dirinya Yang Suci
Telur Itu Bermaksud Dirinya Yang Utuh
Bahwa Dia Memang Harus Dilidungi
Sebisa Mungkin Jangan Sampai Disentuh

Tetapi Cinta Yang Dijanjikan Padanya
Tetapi Rayuan Yang Dibisikkan Padanya
Selalu Menjadi Pemecah Pertahanannya
Sebab Beriring Dengan Pengorbanannya

Ketika Dia Dikorbankan Oleh Rayuan
Ketika Dia Ditumbalkan Oleh Bisikan
Cermin Itu Seperti Berkabut Hitam
Telur Itu Seperti Berselimut Kelam

Ketika Sang Kekasih Malah Berpaling
Seketika Dia Hancur Berkeping – Keping
Ketika Sang Pangeran Lari Dan Pergi
Seketika Dia Pecah Terbagi – Bagi

Memang Orang Yang Dicintainya
Harus Berkaca Untuk Bercermin Diri
Memang Orang Yang Dikasihinya
Harus Bersyukur Untuk Menginsyafi Diri

Peranggainya Tercermin Buruk Bagi Si Wanita
Begitu Yang Diterima Dari Si Wanita
Kalau Dia Melindungi Dan Mensyukurinya
Begitu Wanita Menjaganya Sampai Dalam Do'anya

By : Adji

TULUSMU BELUM KUBALAS

Bagai melukis didalam bayang – bayang

Kutinggalkan kesan indah tanpa bekas

Bagai menulis ditubuh layang – layang

Kuterbangkan pesan cinta tanpa balas



Mengulur harapan dalam mimpi tidurmu

Kutahan jalan rembulan sambil tersipu

Bagai sutra membalut tubuh dibelaian bayu

Terlenalah hangatku menyelimuti dirimu



Memang tak sesingkat pagi cintaku datang

Tapi hingga siang penantian setiamu

Belum ada kepastianku menemani soremu

Hinga tidur malammu berselimut bimbang



Oh kasih . . .

Cinta ini milikmu seorang yang tak terbagi

Kuberpaling dalam rasa bukan tuk mendua

Kupendam segalanya bukan tuk jadi misteri

Bahagia milikmu hadir pada orang kedua



Aku akan jadi anak tangga cintamu

Tuk mengantarmu dipuncak cinta tertinggi

Tapi tinggalkanlah bekas pijakan hatimu

Hanya pijakan hatimu kenanganku nanti



Yang tlah tergores dibilah tirai bambu

Dalam gubuk tempat kita bertemu

Bukanlah memori Desember kelabu

Meski tak abadi sepanjang waktu



Ketika mawar indah dipetik

Harus ada tangkai yang patah

Ketika engkau telah dipetik

Biarlah aku yang patah



Lukisan bayang – bayang yang tak berbekas

Adalah kesan indah yang sekilas

Layang – layang putus yang terlepas

Adalah pesan cinta yang berbatas



Tutup sudah sebelah hati yang masih terbuka

Karena sudutnya tak bisa berselip namaku

Biar kutatap jauh kebahagiaanmu dengannya

Karena wujudnya tak bisa semirip denganku



From : Adji

To : Someone

VALENTINE HEART

( Antara Memiliki dan Berbagi )



Ada Satu Waktu Yang Diakui

Ada Satu Waktu Yang Dinanti

Dimana Segelintir Orang Mempercayai

Bahwa Ada Saat Puncak Kita Mencintai



Meski Dengan Cinta Banyak Yang Terluka

Walau Melalui Cinta Banyak Tak Bahagia

Mungkin Masih Tersisa Satu Benih Harapan

Barangkali Masih Tersedia Satu Titik Impian



Padahal Manusia Kadang Tak Mengerti

Sementara Manusia Belum Memahami

Bagaimana Arti Cinta Hakiki

Bagaimana Kasih Sayang Sejati



Romeo Juliet Sudah Tertulis Sejarah

Rama Shinta Telah Tercatat Kisah

Membuat Manusia Semakin Percaya

Sebuah Mimpi dan Harapan Bahagia



Ada Manusia Sudah Mencoba

Tangis dan Senyum Yang Terus Berganti

Tapi Yang Salah Bukan Cintanya

Dirinnya Sendiri Yang Harus Disesali



Mungkin Manusia Harus Memahami

Dimana Saat Memiliki Dimana Saat Berbagi

Mungkin Manusia Harus Menyadari

Hanya Disaat Kita Berbagi Kita Bisa Memiliki



Sebab Yang Kita Dapat Saat Memiliki

Tak Akan Ada Tanpa Ada Yang Berbagi

Mungkin Kita Ingin Memiliki Dirinya

Itu Bisa Kalau Ia Berbagi Untuk Kita



Mungkin Ada Cinta Tak Harus Memiliki

Tapi Tak Mungkin Ada Cinta Tanpa Berbagi

Cinta Tak Harus Memiliki Biasa Kita Dengar

Cinta Tak Harus Berbagi Jangan Sampai Terdengar



Bahkan Kita Bisa Berbagi Tanpa Cinta

Sebab Berkesan Kita Memang Memberi

Tapi Mustahil Kita Memiliki Tanpa Cinta

Karena Berkesan Kita Egoisnya Tinggi



Jangan Takut Berharap Karena Kecewa

Jangan Takut Menyambung Hati Yang Patah

Cinta Tak Kalah Berharga Bagi Yang Terluka

Harus Ada Pelindung Bagi Hati Yang Lelah



Sesungguhnya Air Mata Yang Terbagi

Sesungguhnya Senyuman Yang Terbagi

Menjadikan Penyentuh Hati Penerima

Berbagilah Suka dan Duka Tuk Sesama



By : ADJI

To : All Heart

TEKNOLOGI RASA

Jaman Elektron Dunia Mekanik
Manusia Robot Bernyawa Listrik
Uratnya Kawat Berhati Baterai
Bila Berkarat Mati Terkulai

Waktu Otomat Sistemnya Eksak
Format Masa Terpaku Alat
Dulu Keringat Sekarang Otak
Hemat Tenaga Beradu Bakat

Jauh Dimata Kinipun Dekat
Yang Dekat Disini Lebih Mendekat
Informasi Baru Mudah Ditangkap
Sejarah Lama Mudah Terungkap

Tapi Teknologi Bukan Segala
Sekian Arti Belum Ditempuh
Teknologi Canggih Sebatas Kepala
Didalam Hati Belum Tersentuh

Akankah Materi Beradu Senada
Bersama Hakikat Didalam Jiwa
Kejayaan Diri Berpadu Permata
Bukan Jaminan Di Alam Sana

Sejuta Mimpi Dunia Canggih
Berlomba Modern Tanpa Meragu
Bila Diri Lupa Dibersih
Terluka Paten Rasa Tersedu

Besi Berani *) Menarik Kawan
Memukul Beda Tanpa Rasa
Hati Nurani Menarik Lawan
Merangkul Beda Bersama Rasa

Banyak Pesona Berhias Diri
Teknologi Gagah Berperan Pasti
Bukan Menolak Berpaling Muka
Teknologi Dijamah Jangan Terlena

Bukti Nyata Ungkap Wacana
Sisi Teknologi Menyimpan Nista
Bila Dipakai Tanpa Kendali
Misi Tersuci Ditelan Ambisi

Satu Jawab Ditengah Dilema
Rubah Zaman Sulit Ditunda
Tapi Ingat Bisikan Sukma
Murka Tuhan Sulit Diterka

