Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 31 Mei 2009

HANYA INI CARAKU MENILAIMU

Dara Jelita Berhati Sangat Lembut

Hatinya Semudah Melawan Kabut

Kemanapun Bayu Berseru Lembut

Kesitulah Arah Rasamu Terhanyut



Hatimu Bagai Salju Diatas Bunga Mekar

Bila Salju Mencair Bunga Terlihat Segar

Putih Hatimu Menghias Cinta Yang Mekar

Ketika Hatimu Mencair Cintamu Segar



Sorot Matamu Sangat Mudah Ditafsir

Ketika Ada Seseorang Yang Engkau Taksir

Binar Matamu Ada Serat – Serat Cahaya

Bagai Mentari Bersinar Disela – Sela Mega



Aku Senang Melihatmu Kala Tersipu

Engkau Tertunduk Seperti Putri Malu

Seperti Bunga Yang Tertunduk Kaku

Yang Diatasnya Dihinggap Kupu – Kupu



Aku Senang Melihatmu Berdo’a Bahagia

Kala Kau Mesyukuri Diri Saat Jatuh Cinta

Kau Menengadah Kelangit Dengan Mata Tertutup

Sambil Menangis Memeluk Dada Yang Meletup



Saat Duduk Disampingku Engkau Seperti Melayang

Engkau Seperti Duduk Diatas Awan Dan Bintang

Engkau Seperti Merasa Aku Melihat Semua Hatimu

Sehingga Engkau Tak Mau Berkata Selain Menunggu



Ketika Aku Tersenyum Dan Menyentuh Tanganmu

Engkau Merasa Aku Seperti Menyentuh Isi Hatimu

Sehingga Isi Hatimu Yang Teramat Sangat Lembut

Membuat Engkau Layak Embun Yang Sedang Larut



Menjadi Tetesan Air Jernih Yang Tertampung

Diatas Kelopak Teratai Yang Sedang Terapung

Warnanya Terlihat Jelas Dan Sangat Transparan

Cahaya Hati Dan Matamu Bersinar Gemerlapan



Ingin Kupeluk Engkau Antara Memegang Dan Melepas

Sebab Engaku Lebih Erat Memeluk Aku Didalam Hatimu

Engkau Menerima Pelukanku Dengan Pasrah Melemas

Engkau Sandarkan Jiwa Dan Ragamu Sesuai Harapanmu



Engkau Tahu Damai Cinta Kita Telah Lama Engkau Semai

Engkau Ingin Damaikan Hatimu Dari Gejolak Yang Ramai

Sebab Engaku Lebih Dahulu Memelihara Cinta Dan Asmara

Seluas Hatimu Sampai Sudut Manapun Yang Bisa Berbunga



HANYA INI CARAKU MENILAIMU . . .



By : Adji

Senin, 25 Mei 2009

MALAIKAT CINTA

( Angel Of Love )



