Bagai melukis didalam bayang – bayang
Kutinggalkan kesan indah tanpa bekas
Bagai menulis ditubuh layang – layang
Kuterbangkan pesan cinta tanpa balas
Mengulur harapan dalam mimpi tidurmu
Kutahan jalan rembulan sambil tersipu
Bagai sutra membalut tubuh dibelaian bayu
Terlenalah hangatku menyelimuti dirimu
Memang tak sesingkat pagi cintaku datang
Tapi hingga siang penantian setiamu
Belum ada kepastianku menemani soremu
Hinga tidur malammu berselimut bimbang
Oh kasih . . .
Cinta ini milikmu seorang yang tak terbagi
Kuberpaling dalam rasa bukan tuk mendua
Kupendam segalanya bukan tuk jadi misteri
Bahagia milikmu hadir pada orang kedua
Aku akan jadi anak tangga cintamu
Tuk mengantarmu dipuncak cinta tertinggi
Tapi tinggalkanlah bekas pijakan hatimu
Hanya pijakan hatimu kenanganku nanti
Yang tlah tergores dibilah tirai bambu
Dalam gubuk tempat kita bertemu
Bukanlah memori Desember kelabu
Meski tak abadi sepanjang waktu
Ketika mawar indah dipetik
Harus ada tangkai yang patah
Ketika engkau telah dipetik
Biarlah aku yang patah
Lukisan bayang – bayang yang tak berbekas
Adalah kesan indah yang sekilas
Layang – layang putus yang terlepas
Adalah pesan cinta yang berbatas
Tutup sudah sebelah hati yang masih terbuka
Karena sudutnya tak bisa berselip namaku
Biar kutatap jauh kebahagiaanmu dengannya
Karena wujudnya tak bisa semirip denganku
From : Adji
To : Someone
Sabtu, 28 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar