Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 29 Oktober 2011

SEKOCI ( Sedalam Kolam Cinta )

Bawalah Aku Menyelam
Karena Kolam Cintamu Tak Beriak
Sebagai Tanda Cintamu Yang Dalam
Ingin Kusentuh Dasar Hatimu Yang Tak Tertebak

Kau Memang Seperti Kolam Yang Tenang
Kau Hidupkan Teratai Hatiku Melebihi Arti Terapung
Kuingin Menyelam Di Hatimu Tanpa Harus Keseberang
Kurindu Berenang Dalam Cinta Yang Agung

Sebelumnya Hatiku Terapung Dalam Kolam Yang Dangkal
Yang Selama Ini Membuat Rasa Cintaku Gagal
Kolam Yang Tak Mampu Hidup Ikan Sepasang
Menjadikanku Seperti Lebah Tanpa Kembang

Katakan Padaku Saat Kolam Cintamu Bening
Itulah Saat Dimana Kuingin Memberi Kecupan Di Kening
Jangan Lupa Utarakan Kolam Cintamu Yang Keruh
Akan Kubentangkan Teratai Cintaku Supaya Kau Teduh

Supaya Cinta Ini Membawa Berkah
Kuingin Kolam Cinta Ini Sesuci Telaga Al - Kautsar
Supaya Ada Jalan Kupinang Engkau Dengan Basmallah
Penyatuan Cinta Islami Dalam Sebuah Ikrar

Aku Memang Tak Pernah Punya Perahu Cinta
Yang Kadang Menuntun Dayung Mendua
Yang Kadang Membelah Kasih Sayang Menjadi Dua
Sampai Menjaring Dua Ikan Dalam Satu Jala

Aku Hanya Punya Satu Kail Cinta
Yang Kukait Dengan Umpan Apa Adanya
Hingga Kuterbiasa Memancing Dengan Setia
Sampai Kutemukan Cinta Sejati Dari-Nya

Jika Dengan Menyelam Di Hatimu Adalah Jawaban
Aku Rela Melepas Kail Cinta Untuk Selamanya
Kuingin Terbiasa Menangkap Kasih Sayang Tanpa Umpan
Bahkan Akulah Yang Akan Melepas Ikan Disana

Karena Aku Telah Hidup Dengan Cinta

By : Sutardji

PROKLAMASI NENEK TUA

Hari Proklamasi
Hari Darah Pejuang Berhenti
Yang Kehabisan Darah Jadi Pahlawan
Yang Masih PunyaDarah Jadi Veteran


Tumpahan Darah Telah Kering
Seribu Makam Telah Membumi
Ketika Sejuta Duka Telah Berpaling
Masih Ada Air Mata Tersembunyi


Air Mata Yang Hanya Akan Termakan Senja
Karena Derita Sesuap Nasi Mengiringnya JadiTua
Ajalnya Bukan Dari Sebutir Timah Senjata
Karena Bambu Runcing Hanya Jadi Tiang Rumahnya


Ada Nenek Renta Di Sudut Kemerdekaan
Kemerdekaannya Masih Bendera Setengah Tiang
Merah Putih Lebih Baik Jadi Bahan Pakaian
Lagu Kebangsaan Baginya Terdengar Sumbang


Nenek Rindu Menjadi Burung Yang Merdeka
Hidup Merdeka Yang Benar – Benar Bahagia
Bertengger Bebas Dari Lilitan Perut Lapar
Berteduh Bebas Dari Jeratan Pintu Sangkar


Hari Proklamasi Baginya Ulang Tahun Pejuang Yang Miskin
Proklamasi Harusnya Jadi Pro Keselamatan Rakyat Miskin
Tapi Proklamasi Kemederkaan Hanyalah Sebuah Pengingat
Tambah 1 Tahun Tak Ada Makanan Bagi Si Papa Yang Melarat


Hari Proklamasi Tak Ada Lilin Spesial
Tiap Malam Lilin Adalah Penerangnya
Hari Proklamasi Tak Ada Upacara Sakral
Berdo’a Tiap Malam Adalah Renungan Sucinya