Ada Malaikat Untuk Bagian Kebaikan

Ada Malaikat Untuk Bagian Keburukan

Malaikatnya Cinta Siapa Yang Dapat Bagian

Malaikat Kebaikan Atau Malaikat Keburukan



Pastinya Jadi Bagian Malaikat Kebaikan

Dimana – Mana Cinta Bukan Keburukan

Meski Banyak Cinta Berakhir Berantakan

Tanya Saja Pada Manusia Yang Menjalankan



Katanya Dewi Cinta Diharapan Datang Membantu

Ketika Ada Misi Cinta Suci Yang Seakan Terbuntu

Kenapa Kita Lupa Dengan Malaikat Cinta Yang Ada

Memang Tak Pernah Disebutkan Tapi Pasti Dia Ada



Malaikat Bagian Kebaikan Adalah Bagian Diri

Dia Sudah Diciptakan Menjadi Teman Sejati

Ketika Kita Dilahirkan Dalam Dunia Yang Fana Ini

Dia Setia Jadi Bagian Kisah Disemua Lembar Hari



Tak Perlu Menjadi Arjuna Atau Pangeran

Bila Kita Berjuang Atas Nama Kebaikan

Bukan Saja Malaikat Akan Menjadi Teman

Posisi Malaikat Cinta Bisa Dipercayakan



Kalahkan Arjuna Dengan Segala Sosoknya

Patahkan Pangeran Dengan Semua Pegaruhnya

Terlepas Panah Arjuna Mengandung Perih

Terlepas Pedang Pangeran Mengandung Pedih



Ketika Kita Benar – Benar Merasa Punya Cinta

Maka Mestinya Baik Dan Buruk Lihat Tandanya

Bukan Menggunakan Cinta Untuk Dapat Segalanya

Padal Akhirnya Yang Tersayanglah Jadi Korbannya



Bentangkan Sayap Putih Malaikat Selebarnya

Benar – Benar Berikan Yang Terbaik Untuk Dia

Tak Penting Ketulusan Yang Pernah Kau Akui

Tak Perlu Kesetiaan Yang Terucap Dalam Janji



Jika Ada Cinta Yang Tak Berpihak Pada Kebaikan

Bukan Saja Dewi Fortuna Tak Akan Membantu

Bahkan Kita Jadi Temannya Malaikat Keburukan

Cinta Seperti Itu Merubah Madu Jadi Empedu



Bila Ingin Berkomunikasi Dengan Malaikat Itu

Dengarkan Bisik – Bisik Suara Hati Nuranimu

Tak Perlu Diutarakan Pada Semua Jika Kau Malu

Dengarlah Dalam Kesunyian Dan Waktu Tertentu



Saat Berkomunikasi . . .

Jangan Gunakan Rasa Ego Dadamu

Saat Berkonsentrasi . . .

Buanglah Segala Hasrat Yang Keliru



Masuklah Kepelosok Hati Yang Terpencil

Munculkan Kesadaran Diri Terdalam

Sampai Ditemukan Dimana Letak Hati Kecil

Disitulah Suara Malaikat Kebaikan Bersemayam



Sekarang Semuanya Kepada Kitalah Terpulang

Cinta Dan Kebaikan Dicipta Bagai Anak Dan Inang

Cinta Tanpa Kebaikan Adalah Air Mata Berlinang

Cinta Dengan Kebaikan Juga Air Mata Berlinang



Hanya Malaikat Kebaikan Dan Malaikat Cinta Yang Tahu Makna Bahagia Air Mata Itu . . .



By : Adji

Sabtu, 23 Mei 2009

SERAMBI CINTA

( Inspirasi Malam Minggu )

Jika Cinta Seperti Sebuah Rumah
Berarti Aku Belum Benar – Benar Masuk
Jika Cinta Seperti Orang Sakit Parah
Mungkin Aku Hanya Sekedar Membesuk

Meski Memang Aku Pernah Merasa Teduh
Setelah Aku Merasa Panas Dan Berpeluh
Walau Memang Aku Pernah Merasa Sembuh
Setelah Aku Merasakan Sakit Dan Rapuh

Tapi Rasa Panas Dan Peluh Cuma Sepintas
Dan Rasa Sakit Di Kalbu Yang Cuma Sekilas
Jinak – Jinak Merpati Masih Saja Terlepas
Bagaimana Yang Jual Mahal Dan Berkelas

Kusadari Kata – Kata Saja Tak Sanggup
Bisa Jadi Terselipkan Janji Yang Teralpa
Kucari Harta Yang Tak Mungkin Cukup
Masih Ada Nilai Hati Yang Lebih Berharga

Asmara Dan Cinta Adalah Sebuah Istana
Yang Bukan Diukur Indahnya Sesuai Benda
Memang Ada Kamar – Kamar Rasa Yang Berbeda
Dan Juga Gudang – Gudang Benci Yang Tersedia

Tapi Sebelum Satu Kamar Cinta Terkunci
Untuk Satu Orang Kekasih Yang Tersayang
Yakinkan Dulu Sejauh Mana Kau Memasuki
Baru Di Serambi Atau Sudah Kesemua Ruang

Ternyata Selama Ini Aku Baru Di Serambinya
Aku Belum Bisa Mengetuk Pintu Utamanya
Meski Berapakali Mengetuk Pintu Hati Si Dia
Ternyata Kulupa Pintu Hati Dalam Cintanya

Dia Bisa Membuka Pintu Hatinya
Tak Bukan Berarti Untuk Jadi Kekasih
Dia Terima Dalam Ukuran Kadar Dan Rasa
Tuk Menyisihkan Rasa Cinta Dan Kasih

Tapi Sayang Meski Masih Di Serambi
Aku Sudah Merasa Memiliki Istana
Sehingga Harapanku Melebihi Mimpi
Sakit Dan Kecewa Seakan Didepan Mata

Karena Tak Ada Ruang Untuk Sembunyi
Aku Lebih Sering Kepanasan Dan Dingin
Di Istana Mana Serambi Asmaranya Sepi
Barangkali Disitu Aku Menitip Semua Ingin

Aku Berharap Istana Cinta Yang Sederhana
Dimana Satu Pintu Hati Juga Pintu Cintanya
Saat Aku Ketuk Dengan Satu Rasa Asmara
Saat Terbukanya Aku Diterima Masuk Disana

By : Adji

Senin, 18 Mei 2009

AKU MASIH MILIK-NYA

Aku Sudah Mencurahkan Puisi

Aku Telah Memecahkan Misteri

Tentang Apa Yang Aku Nikmati

Sambil Memilah Yang Diberkahi



Tak Cukup Tenang Aku Memberi

Ku Tahu Tangan Diatas Lebih Mulia

Tak Cukup Senang Aku Menyanyi

Melantukan Dzikir Didalam Irama



Pernah Juga Kutaksir Beberapa Mimpi

Dan Kadang Kunaksir Beberapa Bidadari

Memahami Nikmat Yang Dipesan Di Peraduan

Memahami Nikmat Yang Aku Buru Di Peraduan



Ternyata Ada Kisi – Kisi Hati Yang Tertepis

Didalam Misi – Misi Ayat Yang Tertulis

Tak Semua Keingian Diri Ini Harus Kurilis

Harus Ada Belahan Hati Yang Rela Aku Iris



Demi Sebuah Pengorbanan Diri Terdalam

Untuk Bukti Iman Yang Pernah Tertanam

Keinginan Hati Yang Nikmat Tapi Mengancam

Bisa Mengaburkan Akal Yang Seakan Buram



Aku Harus Berani Curhat Kepada Alam

Yang Kadang Membawa Nyanyian Kalam

Desiran Angin Di Shubuh Dan Petang

Mengipas – Ngipas Pesan Saat Melayang



Sembari Kuterjemahkan Lantunan Adzan

Benarkah Sujudku Kali Ini Jadi Tanda – Tanda

Harus Kukembalikan Rasa Ingin Pelan – Pelan

Dan Menggemakan Dzikir Hingga Ke Jendela



Apa Yang Terlihat Bergejolak Di Luar Sana

Pergulatan Antara Angin Dan Dedaunan

Dan Antara Semua Makhluk - Makhluk Dunia

Seiapa Yang Membuat Gejolak Itu Berayunan



Begitupula Gejolak Hatiku Didalam Dada

Ibarat Gelombang Air Didalam Periuk

Ada Benturan Keinginan Yang Aku Punya

Harus Kualirkan Lewat Jalur Yang Sejuk



Memang Keinginan Ini Aku Yang Punya

Tapi Hati Ini Sebenarnya Milik Siapa

Dia-lah Yang Membuat Hatiku Punya Rasa

Biar Aku Bisa Menangkap Kasih Sayang-Nya



Bahkan Semua Keinginanku Juga Milik-Nya

Apa Saja Yang Ingin Kurasakan Dalam Dunia

Semua Adalah Karena Dia Menciptakan-Nya

Pantas Kuberkorban Karena Aku Masih Milik-Nya



By : Adji

Minggu, 17 Mei 2009

SKENARIO KEHIDUPAN

Kisah Ini Berawal Dari Kita Diciptakan
Cerita Ini Bermula Sejak Kita Dilahirkan
Sebuah Perjalanan Panjang Kehidupan
Tuhan Menulisnya Kita Menjalankan

Aku Kebagian Satu Skenario Kehidupan
Entah Berapa Halaman Tebalnya
Tanpa Ku Tahu Apa Judul Pembukaan
Entah Berapa Esisode Didalamnya

Aku Tak Bisa Membaca Semuanya
Selain Siap Menjalani Tiap Halaman
Ada Beberapa Rahasia Yang Terjaga
Membuat Manis Harap Dan Impian

Aku Paling Suka Episode Cinta
Dimana Aku Senyum Dan Bahagia
Tak Mau Halaman Itu Berlalu
Malah Aku Ingin Tetap Terpaku

Tapi Katanya Roda Hidup Berputar
Jadi Aku Harus Rela Episode Itu Bubar
Sembari Kusimpan Sisa – Sisa Yang Ada
Supaya Kujadikan Catatan Hati Selanjutnya

Bahwa Episode Yang Sudah Berlalu
Yang Menelan Waktu dan Umurku
Sudah Pernah Memberikan Kesempatan
Tinggal Bagaimana Kita Memanfaatkan

Aku Tak Bisa Menyalahkan Siapa – Siapa
Meski Kadang Tak Bisa Berbuat Apa – Apa
Harus Kusesali Waktu Yang Jadi Sia – Sia
Tak Bisa Kutahan Episode Itu Lama – Lama

Intinya Bagaimana Melakukan Peran Terbaik
Perankan Posisi Dan Jabatan Dengan Menarik
Meski Kita Seakan Di Atas Panggung Sandiwara
Tapi Ada Hitungan Amal Untuk Sambungannya

Jika Sedang Jadi Kaya Mungkin Harus Memberi
Jika Sedang Jatuh Cinta Mungkin Harus Berbagi
Jika Sedang Jadi Miskin Mungkin Harus Diinsyafi
Ada Yang Dapat Peran Hanya Kaya Secara Materi

Jika Kita Mampu Berperan Dengan Baik
Ada Jaminan Kita Jadi Pemain Selanjutnya
Bukan Lagi Peran Melawan Buruk Dan Baik
Tapi Peran Kemenangan Selama – Lamanya

By : Adji

Minggu, 10 Mei 2009

BUMI RUMAH KITA SEMUA

(Dalam Rangka Peringatan WOC 11-15 Mei 2009 Di Manado)

Jangan Bilang Bumi Ini Saksi Bisu
Seperti Tak Bicara Kayak Orang Gagu
Sebab Dia Berubah Bersama Kita
Dan Dia Kan Hancur Bersama Kita

Bahwa Semua Yang Kita Lakukan
Pasti Akan Tetap Berakibat Balas
Jangankan Merusak Dan Memusnahkan
Pijakan Kaki Saja Akan Membekas

Biarkan Bunga Gugur Secara Alami
Sebab Dia Telah Menyelesaikan Sebuah Misi
Sewaktu Dia Mekar Dia Sudah Berjanji
Mata Yang Melihatnya Akan Mensyukuri

Jika Terpaksa Memetik Bunga Di Taman
Petiklah Demi Sebuah Keseimbangan
Ada Cinta Yang Juga Kamu Turut Selipkan
Menjaga Kelestarian Alam Demi Kehidupan

Barangkali Selain Memberi Bunga Digenggaman
Akan Lebih Baik Sang Kekasih Diajak Jalan – Jalan
Panggilah Dia Melihat Bunga Yang Ada Di Taman
Hingga Tak Perlu Memetik Demi Keseimbangan

Barangkali Selain Memetik Bunga Yang Indah
Mungkin Sekali Coba Memetik Indahnya Hikmah
Yang Telah Diciptakan Di Alam Semesta
Sejengkal Demi Sejengkal Ada Tanda – Tandanya

Berapa Harga Sejengkal Tanah Yang Engkau Jual
Di Kota Besar Sejengkal Tanah Bisa Menjadi Mahal
Pernahkah Harga Tanah Yang Kita Jadikan Nilai
Sebanding Penghargaan Pada Bumi Yang Tak Ternilai