By : Adji

*) Besi Berani = Sebutan Magnet ditempat tinggal saya

TABIR BERPASANG

Sabda Alam Tersirat Fitrah

Semesta Raya Mahligai Terindah

Puncak Gunung Pucuk Digurau

Lembah Ngarai Belai Dicanda



Putih Salju Awan Tak Beda

Putih Diatas Putih Dibawah

Putik Dewasa Benang Sari Menggoda

Naluri Cinta Harmoni Berdua



Rembulan Senyum Mentari Bahagia

Malam Romantis Siang Kasmaran

Tarian Anggun Tangan Perkasa

Salamnya Manis Tiang Kenangan



Intan Terdalam Bintang Cahaya

Kilau Gemerlap Cerah Dimata

Gubuk Polos Istana Terindah

Sentosa Di Dada Berseri Di Wajah



Tanya Awam Serukan Mahir

Pucuk Ilmu Benih Ajaran

Telan Didik Muntahkan Jawab

Lapar Paham Kenyang Mengerti



Besar Berkurang Kecil Tak Utuh

Pemimpin Curang Rakyat Tak Patuh

Percaya Terluka Amanah Terhina

Pemimpin Tercela Rakyat Merana



Cinta Terkasih Benci Tersisih

Lega Perasa Kalbu Terantai

Benci Tertolak Cinta Memilih

Rangkul Semua Satu Nurani



Dewasa Mapan Balita Menetek

Muda Berdikari Tua Memberi

Benih Harapan Biang Dicontek

Kini Disemai Nanti Dinikmati



Luang Terbuang Sibuk Menuntut

Senggang Tersisa Berburu Bentuk

Detik Yang Panjang Cepat Dituntut

Waktu Tak Rugi Untung Dirauk



Pangeran Emas Jelata Suci

Berbagi Suka Merata Diri

Duka Datang Pecah Misteri

Mumpung Kaya Rampungkan Beri



Oleh : Adji

SKETSA MERAH MUDA

Ada Si Biru Untuk Perindu Cinta

Ada Si Merah Untuk Pejuang Cinta

Ada Si Putih Untuk Sucinya Cinta

Adakah Si Merah Muda Untuk Cinta



Ku Tak Tahu Adakah Biru Dihatiku

Ku Tak Mengerti Bilakah Merah Dikalbuku

Ku Tak Yakin Polos Putihnya Cintaku

Tapi Ada Sketsa Merah Muda Di Cintaku



Meski Ku Tak Pandai Bermain Warna

Ku Tak Ingin Pandai Bermain Cinta

Ingin Kupastikan Hatiku Punya Warna

Ingin Kuyakinkan Hatiku Punya Cinta



Bila Ku Merindu Jangan Dulu Bilang Biru

Sebab Tak Tahu Berapa Lama Ku Menunggu

Bila Ku Berjuang Jangan Dulu Bilang Merah

Sebab Barangkali Hatiku Akan Menyerah



Tapi Ku Percaya Semua Yang Kurasa

Bukanlah Sekedar Apa Yang Bisa Ku Kata

Bila Tak Ku Ungkapkan Dengan Tulisan

Ijinkan Ku Katakan Lewat Lukisan



Ingin Ku Lukis Sebuah Sketsa Cinta

Dalam Gambar Buah Hati Sederhana

Setelah Itu Akan Ku Berikan Warna

Ijinkan Kupilih Warna Merah Muda



Sektsanya Adalah Bukti Aku Masih Ragu

Buah Hati Sederhana Bukti Aku Masih Lugu

Warnanya Adalah Bukti Aku Punya Cinta

Merah Muda Adalah Bukti Ada Dua Rasa



Merah Muda Memang Ada Dua Warna

Jadilah Merah Muda Punya Dua Rasa

Si Putih Dan Si Merah Yang Jadi Satu

Barangkali Sebatas Itu Rasa Hatiku



Memang Cinta Bukanlah Warna

Memang Ini Hanya Sebagai Tanda

Setidaknya Aku Berusaha Membuktikan

Setidaknya Aku Berusaha Meyakinkan



Bila Aku Salah Memberikan Warna

Jangan Salahkan Aku Yang Mencinta

Karena Aku Tak Ingin Warna Hatiku Hitam

Yang Berarti Tanda Cintaku Yang Padam



By : ADJI

SITI NURBAYA 2009

Kata Zodiak Dirinya Berbintang Pisces

Bergelut diantara percaya dan penasaran

Kata Ramalan Jodohnya Berbintang Aries

Bergulat diantara pasrah dan harapan



Di komputer berteman dalam internetan

Menyingkap tabir asmara selebar monitor

Di handphone berkawan dalam sms-an

Mengungkap naksir dan suka sebesar kalkulator



Di ponsel 16 juta warna

Warna cintanya berbunga – bunga

Di ponsel 5 megapixel kamera

Kekasih hatinya berfoto bersama



Mengadu rindu diantara batas pulsa

Memadu kasih diantara sms murah

Bersendu hati dalam NSP bahagia

Berlagu riang dalam nada dering ceria



Duhai Siti Nurbaya 2009

Kisah cintamu masih berpijak dimasa silam

Ada cerita penting yang tak bisa ketinggalan

Citra dirimu jangan terinjak siksa kelam



Kartu Perdana di handphone cantikmu

Bukanlah cinta pertama di hati cantikmu

Sejuta pesan singkat yang sudah kau hapus

Bukan kisah singkat yang pantas kau tebus



Bahwa arjuna sekarang tak lagi berpanah

Bukan kata lain ia tak lagi pintar memanah

Bahwa ada saat hatimu tertancap cinta

Bukan kata lain hatimu takkan menancap luka



Kata zodiak yang seakan bijak

Bukanlah bisikan jiwa didalam sajak

Kata ramalan yang seakan jelas dan benar

Bukanlah bahasa cinta yang pantas didengar



Komputer dan internetmu hanyalah jalan

HP dan pulsa murahmu bukanlah tujuan

Pesan singkat dan NSP sendumu bisa jadi rayuan

Kesungguhan cinta arjunamu adalah harapan



Selagi pesan pelangi masih alami

Selagi dering angin masih murni

Tautkan cintamu melewati sinyal yang memancar

Lewati satelit cinta diatas bintang yang bersinar



Hidupkan hatimu melewati baterai HPmu

Yang selalu mati karena dicharge kepalsuan

Hidupkan cintamu melewati masa aktif kartumu

Yang tak kan mati dalam keabadian



Air matamu takkan terekam HPmu

Karena basahnya didalam jiwa

Bahagiamu takkan tercermin SMSmu

Karena geloranya didalam rasa



Oleh : Adji

SEPENGGAL ARTI UNTUK CINTA

Cinta Bisa Menjadikan Permata Benilai Dua

Satu Untuk Memberi Satu Untuk Berbagi

Cinta Bisa Menjadikan Bahagia Bernilai Ganda

Satu Untuk Dinikmati Satu Untuk Diberkahi



Dengannya Kasih Ibu Sepanjang Jaman

Dengannya Ayahanda Berbanting Tulang

Dengannya Romeo Juliet Dikenang Jaman

Dengannya Bayi Hewan Disusu Sang Inang



Dengannya Kekasih Setia Seperti Bayang – Bayang

Menjadi Teman Didalam Cahaya

Dengannya Kekasih Terbuka Seperti Sayap Terbang

Memberi Bebas Diatas Udara



Dengannya Kekasih Indah Seperti Pelangi

Memberi Warna Tanpa Menodai

Dengannya Kekasih Seperti Angin Membelai

Memberi Sejuk Tanpa Melukai



Dengannya Air Mata dan Tawa Jadi Satu Cawan

Tangis Kala Bahagia Dan Tawa Kala Duka Jadi Kawan

Dengannya Dekapan Dan Lambaian Jadi Satu Teman

Ada saat Bersatu dan Ada Saat Berpisah Jadi Satu Jalan



Dengannya Kita Mencari dan Membuktikan

Dengannya Kita Menanti dan Mengharapkan

Dengannya Kita Mengerti dan Menyimpulkan

Dengannya Kita Memastikan dan Mema’lumkan



Bahwa Meski Telah Mencari Belum Tentu Menantikan

Bahwa Meski Telah Membuktikan Belum Tentu Menyimpulkan

Bahwa Ada Saat Pencarian dan Penantian Harus Dimengerti

Bahwa Ada Saat Kesimpulan dan Kepastian Harus Dima’lumi



Sampai Cinta Berbicara Sendiri Bahasanya

Baru Kita Tahu Cinta Tak Bisa Didustai

Sampai Hati Berkata Sendiri Rasanya

Baru Kita Tahu Cinta Tak Bisa Dibohongi



Coba Lihat Salju Putih Yang Turun

Dia Tak Memilih Di Tanah Kotor Atau Di Pucuk Daun

Coba Lihat Air Bersih Yang Mengalir

Dia Tak Memilih Ada Di Hulu atau Di Hilir



Sebab Salju Putih Yang Turun Bukan Untuk Memilih

Sebab Air Bersih Yang Datang Bukan Sekedar Mengalir

Sebab Cinta Datang Tak Harus Memilih

Sebab Cinta Percaya Apa Yang Terlahir



Cinta Datang Bukan Untuk Merubah

Cinta Datang Untuk Menyempurnakan

Cinta Datang Bukan Untuk Memilah

Cinta Datang Untuk Menyatukan



Oleh : Adji

SENANDUNG KASIH SAYANG

Jangan Ukur Kasih Sayang Dengan Masa

Sebab Kau Tak Tahu Kapan Kau Terluka

Jangan Batasi Kasih Sayang Dengan Harta

Sebab Kau Tak Tahu Betapa Kau Berharga



Biarkan Dia Dekat Denganmu Sesukanya

Hanya Dengan Itu Damai Hatinya Terjaga

Biarkan Dia Memegang Erat Tanganmu

Hanya Dengan Itu Rasa Dekatnya Bersatu



Ijinkan Dia Tersenyum Kala Kau Berduka

Mungkin Hatinya Lebih Merintih Darimu

Biarkan Dia Menangis Saat Kau Gembira

Mungkin Hatinya Lebih Bahagia Darimu



Dia Menunggu Berapa Lamapun Kau Pergi

Sebab Hatinya Lebih Merindu Dari Hatimu

Dia Berkorban Apapun Pasti Dia Sanggupi

Sebab Hatinya Lebih Mencintai Hatimu



Dia Menolak Kau Pergi Dengan Mengancam

Karena Dia Takut Kehilanganmu Selamanya

Dia Akan Ikut Dimanapun Kau Bersemayam

Karena Dia Takut Ditinggalkanmu Selamanya



Dia Akan Mengenangmu Setiap Hari Dan Waktu

Karena Hanya Dengan Hadirmu Dia Jadi Berarti

Tanyailah Kabar Dan Keadaannya Setiap Waktu

Sebab Dengan Perhatianmu Dia Akan Mengerti



Dia Selalu Ikuti Perintah Dan Permintaanmu

Dia Yakin Pengorbanannya Tak Akan Sia – Sia

Dia Kadang Kesampingkan Apa Yang Dia Mau

Dia Yakin Keinginanmu Yang Terbaik Untuknya



Tapi Jangan Khianati Semua Kepercayaannya

Tapi Jangan Ingkari Semua Pengorbanannya

Tapi Jangan Lupakan Semua Kebaikannya

Tapi Jangan Abaikan Semua Harapannya



Hanya Satu Kali Purnamanya Bersinar

Cukup Satu Kali Pelanginya Memudar

Hanya Satu Kali Kembangnya Bermekar

Cukup Satu Kali Sorot Matanya Berbinar



Akuilah Dia Sudah Cukup Segalanya

Sayangilah Dia Sudah Cukup Berusaha

Terimalah Dia Dengan Apa Adanya

Cintailah Dia Agar Supaya Bahagia



By : Adji

SEBENING AIR MATA UNTUK-MU 2

Menepis gundah merana pilu
Syahdu berhati merenda sendu
Luka berderai alun bertelu
Berlantun isak irama kalbu

Merendah diri kuasa berpasrah
Berserah diri berurai lemah
Dalam daya berlutut hampa
Saat berharap kunjung bersua

Hening malam merayu tulus
Bening jiwa bermekar rasa
Lalai diri jalan tak lurus
Tunduk hina bermuram durja

Sujud bernoda harap berfitrah
Belumur alpa berhijab dosa
Runtuh berpijak memecah belah
Geletak dera terengah – engah

Duhai kasih teragung
Merendam hawaku di sejuk-Mu
Mereda gejolakku di kuasa-Mu
Melirih isakku di kasih-Mu

Dalam tangis kumerindu . . .

Rasa Sayang Disangkar Jiwa

Baru Sekilas Kuucap Rasa Di Dada

Baru Selintas Kutulis Puisi Terindah

Baru Tersenyum Hati Ini Berbunga

Baru Merekah Mawar Merah Terindah



Belum Selangkah Jalan Kutempuh

Belum Kugapai Harapan Terjauh

Sudah Kutitip Rindu Ini Padamu

Sudah Kukirim Salam Sayang Dariku



Tapi Diri Yang Tak Diam Dalam Lugu

Terusik Ragu Dalam Lamunku

Kala Datang Semua Yang Kutunggu

Ragu Kupeluk Enggan Kusentuh



Mengapa Sulit Kuungkap Rasa

Antara Sayang Dan Cinta Membara

Habis Kupikir Sulit Kupaksa

Diri Bertanya Bagaimana Caranya



Ingin Kuberi Mawar Bertangkai

Masih Tak Puas Kusambung Bernyanyi

Ingin Kuhias Ungkapan Dihati

Masih Tak Pantas Kuberkaca Diri



Mungkin Dia Sulit Memahami

Dia Berharap Diantara Tanya

Mungkin Dia Tak Sabar Menanti

Tunggulah Aku Jangan Kecewa



Coba Kurangkai Lagi Serpihan Jiwa

Coba Kulukis Ulang Gembaran Hati

Coba Kusapu Kembali Belaian Cinta

Coba Kubuai Pasti Bisikan Asmara



Sangkar Jiwa Ini Terlalu Tangguh

Kelembutan Hati Tak Kuasa Berdaya

Rasa Sayang Ini Bergelora Lumpuh

Kesenduan Hati Lelah Merana



Bila Dia Telah Patahkan Hati

Biar Kusimpan Segala Rasa

Dia Kan Pergi Tanpa Mengerti

Biar Kuganti Untaian Do’a



S’moga Kelak Dalam Taman Syahdu

Belum Gugur Kembang Yang Merindu

Masih Setangkai Bunga Yang Kutanam

Untuk Kuberi Sebelum Malam



Kekasih Hati Jangan Kau Benci

Antara Takdir Diri Ini Bermimpi

S’moga Tuhan S’lalu Kan Memberkahi

Cinta Yang Tulus Yang Tak Memilih



Bila Suatu Saat Kau Ingin Kembali

Pintu Hatiku Mudah Kau Buka

Bila Kau Sadar dan T’lah Memahami

Engkau Kuterima Apa Adanya



By : Adji

Putri Dan Pujangga

Bersit Ungkap Teratai Merekah
Rasa Terdalam Terangkai Letera
Diary Kasih Bernoktah Sayang
Lentik Selasih Buaian Kenang

Bening Binar Mutiara Suci
Tertunduk Putri Dirudung Kasih
Lambai Tatapan Sentuha Mesra
Luluh Didada Berurai Cinta

Melodi Naluri Bertitik Di Hati
Berbagi Harap Di Pucuk Mimpi
Malam Yang Sunyi Berbisik Rindu
Jiwa Kelana Asmara Sendu