Dulu Lapar Ditanggung Semua Orang
Semua Yang Dijajah Tak Merasa Kenyang
Kelaparan Saat Merdeka Adalah Paling Malang
Sendirian Lapar Diantara Orang – Orang Kenyang


Nenek Bukanlah Pahlawan Kesiangan
Meski Dia Sebenarnya Pahlawan Ketuaan
Dia Masih Berjuang Entah Sampai Kapan
Dia Berhenti Bila Ada Burung Merdeka Yang Membawakannya Makanan


By : Sutardji

Jumat, 14 Oktober 2011

PRAHARA PAHLAWAN DEVISA





Padahal Hanya Semilir Dalam Sebayu
Bahkan Sedendang Dalam Bertalu
Kenapa Ada Sejurang Rasa Berharu


Lain Padang Lain Ilalang
Jauh Seberang Tapi Sepandang
Tapi Mati Rasa Tak Bersayang


Bahkan Sehelai Sajadah Serupa Sujud
Segenggam Do’a SeTuhan Bersahut
Karena Seakidah Tak Jua Sedarah
Hentak Kaki Bak Tarian Sang Amarah


TKI Bak Musafir Tanpa Gurun
Dihantar Tak Berunta Bebas Penyamun
Tapi Setiba Dirantau Seperti Dirantai
Pulang Tak Sampai Betah Tak Tergapai


Kenapa Manusia Bak Domba – Domba
Tarik Tak Sehaluan Cambuk Merajalela
Padahal Selugu Kapas Mudah Ditenun
Bila Jua Salah Sudilah Dituntun


Harga Diri Ditakar Bak Segelas
Gelas Pecah Harga Diri Lepas
Khilaf Bekerja Bak Seribu Dosa
Ampunan Jauh Bak Didepan Neraka


Badan Lusuh Tak Senilai Kain
Salah Ditingkah Badan Disetrika
Ringankah Hati Nurani Bermain
Dendang Jeritan Berbuah Tawa


Tapi Seringan Lonceng Berdenting
Sekejap Pukul Tak Cukup Berbanding
Meski Rintihan Bak Buih Meronta
Pukul Bersaut Siksa Tercipta


Bukan Hanya Seorang Bukan Pula Setuan
Badan Tak Lagi Rupawan Gaji Tak Jua Terbawakan
Masih Untung Pulang Senyawa Sebadan
Tapi Tak Jarang Sepeti Dalam Sekafan


Bila Setetes Peluh Tak Nyaman Di Terik
Bila Seiris Silet Tak Tahan Bercabik
Pun Setusuk Duri Tak Sanggup Tertancap
Maka Siksa Mereka Tak Sanggup Di Ucap


Karenanya Air Mata Mereka Tak Berarti
Bila Menjerit Semakin Disika
Bila Diam Diharapkan Mati
Bilap Hidup Tak Lagi Punya Apa - Apa


Warta Telah Terkabar Terang
TKI Diseberang TKI Di Juang
Berburu Uang Diburu Malang
Mengadu Lapar Tak Jua Kenyang


Mengadu Nasib Tak Tertebak
Mengantar Diri Bak Terjebak
Tulang Punggung Keluarga Telah Retak
Pahlawan Devisa Bak Telur Di Ujung Tombak


Duhai Keluarganya Nan Jauh Di Kampung
Inilah Sembilu Buat Berkabung
Do’a Kalian Bukan Terhalang Awan
Tapi Aminnya Tak Kuasa Melampaui Tuan


By : Sutardji

Sabtu, 26 Maret 2011

ISTANA KORUPTOR



Dindingnya Retak Oleh Kepercayaan
Tapi Selalu Dilapisi Cat – Cat Kebohongan
Yang Tampak Warna Dinding Kepalsuan
Terlihat Menarik Tetapi Menyesatkan


Contoh Penghuninya Adalah Tuan Gayus
Sosok Yang Penuh Dengan Akal Bulus
Pintar Memainkan Hukum Dengan Lembaran Fulus
Dari Tahanan Bisa Keluyuran Dengan Mulus


Istana Koruptor Tidak Pernah Sepi
Bukan Keran Istana Keadilan Sudah Ditinggalkan
Para Koruptor Tahu Sebuah Keadilan Bisa Dibeli
Meski Ditahan Mereka Tidak Akan Keteteran


Istana Koruptor Memang Banyak Fasilitas
Bahkan Mereka Duduk Di Kursi Yang Empuk
Tempat Yang Basah Pun Menjadi Prioritas
Ketika Ada Kesempatan Tak Ragu Untuk Dirauk


Istana Koruptor Letaknya Sangat Strategis
Posisi Tepat Mendapat Uang Negara Dengan Gratis
Mereka Sama Sekali Tidak Takut Dengan Pasal Berlapis
Asal Tumpukan Uang Di Rekening Tidak Pernah Kempis


Istana Koruptor Udaranya Mungkin Sejuk
Mereka Tak Pernah Gerah Meski Di Waktu Yang Sibuk
Sebab Cara Bekerjanya Diatur Sesuka Hati
Uang Lemburnya Pun Berlipat – Lipat Dari Gaji


Itulah Uang Lembur Hasil Dari Korupsi
Yang Banyak Diakali Dari Berbagai Instansi
Sedikit Atau Banyak Uang Ini Pasti Dicuri
Atasan Atau Bawahan Pasti Untung Asal Koordinasi


Tapi Sayang Instana Koruptor Sulit Digusur
Sebab Disekelilingnya Dipagari Oleh Kesenangan
Yang Tergoda Pasti Tak Kuasa Untuk Mundur
Apa Yang Di Depan Dianggap Sebuah Perjudian


Ketika Ulahnya Tidak Diketahui Maka Dia Sukses
Kalaupun Diketahui Asal Hukum Dibayar Bisa Beres
Kalaupun Dihukum Para Koruptor Tidak Pernah Ludes
Dan Yang Dihukum Hanya Para Bawahan Yang Lagi Apes


Istana Koruptor Dibangun Dengan 4 Dimensi
Ada 1 Dimensi Yang Jadi Sisi Abadi
Yang Selalu Dibungkus Manis Tanpa Bisa Dicurigai
Sehingga Bisa Dideteksi Saat Korupsi Sudah Terjadi


3 Dimensi Kebenaran Hanyalah Simbol
Kepercayaan, Jabatan Dan Anggaran
Itulah Dimensi Yang Musnah Dengan Angka Nol
1 Dimensi Berhasil Maka Korupsi Dimenangkan


Di Istana Koruptor Tuan Gayus Mungkin Ada Di Terasnya
Siapa Penghuni Singgasana Istana Koruptor Sebenarnya
Dalam 1 Kasus Korupsi Pasti Selalu Ada Dalangnya
Kenapa Sampai Sekarang Yang Diobok – Obok Hanya Wayangnya?


By : Adji

Senin, 07 Maret 2011

SENANDUNG KUPU – KUPU KECIL*

Kepompongmu Baru Kemarin Senja
Bahkan Candamu Masih Seumur Jagung
Meski Kelopak Hatimu Telah Merah Muda
Jangan Menanam Mawar Di Antara Jagung


Meski Perasaanmu Telah Selembut Embun
Jangan Terlalu Pagi Jalan Cinta Kau Tuntun
Tepian Jalan Cinta Ada Parit – Parit Luka
Parit Luka Lebih Merah Di Jembatan Setia


Lihatlah Wanita Dewasa Yang Terluka
Mereka Sepi Dipersimpangan Tak Bertenda
Rumah Cintanya Jadi Panas Untuk Berteduh
Terhembus Angin Resah Dicelah Hati Yang Rapuh


Aku Memang Hanyut Oleh Tatapan Sendu Matamu
Lebih Indah Dari Kepak Sayap Kupu – Kupu Malam
Kau Bukan Wanita Jalang Tapi Perempuan Lugu
Kau Memang Manis Tapi Tanpa Asam Garam


Cintamu Melompat – Lompat Seperti Monyet
Kegirangan Dalam Ayunan Dahan Muda
Cinta Monyetmu Bisa Dibunuh Cinta Kebelet
Yang Tak Tahan Melihat Hijau Daun Muda