Sudah Diisukan Pemanasan Global Mengancam
Sedemikiankah Panasnya Angkara Yang Tertanam
Adanya Efek Rumah Kaca Yang Berakibat Fatal
Adakah Rumah Hati Manusia Sudah Jadi Brutal

Masih Ada Manusia Yang Sedemikian Sadar
Berusaha Menjaga Alam Dengan Sikap Sabar
Menghijaukan Bumi Meski Berbekal Semak Belukar
Atau Benih Cinta Dan Tanaman Yang Disebar

Hikmah Disini Bukan Pada Apa Artinya Tidak Memetik
Hikmah Disini Bukan Pada Maksud Bahwa Tak Menebang
Bukan Cuma Sekedar Membiarkan Semut Dan Jangkrik
Bukan Hanya Membiarkan Kupu – Kupu dan Kumbang

Tapi Lebih Pada Bagaimana Menghargai Kehidupan
Jika Ingin Umur Yang Panjang Jalurnya Bukan Kesenangan
Memanfaatkan Bumi Sesuka Hati Dan Keinginan
Sampai Lupa Seberapa Besar Yang Jadi Kebutuhan

Hitung Saja Berapa Manusia Yang Serakah
Yang Mengira Semua Rejekinya Menjadi Berkah
Semua Jenis Pengrusakan Akan Menimbulkan Nista
Rumah Hatinya Tak Pernah Jadi Rumah Untuk Dirinya

Minimal Dia Sadar Bumi Rumah Kita Semua . . .

By : Adji

Jumat, 01 Mei 2009

BERSAMA - MU ( DALAM SUJUD )