Gadis Manis Pesona Sejati
Semi Citra Layak Sang Putri
Semai Pelita Cahaya Baiduri
Kilau Lentera Di Kalbu Nan Putih

Feminin Fisiknya Gemulai Meniti
Senyumnya Terdetik Manis Berseri
Kembang dan Putik Serasi Harmoni
Menawan Sang Putri Terpuji Hakiki

Asa Dan Suka Seirama Rasa
Ingin Bersua Terbawa – Bawa
Jiwa Dan Raga Bersama Setia
Ingin Dimanja Dibelai Mesra

Mata Bicara Hati Berkata
Tabir Kekasih Senandung Asmara
Kini Dan Nanti Merajuk Bersama
Kasih Dan Sayang Membendung Hampa

Saksi Lentera Penerang Makna
Putri dan Pujangga Takkan Bersama
Kini Merintih Dimana Bahagia
Air Mata Suci Pelipur Lara

Putri Tersayang Tunggulah Dia
Pangeran Pujamu Betah Berjaga
Jangan Kau Kenang Pujangga Hina
Bukan Arjuna Berpanah Cinta

Bila Saja Illahi Merestu
Katakan Cinta Tanpa Meragu
Tapi Sayang Jalanan Berbatu
Senandung Indah Mengiris Kalbu

By : Adji
( Sebuah Kasih Tak Sampai )

PULANGLAH TIARA

Kuncup Kelopak Melati Muda

Berkeliling Taman Dan Gapura

Kecup Kening Disamping Mata

Terhening Desah Dalam Dada



Sekeluarga Melepasmu Depan Rumah

Sanak Famili Merelakanmu Dicintai Dia

Ada Satu Anak Seakan Hilang Di Rumah

Sang Buah Hati Yang Lama Dikasihinya



Sang Bunda Memilah Bilik Hatimu

Sang Kanda Memilih Lirik Jiwamu

Ikuti Naluri Cinta Dan Asmaramu

Damaikan Hidup Dan Harapanmu



Tiara Pergi Atas Nama Cinta Sejati

Tiara Dilepas Atas Nama Cinta Suci

Biar Tetes Air Mata Bundamu

Jatuh Dibumi Tanah Lahirmu



Kelak Di Negeri Seberang Sana

Tanah Ini Kan Menjadi Saksi Setia

Keluarga Melepasmu Dalam Janji

Keluarga Masih Milikmu Dalam Hati



Gadis Semata Wayang

Gadis Yang Tersayang

Yang Dibina Dalam Santun

Dari Dipapah Hingga Dituntun



Jangan Lupa Adikmu Yang Lagi Disusui

Kau Pergi Saat Dia Tidur Dipelukan Bunda

Dia Belum Ngerti Sang Kakak Dikawini

Tapi Kasihnya Untukmu Disatukan Bunda



Berjanjilah Kau Tak Kembali Karena Bahagia

Sebab Do’a Keluarga Dilangkahmu Terjaga

Tapi Bila Kau Harus Kembali Karena Duka

Pulanglah Demi Keluargamu Yang Tercinta



Berapapun Sisa Hidupmu Yang Berarti

Jangan Sampai Musnah Diujung Belati

Berapapun Luka Hidupmu Yang Terukir

Masih Ada Darah Bundamu Yang Mengalir



Kembalilah Dalam Pelukan Sejuk Sang Ibu

Sudut Hatimu Yang Lugu Sudah Tertipu

Telaga Hati Ibu Masih Sebening Embun

Daun Melati Di Rumahmu Masih Rimbun



Pulanglah Tiara . . .



By : Adji

PERISAI SUCI

Lengkap Berpadu Utuh Pesona

Raga Permata Insan Terindah

Langsing Berliku Sosok Wanita

Mata Berkaca Enggan Berpindah



Mahkota Kepala Sutra Terurai

Purnama Muka Rona Berseri

Langan Nan Putih Lentik Gemulai

Tubuh Menarik Lantang Berdiri



Hiasan Dunia Surga Lelaki

Jumlah Berlebih Rayuan Sakti

Jerat Jejaka Pikatan Putri

Perawan Tercela Aib Pribadi



Bidadari Jalang Ternoda Bersih

Ibarat Telanjang Terbuka Rapih

Penangkal Longgar Berbuka Tirai

Perisai Suci Pantang Terpakai



Illahi Berfirman Menyusul Cipta

Perisai Disulam Jilbab Wanita

Sucikan Permata Balutan Cahaya

Terang Dunia Tak Rendah Mulia



Bilah Perisai Senjata Bidadari

Pesona Sejati Tercipta Hakiki

Agungkan Diri Potret Abadi

Citra Alami Hidup Bersemi



Kini Perisai Pantang Diguna

Bikini Ketat Merajalela

Berkaki Kuda Gaul Dikata

Busana Ketat Bangga Di Dada



Paha Terbuka Pusar Mengaga

Obral Termurah Rendah Diharga

Kulit Durian Terbuka Percuma

Sudah Terlihat Turun Selera



Bila Selera Tak Tahan Jaga

Gairah Sesat Sesaat Pecah

Nilai Diharga Bukan Mulia

Pengaruh Buruk Bukan Anugrah



Mata Lelaki Penipu Ulung

Dipuja Gadis Tertuju Untung

Mumpung Perawan Berbuka Kerudung

Nikmat Dimata Nafsu Menggunung



Pandang Mata Berpanah Iblis

Undang Petaka Berdarah Sadis

Perisai Lindung Tahan Menangkis

Suci Kerudung Takkan Terkikis



Tatap Tak Pikir Tajam Terpikat

Gadis Tak Kikir Jual Aurat

Gadis Tak Sadar Diri Terleceh

Lelaki Terhibur Benilai Remeh



Benteng Terbuka Mudah Diserang

Diri Terluka Hati Tersayat

Bila Perisai Sudah Dipegang

Aman Terjaga Diri Selamat



Ini Fakta Dunia Bicara

Hiasan Dunia Tak Lagi Terlindung

Bidadari Suci Bebas Terbuka

Setan Dunia Bebas Mendukung



By : Adji

NEGERI IMPIAN

Andai Kata Bila Saja
Ada Hidup Disisi Dunia
Sebuah Negeri Yang Berbeda
Bukan Disini Entah Dimana

Mataharinya Sehangat Dekapan
Rembulannya Semanis Rayuan
Alamnya Sekarib Berkawan
Awannya Sesuci Perawan

Langit Membiru Cerah Merona
Tanaman Tumbuh Sembari Tersenyum
Angin Berhembus Lembut Menyapa
Bunga Berkembang Asri Mengharum

Hujan Tercurah Menumpah Berkah
Sungai Mengalir Tulus Ke Hilir
Hutan Yang Lebat Tidak Terjamah
Makhluk Yang Hidup Enggan Menyingkir

Merpati Terbang Riang Gembira
Ikan Berenang Tertawa Bahagia
Alam Berbisik Naluri Bermesra
Hidup Terlukis Abadi S’lamanya

Manusia Berkarya Dalam Gairah
Manusia Mencinta Dibingkai Indah
Manusia Berdo’a Dalam Karunia
Manusia Berbeda Bukan Bencana

Kepalanya Sopan Dalam Berpikir
Hatinya Santun Dalam Bertutur
Lelakinya Setia Untuk Menlindung
Wanitanya Betah Saat Terlindung

Air Matanya Bening Bukti Kemurnian
Senyumnya Manis Bukti Keramahan
Cintanya Suci Bukti Ketulusan
Hidupnya Bahagia Bukti Kesederhanaan

Yang Tua Bijak Dalam Bersikap
Yang Muda Patuh Dalam Berbakti
Saat Suka Tak Mudah Terperangkap
Saat Duka Tak Lupa Berbenah Diri