Aku Masih Ingin Membuka Hati Kecilku
Aku Tepis Hatimu Dengan Rasa Sayang
Meski Perasaan Cintamu Seperti Kereta Berpacu
Kutakut Melepasmu Di Atas Pelana Yang Guncang



Belum Saatnya Kau Layu Sebelum Berkembang
Jadilah Harum Sebelum Datang Sang Kumbang
Tapi Jangan Lupakan Aku Sembari Kau Pulang
Karena Hanya Kamulah Gadis Yang Aku Sayang
By : Adji

KUPU – KUPU DIATAS JEMARI ( 2 )*



Penantian Jaris Manis Yang Sepi
Diantara Keluguan Jarum Detik
Jangan Kau Gadaikan Sesingkat Mimpi
Seuntai Benang Merah Cobalah Kau Tarik


Meski Segenggam Tak Berarti Sekuntum
Ada Senoktah Yang Kutilis Mesti Tak Sebaris
Biarlah Yang Semerbak Meski Tak Seharum
Selangkah Hati Tak Selalu Berarti Pesimis


Kau Adalah Putri Diantara Peri Bunga
Rasa Hambarmu Bukan Pada Mahkota
Aku Tahu Bilik Hatimu Yang Tak Bersandiwara
Setetes Air Matamu Selalu Jadi Segayung Do’a


Aku Tak Selalu Memandikanmu Dengan Syukur
Meski Kutasbihkan Jelitamu Yang Tak Bercela
Mungkin Masih Ada Pengeran Yang Tertidur
Kharismanya Akan Silau Saat Cintamu Bercahaya


Ketika Kudanya Tak Beranjak Melangkahi Hatimu
Disitulah Pengeran Berlutut Padamu Tanpa Mahkota
Dia Akan Tahu Cinta Yang Tersamarkan Hambarmu
Kuyakin Dia Akan Melukismu Di Singgasana Raja


Aku Hanya Pujangga Yang Tak Berdiary
Surat Cintaku Bahkan Tak Melebihi Lembaran Puisi
Yang Kucoba Memberimu Rasa Aman Di Hati
Ku Menjagamu Seperti Kupu – Kupu Di Atas Jemari


By : Adji

BIDADARIKU



Duhai Bidadariku . . .
Jika Kau Memang Ada Di Dunia
Kuingin Kau Adalah Yang Pernah Disebut Tuhanku
Yang Sangat Indah Ketika Dijelaskan Dengan Ayat-Ayat-Nya


Kau Tidak Perlu Harus Turun Dari Syurga
Aku Akan Terima Engkau Apa Adanya
Jadilah Kau Adalah Permata Dunia
Yang Pandai Menyulam Antara Senyum Dan Do'a


Aku Ingin Melihat Di Sorot Matamu
Sebuah Mentari Yang Tak Pernah Tenggelam
Aku Ingin Melihat Disenyum Manismu
Lengkungan Bulan Sabit Yang Tak Pernah Terbenam


Jadilah Kau Seperti Lonceng Yang Kecil
Yang Mudah Berdenting Ketika Hatiku Tersentuh
Sehingga Aku Bisa Renungi Tarian Dedaunan Yang Kecil
Adalah Semakna Tangisan Bayi Yang Sedang Tumbuh


Jadilah Engkau Beranda Dalam Jiwaku
Tempat Kujulurkan Tirai - Tirai Air Mataku
Supaya Bisa Menjadi Pelindung Wanita Lain Di Depanku
Hingga Jelas Kubedakan Antara Kasih Sayang Dan Nafsu


Duhai Bidadariku . . .
Luluhkanlah Hatiku
Dari Ranting Gersang Yang Kaku
Menjadi Bunga Sakura Ditaburi Salju


Duhai Bidadariku . . .
Lumpuhkanlah Amarahku
Dari Nyala Api Yang Membiru
Menjadi Sehangat Kain Berbulu