Kau Tahu Kemana Titik Aku Bahagia

Kau Tahu Dimana Detik Aku Terluka

Aku Tak Tahu Kemana Titik Itu Berada

Tapi Aku Tahu Dimana Detik Itu Tersedia



Karena Hatiku Ada Seribu Titik

Karena Waktuku Ada Beribu Detik

Dan Titik Bahagiaku Telah Tercampur Tanda Tanya

Dan Detik Terlukaku Telah Berbaur Disetiap Masa



Menghapus Tanda Tanya Bukan Jalan Keluar

Berhenti Ketika Luka Bukan Jalan yang Benar

Harus Ada Jawaban Yang Kudengar

Harus Ada Kepastian Yang Terkabar



Masalahnya Bukan Pada Mencari bahagia

Persoalannya Tidak Pada Melewati terluka

Tapi dimana Engkau hingga saat kubahagia

Dan dimana Engkau hingga saat kuterluka



Kalau Kau tahu titik aku bahagia

Akankah aku bisa bersama-Mu pada titik itu

Kalau Kau tahu detik aku terluka

Adakah aku bisa dengan-Mu dalam detik itu



Mungkin Aku butuh sujud diantara titik

Barangkali aku harus sujud diantara detik

Meski ada titik ragu menghalangiku

Walau ada detik semu melalaikanku



Meski bukan bahagia yang buat aku sujud

Walau bukan terluka yang bua aku sujud

Bukan pula karena titik dan tanda tanya

Bukan pula karena detik disetiap masa



Kuingin disetiap titik aku bersujud

Kuharap disetiap detik aku bersujud

Atau setiap bahagia dan juga terluka

Kita masih sempat bersama - sama



Jika kita bersama disemua titik

Jika kita berdua disegala detik

Maka tak memandang bahagia atau terluka

Kita masih sempat bersama - sama



Bahkan aku tak bahagia bukan karena tanda tanya

Bahkan aku terluka bukan karena ada disetiap masa

Tapi karena ada titik dan detik yang menjadi hampa

Hingga tanpa sujud membuat kita tak lagi bersama



Dimana titik aku harus bersyukur

Dimana detik aku harus bertafakur

Akan mudah tercipta dan juga terwujud

Karena aku terjaga untuk-Mu dalam bersujud



By : Adji

BIARLAH RAHASIA

Ada mutiara didalam kerang

Yang terselubung didalam karang

Menanti saat yang akan datang

Tuk jadi penghias kalung dan gelang



Diluarnya ada bergejolak ombak

Menghempas tangguhnya karang

Keluarlah suara yang menghentak

Memukul bayu yang sedang melayang



Ada sebuah mutiara didalam cinta

Yang terbungkus didalam sukma

Menanti saat yang akan datang

Tuk jadi milik orang yang tersayang



Diluarnya ada gejolak rasa

Menghempas tangguhnya jiwa

Hingga membuat diri ini terjaga

Menukar senyum dan air mata



Siapa yang tersayang didalam takdir

Yang selalu dikabarkan ombak mendesir

Yang selau dibisikkan bayu yang semilir

Hingga tak tahan kusanggul dengan takbir



Akupun sudah pernah mencoba

Memberi janji tanpa menggoda

Mencari hati diantara rasa cinta

Mencurah kumpulan embun di pot berbunga



Menanti saat bunga bermekar

Demi undangan yang akan disebar

Sebagai tanda yang tersayang tiba

Meyatukan hati dan segenap jiwa



Tak ingin mutiara ini akan jadi sia - sia

Meski memang terbungkus didalam kerang

Tetapi ombak yang tiap saat menerpa

Pernah membuat luka yang selalu kukenang



Jangan tanya siapa pujaan hatiku

Jangan tanya yang sungguh mencintaiku

Aku ingin menjalani semua dengan waktu

Hanya kabar dari-Nya yang aku tunggu



Saat dimana kuterbangun dalam mimpi

Melihat kenyataan dengan segenap hati

Hingga kusadari siapa yang sugguh kucintai

Memberi arti hidup dimana aku berdikari



Sebelumnya biarlah rahasia . . .



By : Adji

Special To : Someone

CINTA DIMANA - MANA

Cinta bukan pada keindahan

Jika cinta itu pada keindahan

Dan paling indah pada satu makhluk

Hanyakah kepadanya manusia takluk



Jika keindahan ada dibanyak kehidupan

Mungkin memang ada cinta dimana-mana

Tapi sisi hidup ditengah semua ketiadaan

Akankah cinta tersisa untuknya disana



Siapa yang tak suka mawar yang merekah

Ada banyak cinta yang terwakili dengan indah

Siapakah membenci kupu -kupu yang lucu

Ada banyak bahasa kasih menyentuh kalbu



Untuk semak-semak yang cuma ditiup angin lembut

Akankah cinta tak tersisa untuk bisa disambut

Jika tak tersisa cinta meski selayang pandang

Untuk apa istilah tanya pada rumput yang bergoyang



Ada yang bahagia tinggal di istana megah

Tempat nyaman keluarga yang terindah

Tak ada yang salah dengan mereka

Sebuah keadaan yang memang nyata



Tapi bagaimana dengan yang di gubuk tua

Bahagianya bisa dihitung dengan air mata

Jika tak ada kenyamanan layaknya istana megah

Disinikah berartinya acara bedah rumah



Cinta ada dimana - mana bukan berarti punyasimpanan

Cinta ada dimana - mana menandakan sebuah keutuhan

Seperti ketika kita berdiri di sebuah persimpangan

Semua sisi jalan merupakan satu kesatuan



Bukan sekedar apa yang dibelakang dan di depan

Tetapi juga apa yang ada di kiri dan di kanan

Jika sekarang ini ada mawar ditangan kananmu

Ingatlah masih ada yang kosong di tangan kirimu



Bahwa apa yang kau berikan dengan satu tanganmu

Masih belum apa - apa dibanding kedua tanganmu

Bahwa mawar yang kau berikan untuk si dia

Tak kalah dengan sebungkus nasi utk anak dijalan raya



Apa makna keutuhan dalam cinta

Yaitu cinta datang untuk berbagi ke semua

Apapun keindahan hidup pada kita

Sebisa mungkin untuk memberi pada sesama



Tuturkan hatimu dengan jujur

Ulurkan nikmatmu dengan syukur

Jika kau butuh cinta dalam sesuap kasih

Ada yang butuh cintamu dalam sesuap nasi



By : Adji

( Barang siapa yang cukup uang untuk mengelakkan kelaparan jasmani, maka mereka menderita kelaparan rohani atau kesusilaan jika mereka itu hanya kaya belaka : O. S. Marden )