Rela Berdamping Tak Pamrih Berkasih
Menebar Sayang Tak Lupa Memberi
Merangkul Sesama Tak Pantang Memilih
Merasa Senasib Tak Lupa Jati Diri

Negeri Impian Didamba Insan
Ingin Terwujud Diatas Angan
Bila Mimpi Jadi Kenyataan
Kita Hidup Dalam Kemenangan

By : Adji

MUSTIKA PERAWAN

Kata Orang Wanita Laksana Cermin
Sekali Pecah Habislah Segalanya
Tapi Apalah Artinya Sebuah Cermin
Bila Yang Dicintainya Enggan Berkaca

Kata Orang Perempuan Seperti Telur
Sekali Pecah Segalanya Hancur
Tapi Apalah Artinya Sebuah Telur
Bila Yang Dikasihinya Enggan Bersyukur

Sebelum Cermin Itu Pecah
Apa Salahnya Dibingkai Yang Indah
Sebelum Telur Itu Menetas
Apa Salahnya Dierami Yang Pantas

Dibingkai Untuk Melindunginya
Dierami Untuk Mendewasakannya
Dia Perlu Dorongan Kekuatan
Dia Perlu Dukungan Pikiran

Dirinya Mudah Pecah Seperti Cermin
Dirinya Mudah Hancur Seperti Telur
Begitu Pula Hatinya Yang Tercermin
Dalam Sorot Mata Hatinya Tersalur

Cermin Itu Bertanda Dirinya Yang Suci
Telur Itu Bermaksud Dirinya Yang Utuh
Bahwa Dia Memang Harus Dilidungi
Sebisa Mungkin Jangan Sampai Disentuh

Tetapi Cinta Yang Dijanjikan Padanya
Tetapi Rayuan Yang Dibisikkan Padanya
Selalu Menjadi Pemecah Pertahanannya
Sebab Beriring Dengan Pengorbanannya

Ketika Dia Dikorbankan Oleh Rayuan
Ketika Dia Ditumbalkan Oleh Bisikan
Cermin Itu Seperti Berkabut Hitam
Telur Itu Seperti Berselimut Kelam

Ketika Sang Kekasih Malah Berpaling
Seketika Dia Hancur Berkeping – Keping
Ketika Sang Pangeran Lari Dan Pergi
Seketika Dia Pecah Terbagi – Bagi

Memang Orang Yang Dicintainya
Harus Berkaca Untuk Bercermin Diri
Memang Orang Yang Dikasihinya
Harus Bersyukur Untuk Menginsyafi Diri

Peranggainya Tercermin Buruk Bagi Si Wanita
Begitu Yang Diterima Dari Si Wanita
Kalau Dia Melindungi Dan Mensyukurinya
Begitu Wanita Menjaganya Sampai Dalam Do'anya

By : Adji

MENDUNG BERHUJAN AIR MATA

( Untuk Perang Israel - Palestina )

Berlarinya Sang Putra Kesayangan
Bukan Lagi Karena Permainan
Dipeluknya Sang Putri Tercinta
Bukan Lagi Dalam Buaian Tidurnya

Berkumpul Lengkap Sanak Saudara
Bukan Merayakan Hari Bahagia
Bepergian Lengkap Sekeluarga
Bukan Merayakan Libur Bersama

Langit Biru Menjadi Mendung
Hanya Mencurahkan Air Mata
Jadinya Hujan Tanpa Berpayung
Sebab Hujan Bukan Air Sebenarnya

Ada deru peluru diujung kota
Ada haru kalbu diujung rasa
Meski seribu nista terkubur dosa
Akhirnya sia – sia dan tak berguna

Ego dan kuasa disampingan senjata
Membenteng angkara bermuka dua
Merasa benar berpikir logika
Hatinya mati tanpa berasa

Apa bedanya kalah jadi debu
Kalau memang hanya jadi arang
Apa bedanya merasa benar dan bersatu
Kalau diraih hanya dalam perang

Bahwa hati manusia masih bisa bicara
Bahwa bukti nyata dimana – mana mencela
Ternyata suara hatinya tertutup letusan senjata
Pandangan mata hanya terfokus kearah tembaknya

Satu nyawa dalam hitungan peluru
Bukan satu berkah tembakan jitu
Ada satu dosa kau ukir jadi batu
Membebani saat dirimu mati kaku

Bila saja manusia bisa menginsyafi
Ketiadaan menuntut keberadaan diri
Apa yang t’lah kau perbuat semenjak ada
Itulah yang kau dapat kala t’lah tiada

Tegakah bayi mungilmu ditimang tangisan ibu
Tegakah merpati kecilmu diserang ribuan peluru
Hanya karena membunuh rasa takutmu
Akan kuasa yang luntur dalam genggammu

Mungkin satu perang yang harus dipahami
Memerangi hawa nafsu dan ego pribadi
Ketika lebar dunia tak selebar hati
Didalam istana kau tersiksa dan mati

Cobalah tengadah ke atas sana
Lihatlah siapa yang setia dibalik purnama
Ada kasih-Nya antara siang dan malam
Ada cinta-Nya yang tak luntur terang dan kelam

Runtuhkan egomu dibalik sajadah kusutmu
Luluhkan hatimu dibutiran tasbih kecilmu
Angkat tanganmu mengharap hadir-Nya
Angkat jiwamu menghadap kasih-Nya

Untuk Perang Israel dan Palestina
Bila tak kuasa juang bak gayung besambut
Cukupkan kita memanjatkan do’a
Ampuni yang tak bedosa kala nyawa dicabut

Sungguh Adil-Mu takkan memihak
Sungguh Kuasa-Mu takkan tertebak
Karena Besar-Mu bisa berkehendak
Penguasa akhir yang tak berjamak

Oleh : Adji

LADANG HARAPAN

( Catatan Untuk Petani )

Sekian Kali Dilembar Hari
Terbawa Benih Sambil Berjanji
Tekad Bulat Didalam Hati
Menguat Jiwa Bertanam Lagi

Ladang Ini Harapan Jua
Daripada Nganggur Tak Berguna
Tanpa Bertanya Giat Bekerja
Hasilnya Nanti Pasti Berguna

Ditengah Masa Berkabut Susah
Orang Sibuk Kadang Percuma
Berusaha Mencari Sedikit Berkah
Diantara Rejeki Dari Yang Kuasa

Kadang Berhasil Kadang Pun Nihil
Kadang Genap Kadang Pun Ganjil
Tetap Prasangka Dalam Terbaik
Semoga Kelak Bernasib Baik

Lapangan Kerja Tak Selapang Dada
Bisa Mendesak Menggoyang Kepala
Pikiran Bingung Berburu Harta
Apa Yang Butuh Segera Terpaksa

Lapar Di Perut Penat Dipikir
Ingin Si Kaya Jangan Berkikir
Atau Berebut Jangan Tersingkir
Pekerjaan Sempit Menciut Bibir

Bila Diri Terus Dipaksa
Karena Ingin Memuas Selera
Jiwa Mati Takkan Terasa
Diri Terhina Harta Tertawa

Masih Untung Ladang Harapan
Menyimpan Asa Dalam Impian
Hasil Yang Halal Ringan Di Badan
Tenang Dipikir Sentosa Jalan

Bertani Dan Bertanam Tak Hina
Usaha Sendiri Betah Bertahan
Apa Yang Ada Jangan Di Cela
Asal Mandiri Untung Ditangan

Biar Teman Berpaling Suka
Mencari Kerja Berjudi Nasib
Asal Niat Tak Banting Beda
Berbagi Hasil Berkawan Karib

Subur Tanah Makmur Rencana
Syukur Berkah Seumur Jiwa
Petik Buah Sambil Tersenyum
Ada Yang Bangga Sambil Terkagum

Dunia Berubah Bisnis Bertambah
Sejuta Corak Semua Meraihnya
Ladang Harapan Tak Akan Sirna
Tumbuh Di Bumi Hidup Di Alamnya

By : ADJI

KUPU – KUPU CINTA

Kupu – Kupu Cinta . . .