Duhai Bidadariku . . .
Tautkanlah Cinta Hatiku
Dari Kesan Pria Yang Menunggu
Jadi Pria Yang Semangat Berpacu


Bantulah Aku Menggapai Syurga
Kadang Kulalai Pada Embun Pagi Dan Bintang
Sehingga Kusulit Lepas  Dari Celah - Celah Sandiwara
Tak Pernah Kudapati Hakikat Di Selayang Pandang


Bentangkan Selendangmu Untuk Tempatku Bersujud
Aku Ingin Selendangmu Menjadi Saksi
Kapan Hatiku Rebah Luluh Dihadapan Maha Wujud
Ketika Aku Tiada Kau Sadar Kemana Aku Kembali


Hidupkanlah Semua Semesta Hatimu
Disitulah Anak Kita Menemukan Bahagia
Hanya Dalam Kandungan Dan Setiap Buaian Pelukanmu
Anak Kita Bisa Merasakan Ketenangan Syurga


Duhai Bidadariku . . .
Kaulah Pelengkap Sunah Sang Rasul
Aku Restui Semua Pengorbananmu Padaku
Semoga Meringankan Doa'mu Menjadi Terkabul


By : Adji

KUPU - KUPU DIATAS JEMARI ( 1 )

Tak Pandai Kuberdendang Dan Menyanyi
Hingga Tak Kupandang Desah Dawai - Dawai Kecapi
Yang Memohon Tuk Kumainkan Dengan Jemari
Ku Hanya Rindu Menyingkap Misteri Nada Sunyi


Nada Yang Mengintip Dibalik Diam
Yang Sering Menghias Rembulan Malam
Yang Paginya Terbawa Embun Di Dedaunan
Hingga Melahirkan Makna Dalam Kebeningan


Jika Dawai - Dawai Kecapi Berdenting
Aku Rela Menunggu Dan Tak Berpaling
Aku Hanya Menanti Seyum Yang Tersungging
Yang Ingin Kuhiasi Kala Kita Bersanding


Kuingin Kau Datang Padaku Diantara Nada Sunyi
Nada Yang Hanya Mengerti Melodi Hati
Yang Pernah Mengikat Hati Sang Raja Dan Permaisuri
Saat Mereka Tak Diganggu Para Dayang Dan Seisi Negeri


Maka Kala Kita Saling Bertatapan
Hati Kita Seperti Ditaburi Bunga Yang Berjatuhan
Hingga Hati Kita Sama - Sama Luluh Di Lembah Kasih Sayang
Lembah Yang Jadi Tempat Seluruh Mata Air Tergenang


Disitulah Dahaga Asmara Kita Di Segarkan
Yang Sering Terurai Memanjang Dalam Kerinduan
Rindu Yang Dibawa Berlari Para Detik Memutari Jam
Hingga Sang Pagi Terasa Jauh Dengan Sang Malam


Tapi Setelah Kita Bertatapan Dan Berjumpa
Tak Penting Lagi Makna Duka Dan Bahagia
Kita Menjadikan Semua Itu Seperti Boneka Dalam Pelukan
Kasih Sayang Membuat Kita Sehati Dalam Tawa Dan Rintihan


Maka Meski Aku Bukan Lagi Berdendang Dan Menyanyi
Datanglah Kekasiku Dengan Melodi Di Hati
Aku Akan Menenanimu Meski Di Malam Yang Sunyi
Akan Kujaga Engkau Seperti Kupu - Kupu Di Atas Jemari


By : Adji

SAJAK – SAJAK EMBUN

Tentang Kesetiaan
Ada Disetiap Tetesan
Setia Meniti Dipermulaan Waktu
Setia Menemani Detik Pagi Berlalu
Tentang Keabadian
Ada Disetiap Tetesan
Tetes Yang Jadi Penghantar Hidup Bermula
Dan Pada Tetesan Mana Hidup Tiada
Tentang Kesucian
Ada Disetiap Tetesan
Kebeningan Yang Lahir Dikeheningan
Ketika Debu Masih Berbaring Damai Di Jalanan
Tentang Kecantikan
Ada Disetiap Tetesan
Tetesan Yang Menghiasi Kembang
Menjadikan Bunga Segar Di Mata Kumbang
Tentang Keberanian
Ada Disetiap Tetesan
Berani Jatuh Dari Jarak Sang Awan
Meluncur Ke Bumi Penuh Keyakinan
Tentang Keikhlasan
Ada Disetiap Tetesan
Memberi Segalanya Yang Bernilai
Ketika Para Manusia Masih Terbuai
By : Adji