ANAK PERTAMA VS ANAK SULUNG

Benarkah anak pertama adalah anak yang sulung

Benarkah anak sulung adalah anak yang pertama

Karena tak semuanya anak pertama jadi anak sulung

Sebab tak selamanya anak sulung adalah anak pertama



Apakah ini sebuah pernyataan

Adakah ini sebuah pertanyaan

Apakah ini untuk menghukumi

Adakah ini untuk menghakimi



Pantaskah wanita yang sedang mengandung

Kita pertanyakan inikah anak yang sulung

Wajarkah wanita yang lagi berbadan dua

Kita pertanyakan inikah anak yang pertama



Masalahnya kenapa ini harus jadi pertanyaan

Persoalannya kenapa ini harus lagi dinyatakan

Bukankah anak pertama memang anak sulung

Bukankah berbadan dua memang mengandung



Pangkal masalahnya siapa calon ibundanya

Pangkal persoalannya siapa calon bapaknya

Apakah calon ibunya sudah berstatus istri

Adakah calon bapaknya sudah berstatus suami



Jangan-jangan calon ibunya hanya pacar sang pria

Jangan-jangan calon bapaknya hanya pacar sang wanita

Kalau memang begitu semua kebenarannya

Ini akan jadi anak sulung atau ank pertama



Anak sulung hanya diakui untuk keluarga yang direstui

Anak pertama tak pasti menjadi anak yang sulung

Ketika wanita mengandung tanpa pernah dinikahi

Anak pertama baginya tak pasti menjadi anak yang sulung



Anak yang pertama bagi wanita tak dinikahi

Sering akan dilahirkan dengan jalan diaborsi

Bukan karena sembilan bulan tak cukup waktu

Karena ada sembilu yang mengiris kalbu setiap waktu



Tak perlu ditanya inikah anak sulung atau anak pertama

Lihat saja ketika wanita mengandung adakah dia bahagia

Kalau wanita mengandung dalam keadaan sedang terluka

Dipastikan anak sulung baginya bukan dari anak yang pertama



Semua akibat pergaulan yang sudah bebas

Membuat nafsu sedemikan bisa terlepas

Bukan sekedar berhubungan sesat sesaat yang lepas

Tetapi masalahnya banyak wanita yang sedang tertindas



Jadikanlah anak yang pertama adalah anak yang sulung

Yang dinantikan sebuah keluarga yang sedang beruntung

Yang menjadi buah hati calon ayah bunda tercinta

Dalam ikatan keluarga sakinah mawaddah warahmah



By : Adji

AYAT - AYAT PUJANGGA

Ada sebuah buku mungil

Terbungkus sampul kecil

Diakhirkan halaman ganjil

Berisi ayat tapi bukan injil



Buku itu ada ayat - ayat pujangga

Kumpulan kata akhir segala rasa

Buah pikiran yang jatuh tanpa dipetik

Jatuh dari isi hati yang dalam dilirik



Ditulis tanpa tinta warna - warni

Tetapi punya corak seperti pelangi

Kadang tanpa titik ataupun koma

Tapi kental sekali makna - maknanya



Ayatnya bukan milik ajaran agama

Tapi punya fungsi menyentuh jiwa

Teman perenungan diri yang terlena

Taman penemuan diri yang berkelana



Ada judul - judul penggugah hati

Berisikan baris - baris kata nurani

Menjadi cerita yang tulus lagi murni

Ayat - ayat yang menjelma jadi puisi



Disitulah senyumnya tersunging

Dan semua air mata dibendung

Atau nyanyian hati yang berdenting

Serta hari - harinya yang bermendung



Namun ayatnya bukan untuk dibalas

Meski ditulis dengan hati yang diperas

Menjadi saripati rasa yang tak lagi berampas

Bacalah ayatnya tapi jangan bergegas



Supaya tiap ayat yang mengandung janji

Bsa ditagih sebelum dirinya pergi

Dan tiap ayat yang mengandungkan beri