Kutitip Rindu Dan Mimpi Disayapmu

Kipaskan Untuknya Meski Sekilas

Kutitip Kalbu Dan Isi Hati Dibayangmu

Kilaskan Untuknya Meski Sepintas



Kupu – Kupu Cinta . . .

Biar Ada Sejuta Bunga Tempatmu Terbang

Sisakan Satu Waktu Tuk S’lalu Bersamanya

Barangkali Dia Tak Ingin Satu Arti Terbuang

Yaitu Arti Cintaku Yang Berharga Untuknya



Kupu – Kupu Cinta . . .

Mungkin Ada Saat Hatinya Bimbang

Wakilkan Diriku Jadi Penawar Ragu

Mungkin Ada Waktu Dia Terbayang

Wakilkan Diriku Jadi Penawar Rindu



Kupu – Kupu Cinta . . .

Dia Adalah Bungaku Yang Terindah

Hiaskan Cantik Sayapmu Dikelopaknya

Biar Semua Tahu Dialah Yang Terindah

Kilasan Cantikmu Pelengkap Untuknya



Kupu – Kupu Cinta . . .

Menarilah Disekitarnya Bila Ia Tersenyum

Menyanyilah Disekitarnya Bila Ia Tertawa

Panggilah Kawanmu Supaya Dia Terkagum

Semakin Banyak Kupu – Kupu Dia Bahagia



Kupu – Kupu Cinta . . .

Terbangkan Bahagianya Sampe Ke Awan

Gantungkan Disetiap Pelangi Dan Mega

Tuangkan Bahagianya Ke Penjuru Taman

Gantungkan Disetiap Tangkai Dan Bunga



Kupu – Kupu Cinta . . .

Kala Ia Menangis Dan Tersedu - Sedu

Tangkaplah Air Matanya Yang Jatuh

Kirimkan Padaku Biar Aku Segera Tahu

Bahwa Dia Butuh Hadirku Yang Utuh



Kupu – Kupu Cinta . . .

Disetiap Kelopaknya Yang Runtuh

Itu Adalah Bukti Hatinya Yang Luluh

Bahwa Dia Makin Butuh Diriku Yang Utuh

Membunuh Duka Dan Lara Yang Tumbuh



Kupu – Kupu Cinta . . .