JIKA TAK ADA

Jika Tak Ada Sebotol Minyak Yang Wangi
Maka Cukuplah Sebatang Sabun Yang Wangi
Setidaknya Itu Bisa Menyucikan
Bernilai Lebih Selain Mengharumkan


Jika Tak Ada Sepiring Nasi Yang Putih
Maka Cukuplah Dengan Seliter Air Yang Bersih
Lapar Di Siang Hari Untuk Pembelajaran
Teguklah Air Bersih Untuk Simbol Penyucian


Jika Tak Ada Sebait Sajak Atau Puisi
Maku Cukuplah Sepotong Do'a Di Hati
Puisi Yang Tak Jua Membuka Ragu Hatinya
Maka Biarkan Ada Penggugah Hati Dari-Nya


Jika Tak Ada Rembulan Yang Menghiasi
Cukuplah Sebatang Lilin Yang Menerangi
Maka Diantara Cahaya Yang Redup Dan Remang
Redupkanlah Kegelisahan Dalam Cahaya Yang Tenang


Jika Tak Ada Sekarung Anggur Di Dalam Peti
Maka Cukuplah Sesisir Pisang Matang Di Lemari
Lembut Manisnya Pisang Mengenyangkan Si Buah Hati
Bahagialah Keluarga Yang Dirahmati


Jika Tak Ada Sepasang Cincin Emas Yang Menghiasi
Maka Cukuplah Setetes Air Mata Diantara Jemari
Celupkan Cintanya Dalam Larutan Hati Nurani
Kasih Sayang Jadi Penggenggam Manisnya Jemari


Jika Tak Ada Gaun Cantik Bagi Sang Putri
Maka Cukuplah Selembar Kain Yang Putih
Balutkanlah Mahkota Dan Tubuh Sang Putri
Jadikan Kerudung Diam Yang Diberkahi


Jika Tak Ada Lukisan Indah Sang Afandi
Maka Cukuplah Dengan Sekeranjang Melati
Hiaslah Rumahmu Dengan Kesederhanaan
Kesederhanaan Adalah Awal Kelapangan


Akhirnya . . .
Jika Merasa Tak Ada Tujuan Dalam Hidup Ini
Maka Cobalah Untuk Kembali Pada-Nya
Semoga Dituntun Sampai Di Akhirat Nanti





By : Adji

CINTA TANPA BATAS

Ketika Angkasa Luas Tak Berbatas
Maka Pantas Ada Berjuta Bintang Disana
Ketika Asmara Cinta Tak Berbatas
Maka Pantas Ada Berjuta Ruang Disana


Hanyalah Di Angkasa . . .
Kita Tidak Mengenal Siang Dan Malam
Hanyalah Di Angkasa . . .
Kita Tidak Mengenal Terbit Dan Tenggelam


Padahal Disanalah Matahari Dititipkan
Dan Disanalah Sang Purnama Diletakkan
Justru Disanalah Matahari Menjadi Sejati
Bahkan Disanalah Rembulan Menjadi Hakiki


Matahari Bisa Berjaya Dengan Sinarnya
Rembulan Bisa Bahagia Dengan Terangnya
Tidak Terusik Awan Berarak
Tidak Terusik Dedaunan Bergerak


Begitulah Cinta Tak Berbatas
Tak Mengenal Siang Ataupun Malam
Cinta Yang Hidup Dengan Bebas
Di Darat Tak Terbenam Di Laut Tak Tenggelam


Apakah Disana Juga Matahati Dititipkan
Yang Mampu Melihat Dengan Hakiki
Penglihatan Yang Seakan Dicerahkan
Hanya Untuk Yang Mendapat Cinta Sejati