Bila Suatu Ketika Kusempat Bersamanya

Abadikan Kami Di Lengendamu Selanjutnya

Kami Saling Menyayangi Atas Nama Cinta

Kabarkan Pada Dunia Kami Bahagia Selamanya



By : Adji

To : My Girl

KUPETIK MELATI DISAMPING MAWAR

Gemintang Bersanding Purnama Setengah

Pelangipun Berselimut Awan Setengah

Itulah Rasa Hatiku Yang Separuh Tergugah

Antara Melati Indah Dan Mawar Merekah



Disamping Puisiku Mawar Jadi Menawan

Disamping Diaryku Melati Jadi Rupawan

Memang Ada Sebagian Hatiku Dalam Puisi

Tapi Masih Ada Separuh Hatiku Dalam Diary



Haruskah Kuberpaling Karena Tergoda

Haruskah Kubersaing Karena Mendua

Namun Kucoba Mengukur Rangkai Hatiku

Mampukah Dua Bunga Terhias Jadi Satu



Sudah Ada Kenangan Mawar Di Taman Hati

Sudah Ada Harapan Melati Dibuaian Mimpi

Kukecup Manisnya Mawar Di Pagi Hari

Kuhirup Wanginya Melati Di Malam Hari



Mungkin Harus Kutanya Purnama Merindu

Biar Setengah Purnama Itu Takkan Menipu

Kepada Siapa Sebenarnya Hatiku Merindu

Biar Tinggal Setengah Hatiku Takkan Menipu



Atau Diantara Puisi Yang Kutulis

Atau Dicelah Diary Yang Tertulis

Harus Kububuhi Sepotong Kata Mutiara

Supaya Tahu Dimana Sudut Hatiku Mencinta



Atau Kucurhat Pada Pelangi

Dengan Segala Warna – Warni Wujudnya

Ingin Kubilang Hatiku Terbagi

Dengan Segala Warna – Warni Rasanya



Akhirnya Kusadari Satu Arti

Puisi Tertulis Bukan Jadi Misteri

Ujungnya Kupahami Satu Makna

Diary Tercatat Akan Jadi Rahasia



Artinya Ketika Puisi Membawa Hatiku

Harus Kuizinkan Dia Dikutip Pembaca

Tapi Ketika Diary Menyimpan Hatiku

Tak Kuizinkan Dia Diintip Pembaca



Apa Yang Terlanjur Dibawa Puisi

Biarlah Lepas Kepenjuru Dunia

Dan Yang Tersalur Lewat Diary

Hanyalah Bebas Tertuju Untuknya



Dan Ingin Kupetik Melati Disamping Mawar

Karena Dengannya Diary Hatiku Jadi Rupawan

Kurelakan Yang Lain Memetik Sang Mawar

Karena Dengannya Puisi Hatiku Jadi Menawan



By : Adji

Kerudung Bidadari

Terperangkap Jawab Berkurung Tanya

Tertawan Habis Memberi Arti

Terungkap Sebab Kerudung Si Dia

Menawan Manis Pemberi Inspirasi



Beralun Dendang Berlantun Hayal

Andai Menari Serasi Nada

Berayun Pandang Melamun Hayal

Andai Bidadari Sehati Rasa



Bukan Irama Semerdu Kicauan

Tetapi Senandung Pelengkap Suasana

Bukan Pesona Beradu Pujian

Tetapi Kerudung Pelengkap Istimewa



Kicauan Suara Terdengar Sempurna

Getaran Bunyi Berlagu Merdu

Sekian Wanita Selebar Dunia

Getaran Hati Tertuju Satu



Dalam Arena Sunyi Sendirian

Irama Ceria Menembus Keheningan

Dalam Bahtera Hati dan Harapan

Wanita Istimewa Sebagus Idaman



Kala Pujangga Cinta Mengukir Kata

Diatas Kertas dan Tarian Pena

Hamba Mencinta Berpikir Si Dia

Membalas Paras Yang Mempesona



Kertas Putihnya Tertuang Kata

Tersusun Rapi Tertulis Indah

Cinta Putihku Tertuang Rasa

Menyusun Mimpi Terlukis Indah



Tinta Penanya Mengalir Tulus

Tanpa Tergores Di Akhir Titiknya

Cinta Setiaku Mengalir Tulus

Tanpa Tergores Diakhir Detiknya



By : Adji

JOMBLO ROMANTIS

Tak Punya Kekasih Cinta Kumiliki

Menyimpan Rindu Disela – Sela Waktu

Tak Punya Mimpi Harapan Kupunyai

Berselipkan Rasa Disela – Sela Kalbu



Bukan Arjuna Panah Cinta Kupegangi

Bukan Pujangga Puisi Cinta Kutulisi

Bukan Romeo Kasih Sayang Kuberbagi

Bukan Pangeran Istana Cinta Kutinggali



Goresan Cinta Yang Ingin Kugambar

Tersedia Di Lembaran Hati

Naluri Cinta Yang Ingin Kudengar

Tersedia Bersama Nyanyian Hati



Taburan Mutiara Ditepian Pantai

Menghiaskan Cinta Ditepian Hati

Tarian Kupu – Kupu Diantara Bunga

Memekarkan Cinta Ditangkai Sukma



Sepasang Merpati Bercengkerama

Kupotret Dibingkaian Indah

Sepasang Sejoli Yang Terlihat Mesra

Kuabadikan Dimemori Indah



Siang Yang Berbalut Kesendirian

Memberi Arti Dalam Kebersamaan

Malam Yang Berselimut Kerinduan

Meberi Manis Dalam Perjumpaan



Uluran Tangan Yang Belum Bersambut

Menjanjikan Dekap Penuh Kehangatan

Uluran Cinta Yang Belum Terpaut

Menjanjikan Tulus Penuh Kedamaian



Hari Ini Cinta Masih Sekedar Kata

Besok Tiba Cinta Bermekar Rasa

Hanya Masalah Waktu Ku Menunggu

Bukan Karna Diri Yang Terbelenggu



Kadang Musim Meninggalkan Masa

Dia Akan Kembali Seperti Sedia Kala

Sebab Perginya Bukan Tuk Selamanya

Karena Memang Perginya Sementara



Begitulah Cinta Yang Menepis Rindu

Ada Hati Yang Ceria Di Tengah Sendu

Seakan Melepas Namun Menunggu

Sebab Rasa Percaya Melebihi Raguku



Diri Ini Bukan Tuk Memilih Rasa

Diri Ini Juga Tak Memaksa Jiwa

Ingin Kusimpan Cinta Apa Adanya

Bila Terpaksa Kulepas Apa Adanya



By : Adji

Gadis Pujangga 1

Binar matanya bak tinta basah

Tertulis kata dalam makna indah

Meski tak berucap seakan berkata

Ada yang tak terkecap tapi berasa



Sebaris kata dikertas putihnya

Memberi pesan putih hatinya

Tak bertitik pun tak berkoma

Bak menitik beri dalam derma



Bila ada khilaf berselimut gores

Bukan sempurna ingin dipoles

Kadang alpa menuntun tangannya

Menulis salah dalam sadar dirinya



Gadis pujangga hanya mencoba

Ingin memberi bukan untuk berjanji

Ingin berbagi bukan menggoda

Ingin dihargai bukan untuk dipuji



Kala sedih air matanya

Tangis tak cukup berbanding kata

Ingin melirih tiada artinya

Puisi terlahir dari cintanya



Tetes air mata diwakili tetes tinta

Gerak hati diwaliki gerak pena

Makna diri diwakili makna kata

Judul do’anya jadi mayang puisinya



By : Adji

Diary Sang Pujangga

Cukup sekian lembar kukisahkan cerita ini
Karna tak sebuku harapan yang ingin kutulis
Tapi ada sebaris mimpi yang kuingat
Untuk kuberi tanda tanya jiwa

Bilapun ada sebait yang tak kusampaikan
Bukan karna ada satu judul yang tak berarti
Sebab masih banyak kata yang tak mampu tertuang
Mewakili paragraf inti rasa dihati

Bila tiap alinea memberi penasaran
Jangan lupa catatan kaki yang mungil dan lucu
Disana ada sudut hatiku tertulis bebas
Memberi pesan singkat kaya makna

Pembaca setiaku
Jangan kutip isi hatiku dalam lembaran harimu
Bukan karena ada hak cipta yang memagari
Tapi ada rasaku yang berbatas

Ingin kusimpulkan catatan diaryku
Dalam sentengah halaman tersisa
Bila kemudian ada harapan judul baru
Kupinta kata pengantar terbaikmu

By : Adji

Berdamai Dengan Cinta-Nya

Senyum senangku dengannya
Sering memalingkan bahagiaku dengan-Mu
Kasmaranku dekat dengannya
Sering mendinginkan hangatMu denganku

Sepanjang jalan kulalui bersamanya
Membutakan tujuan akhir dengan-Mu
Setiap saat terbayang akan dirinya
Mengiring lupaku padaMu

Ketika ku tak sadar cintaku berbatas
Kulupa kasih-Mu yang tak bertepi
Ketika berjanji sayang untuk dia selamanya
Kulupa sayang-Mu yang tak bermusim

Tapi kala hancur hatiku karenanya
Kutaruh serpihan hatiku ditanganMu
Ketika menangis hati ini karenanya
Dalam do’a pada-Mu kumerintih

Adilkah sayang dari-Mu kupilih dia
Bila memang atas restu-Mu kunikahi dia
Kupinang dia dengan basmalah
Kusujud dengannya diatas sajadah cinta

Bila damai cinta-Mu menyatukan kami
Cinta surga-Mu tempat kami berteduh
Karena kebesaran-Mu kami mencintai
Jodoh ditangan-Mu kupercayai

By : Adji
Terinspirasi dari Lagunnya Raihan berjudul “Kasih Sayang”

3 MELATI 1 KERANJANG

Aku Tak Membuatnya Jadi Koleksi
Aku Tak Mendapatnya Dari Seleksi
Aku Tak Merayunya Pakai Koneksi
Aku Tak Membujuknya Pakai Kolusi

Bahkan Hanya 1 Hatiku
Bahkan Hanya 1 Cintaku
Bahkan Hanya 1 Sayangku
Bahkan Hanya 1 Asmaraku

Tapi Ketika 1 Panah Kulepas
Ada 3 Cinta Yang Tertembus
Tapi Ketika 1 Cinta Kuulas
Ada 3 Rasa Yang Terhembus

Meski Tak Sewaktu Panah Kulepas
Meski Tak Sewaktu Cinta Kuulas
Meski Bukan 3 Arah Jalanku
Meski Bukan 3 Asa Tujuanku

Gadis Yang Pertama Tulus Hatinya
Gadis Yang Kedua Teguh Hatinya
Gadis Yang Ketiga Lembut Hatinya
Pada Akhirnya Aku Bingung Karenanya

Sampai Kusadari Arti Memiliki
Sampai Kupahami Arti Memberi
Pada Akhirnya Aku Yang Mengalah
Pada Akhirnya Aku Yang Menyerah

Bahwa Ketika Cinta Adalah Milik Wanita
Mereka Tak Pantas Mencintai Selain DIcintai
Bahwa Ketika Cinta Telah Melirik Wanita
Meraka Tak Pantas Kukuasai Selain Kulindungi

Ketika Kupandang 3 Melati
Terlihat Serangkai Kembang Yang Indah
Ketika Kupegang 3 Melati
Tak Kuasa Kupetik Apalagi Kupindah

Aku Hanyalah Lelaki Sederhana
Aku Hanyalah Pria Apa Adanya
Ketika Kudatang Tanpa Kau Undang
Ijinkan Kupergi Tanpa Kau Kenang

Biarlah Keranjang Kecil Cintaku
Menjadi Tempat Tinggalmu Sementara
Sebab Ada Taman Surga Pangeranmu
Yang Menghidupkanmu Selamanya

By : Adji

Jumat, 27 Maret 2009

AKHIR YANG PANJANG

Bukan Lelah Penantianku
Bukan Patah Hati Kecilku
Tapi Akhir Terlalu Panjang
Jadi Mimpi Untuk Dikenang

Telah Kuungkap Rahasia Jiwa
Telah Kusingkap Tanda Tanya
Untuk Kutulis Puisi Cinta
Diantara Titik Dan Tanda Koma

Tepuk Sebelah Dering Bernyanyi
Bujuk Sesudah Denting Sehati
Untuk Dia Aku Mencintai
Untuk Dia Ku Menyayangi

Meski Tak Sempat Kuberi Bukti
Meski Tak Sempat Kutanya Lagi
Adakah Cinta Balas Dihati
Adakah Dia Lekas Berbagi

Jawab Yang Belum Kupunya
Dalam Harap Yang Memuja
Rasa Yang Telah Berbunga
Dalam Cinta Aku Terjaga

Ku Pun Tak Kuasa Menutup Hati
Seperti Tak Sanggup Menutup Diary
Seakan Ada Angan Yang Tersisa
Seperti Ada Halaman Yang Tersisa

Tapi Selama Ku Tak Dapat Jawaban
Selama Itu Hatiku Takkan Memilih
Dan Selama Diaryku Tersisa Halaman
Selama Itu Kertasnya Akan Putih

Takkan Ku Gores Hatiku Karena Kecewa
Menunggu Akhir Yang Terlalu Panjang
Takkan Ku Gores Diaryku Yang Tersisa
Menutup Tulisan Akhir Yang Jarang

By : Adji

BERSEMI 5 MUSIM

Banyak Cerita Yang Kulalui
Banyak Kisah Yang Kualami
Banyak Rasa Yang Kupendam
Banyak Lara Yang Kubungkam

Kurelakan Tangisan Terakhirku
Menjadi Sebuah Penutup Senangku
Kutuluskan Bingkisan Hadiahku
Menjadi Sebuah Penutup Kenangku

Meski Ada Satu Pesan Tak Tersampaikan
Meski Ada Satu Kesan Tak Terlupakan
Bahwa Hatiku Selalu Menatap Meski Tak Seirama
Bahwa Hatimu Selalu Berharap Meski Tak Senada

Mungkin Ketika Dirimu Lelah
Mungkin Ketika Diriku Jengah
Kita Sama – Sama Mengenang
Kita Sama – Sama Membayang

Adakah Waktu Lain Yang Tertanggal
Adakah Musim Lain Yang Tertinggal
Meski Biasanya Hanya 4 Minggu Sebulan
Meski Biasanya Hanya 4 Musim Tahunan

Kenapa Ada 1 Minggu Yang Berbeda
Kenapa Ada 1 Musim Yang Tak Sama
Meski Bukan Minggunya Yang Berharga
Meski Bukan Musimnya Yang Istimewa

Karena Kisahnya Yang Berbeda
Karena Ceritanya Yang Tak Sama
Sebab Tak Kusadari Dirimu Kembali Datang
Sebab Tak Kupahami Diriku Kembali Pulang

Adakah Takdir Ini Menyatukan
Adakah Nasib Ini Mengikatkan
Bahwa Jodoh Ditangan Tuhan
Bahwa Do’a Diterima Tuhan

Anggap Minggu Kelima Minggu Cinta KIta
Anggap Musim Kelima Musim Asmara Kita
Yang Berarti Tak Terikat Batas Masa
Yang Berarti Tak Melekat Batas Cuaca

Ibarat Malam Dan Siang Menyatukan Arti Hari
Ibarat YIN Dan YANG Menyatukan Arti Diri
Dua Menjadi Satu Bukan Lari Dari Angka Ketiga
Dua Hati Jadi Satu Bukan Lari Dari Orang Ketiga

By : Adji

Kamis, 26 Maret 2009

CINTA SETENGAH HATI

“Lepas Setiaku Bersama Merpati“

Yang Dulu Kita Sudah Disatukan
Yang Lalu Kita Pernah Ditautkan
Ada Dua Tali Dalam Satu Ikatakan
Ada Dua Hati Dalam Satu Jalinan

Telah Bersimpuh Tundukku Padamu
Sudah Bersimpuh Patuhku Untukmu
Dalam Ikatan Janji Kesetiaan
Dalam Jalinan Hati Percintaan

Kurelakan Bahtera Menghayutkan Hati Kita
Kutuluskan Asmara Melarutkan Diri Kita
Cukup Sudah Kuberlabuh Dalam Rindu
Usai Sudah Kubertalu Dalam Sendu

Bungkuslah Kenanganku Selama Pacaran
Tebuskanlah Dia Menjadi Perkawinan
Putuskanlah Ikatanmu Yang Tak Terjalin
Hapuskanlah Ingatanmu Pada Yang Lain

Tapi Ada Saat Samudera Berombak
Dan Ada Saat Semilir Angin Bergejolak
Ketika Dua Arah Perjalanan Memaksa
Kau Harus Di Perahu Dan Aku Di Bahtera

Aku Harus Menunggu Engkau Berkelana
Aku Harus Menanti Engkau Dengan Setia
Biar Jangkar Bahtera Kuikatkan
Biar Sangkar Kalbu Kukuncikan

Tapi Sangkar Hati Ini Seakan Lumpuh
Seperti Sangkar Merpati Yang Rapuh
Ketika Angin Bertiup Harus Kucari Perlindungan
Ketika Dingin Meletup Harus Kucari Kehangatan

Bahtera Yang Sepi Di Pelabuhan
Didera Sunyi Berkepanjangan
Kurindu Canda Dan Kegembiraan
Kusyahdu Hati Dalam Kesenduan

Tak Disangka Ada Pujangga Mendekat
Tak Membawa Harta Melainkan Kata
Dia Mampu Memberi Arti Yang Melekat
Tak Terbawa Sangka Akupun Suka

Kini Merpati Itu Benar – Benar Terlepas
Kini Bahteraku Benar – Benar Terhempas
Ada Keindahan Pantai Yang Menggoda
Mengalahkan Samudra Yang Menggelora

Tapi Sang Pujangga Hatinya Tulus
Dia Pintar Berkata Tapi Hatinya Lurus
Dia Memang Menggoda Tapi Membenarkan
Dia Memang Mencoba Tapi Meluruskan

Meski Sang Merpati Jantan Berkelana
Mestilah Sang Merpati Betina Berjaga
Kalaupun Sangkarnya Tak Lagi Terkunci
Hati Merpati Betinalah Yang Terkunci

By : Adji

CUKUP SATU ARTI TERLUKA

Cinta Tak Harus Memiliki
Tak Selalu Bertepuk Sebelah Tangan
Cinta Tak Harus Memiliki
Seperti Kemarau Berharap Kan Hujan

Seseorang Yang Terpaksa Mundur
Bukan Karena Kalah Mengadu Mujur
Ada Saat Keadaan Disikapi Jujur
Relakan Cinta Yang Sudah Tertutur

Seseorang Yang Terpaksa Pergi
Bukan Selalu Karena Rasa Benci
Kadang Rasa Sayang Yang Terbagi
Tak Selalu Harus Berbalaskan Beri

Sebab Tangis Dalam Cinta Bernilai Dua
Meski Senyum Dalam Cinta Berarti Ganda
Tak Seberapa Tetes Air Mata Di Pipi
Tuk Membanding Gores Luka Di Hati

Sebab Orang Yang Terpaksa Pergi
Membunuh Bunga Yang Ditanam Sendiri
Karena Tak Sempat Dipetik Yang Dikasihi
Membunuh Cintanya Sendiri Ditaman Hati

Seperti Mentari Yang Ditelan Gelap Malam
Keadaan Secara Jujur Membuatnya Terbenam
Dia Tetap Mengarah Pada Takdir Yang Tersurat
Dia Tetap Berpasrah Pada Tabir Yang Tersirat

Tanpa Begitu Apa Artinya Lagi Air Mata
Kalau Menetes Tanpa Diperas Segenap Jiwa
Sehingga Ada Yang Menangis Air Mata Buaya
Sebuah Fenomena Munafik Kekeringan Jiwa

Jangan Pernah Melupakan Yang Telah Terluka
Kepingan Hatinya Sedemikian Telah Cidera
Dia Bahkan Tak Butuh Hadirmu Esok Hari
Lipatan Harinya Adalah Melepaskan Ego Pribadi

Dia Sudah Mundur Dan Pergi Untuk Selamanya
Karena Dia Takkan Menuang Lagi Air Matanya
Yang Telah Menyuci Semua Harapan Mimpinya
Hingga Hatinya Memutih Sampai Dicelah Dada

Ijinkan Dia Menyentuh Tumpuan Terakhirnya
Pada Sang Pengasih Yang Juga Dikasihinya
Sebab Dia Sudah Berbagi Do’a Dalam Cintamu
Menukar Cintanya Yang Dilepaskan Darimu

By : Adji
To : All Broken Heart