Dengan Cinta Tanpa Batas
Maka Segala Kekurangan Ada Ruangnya
Ruang Untuk Berbagi Dan Membalas
Bisa Mengisi Selain Yang Ada Padanya


Ketika Semua Ruang Hatinya Terbuka
Artinya Dia Tak Lagi Ingin Memilih
Diantara Segelintir Orang Yang Tidak Percaya
Dirinya Sudah Diyakinkan Sang Maha Pengasih


Ketika Orang Tak Mampu Mendaki Di Bukit Ketulusan
Dan Orang Tak Sanggup Berlayar Di Laut Kesetiaan
Justru Dia Sedang Menanam Bunga Di Dibukit Bersalju
Dan Dia Sedang Memberi Makan Ikan Di Laut Membiru


Ketika Orang Sulit Menentukan Warna Cinta
Dia Sedang Melukis Dengan Warna – Warna Itu
Ketika Masih Ada Yang Menghitung Air Mata
Dia Sudah Menampung Air Matanya Dalam Kalbu


Air Mata Yang Tak Lagi Jadi Pembeda
Bahagia Dan Duka Hanyalah Pinang Dibelah Dua
Dia Meleburkan Dirinya Dalam Setiap Arti Kata Cinta
Maka Bahagia Dan Duka Hanya Dibatasi Tanda Koma


Ketika Dia Terima Orang Apapun Kekurangannya
Artinya Di Sedang Melepas Semua Dunianya
Dia Akan Mengajak Meniti Ruang Seluas Angkasa
Ruang Yang Mungkin Dibukakan Pintu Surga


By : Adji

CINTA “INDRA KE-ENAM”

Cinta Itu Sebuah Dunia
Yang Punya Ciri Khas Berbeda
Bisa Melebihi Batas Dunia Nyata
Bisa Dunia Gaib Atau Dunia Maya


Dunia Cinta Bisa Menyentuh Ilmu Santet
Menjalin Cinta Dengan Cara Di Pelet
Diramal Pake Kartu Atau Ramalan Bintang
Adakah Indera Keenam Tuk Menjalin Kasih Sayang


Dengan Cinta Harusnya Membuat Kita Sadar
Tentang Apa Yang Terjadi Di Sekitar
Dengan Cinta Tak Ingin Kekasih Tersamar
Bahkan Rahasia Tentangnya Ingin Dibongkar


Diri Kita Juga Semakin Tergugah
Bahkan Kadang Mencoba Untuk Berubah
Demi Kekasih Hati Yang Tercinta
Demi Tujuan Bahagia Bersama


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Lihat
Bukan Sekedar Nikmat Di Mata
Haruslah Melatih Kepekaan Tersirat


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Cium
Harus Mengelola Kebencian Jiwa
Bukan Sekedar Aroma Tubuh Yang Harum


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Ucapkan
Buka Sebatas Puisi – Puisi Pujangga
Haruslah Bisa Dipegang Sebagai Jaminan


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Sentuh
Haruslah Sejajar Mencipta Kehidupan
Sejajar Dengan Makna Bunga Yang Tumbuh


Dengan Cinta
Apa Yang Kita Pikirkan
Menuntut Sebuah Arti Bijaksana
Dalam Keadilan Hati Di Tangan Tuhan


Maka Dengan Cinta
Ada Lima Indera Yang Dituntut Bekerja
Dari Mata Sampe Pikiran
Harus Bisa Menuntun Hati Di Titian


Jika Lima Indera Itu Bersatu
Akan Lahir Satu Indera Yang Baru
Menjadi Indera Keenam Bagimu
Menjadi Pelengkap Cinta Sejatimu


Bukankah Tuhan Juga Berkata
Ia Akan Menjadi Mata Bagi Kita
Jika Kita Sudi Sejalan Dengan-Nya
Ini Juga Akan Jadi Indera Keenam Kita


Bukankah Tuhan Juga Berjanji
Dia Akan Menanggung Segala Rejeki
Jika Kita Mencintai Atas Nama-Nya
Bacalan Surah An-Nuur Ayat 32


By : Adji