Gunakanlah meski tanpa ucapan permisi



Ayat - ayat ini akan menjadi penyeru

Dan pelepas suara hati yang terbelenggu

Menjadi teman ayat - ayat yang terwahyu

Alternatif lain pemberi inspirasi baru



By : Adji

ANAKKU BUKAN ANAKKU

Siapa yang tega berkata begitu

Siapa yang rela berucap begitu

Bahwa anakku bukanlah anakku

Orang tuanya anggap anaknya yatim piatu



Pernahkan anak minta dilahirkan

Sudahkah anak pinta dibesarkan

Jika tak mampu menahan rengekan buah hati

Jangan juga salahkan rengekan permata hati



Buah hati lahir dari benih yang sudah ditanam

Permata hati telah rela dijadikan lahan bertanam

Petiklah buah hatimu bila tiba saatnya

Bukan cuma memetik mawar karena ingin dapat ibunya



Permata hatimu rela ditanami karena cinta

Mestinya dia juga dipanen atas nama cinta

Coba ingat malam indah disaat kalian sedang berdua

Dan jangan lupakan hari indah saat kalian sudah bertiga



Sebelum terlanjur basah pertimbangkan ulang

Masih ada cara lain membuktikan saling cinta

Sebelum terlanjur salah perkirakan ulang

Pernikahan adalah cara terbaik bukti saling cinta



Berpacaran memang selalu penuh resiko tergoda

Karena berpacaran itu sendiri adalah bukti telah tergoda

Cobalah kenali sang permata hati dengan cara berta'aruf

Sebuah jalur islami mengenal kekasih dengan cara yang ma'ruf



Kalau perlu jangan hanya ajak dia ngobrol berdua

Sempatkanlah ajak dia untuk beribadah bersama

Sama - sama bersujudkan diatas sajadah cinta

Sama - sama mewujudkan bias ayat - ayat cinta



Dalam cahaya terang kehidupan dunia jadi cerah

Baik dan buruk mudah untuk dipilih dan dipilah

Berpacaranpun seakan sedang mengumpulkan berkah

Buah hati yang lahir akan dianggap sebagai anugerah



Katakanlah benihku adalah anakku

Katakanlah anakku adalah buah hatiku

Katakanlah pacarku adalah istriku

Katakanlah pacarku adalah permata hatiku



By : Adji

PACAR PERTAMA BUKAN CINTA PERTAMA

Kini Aku ingin ungkapkan isi hatiku

Tapi bukan hanya itu isi hatiku

Aku ingin bilang sekarang mencintaimu

Tapi bukan cuma kali ini ada cinta dalam hatiku



Aku jujur menjadikanmu pacar pertama

Tapi kau belum tahu berapa kali kupendam rasa

Meski hari ini sudah tersingkap satu sudut jiwa

Masih banyak gelora rasa yang seakan menganga



Jika hari ini ada satu senyumku denganmu

Kau belum tahu berapa tangis dalam hatiku

Bahwa sebelum kau ku jadikan pacarku

Sudah ditempa hati ini dengan rasa merindu



Tapi jangan anggap aku ini pria gaya playboy

Yang menjerat wanita seperti kuda mirip koboi

Aku tak pernah membuat perangkap untuk pasangan

Yang kusediakan adalah sarang supaya nyaman berduaan



Jika kau lihat puisiku ada lima puluh judul

Jangan curiga jika kita baru jadian lima hari

Aku tidak membuat puisi dengan bantuan tuyul

Hatiku sudah matang digodok cinta dan benci



Yang ingin kutahu ada apa denganmu

Akankah kau benar mau jadi pacar petamaku

Jika kau bukan jodohku yang diatur Illahi

Barangkali memang kau berakhir jadi pengias puisi



Tanyai saja aku kenapa selalu menunggu

Mengungkap cinta yang tersimpan didalam kalbu

Setelah itu baru kau akan jadi tahu

Tak semua cintaku semanis rasa madu



Kalau saja cintaku jadi bahan cerita

Ada banyak judul yang akan tercipta

Tapi ku tak mau dianggap sebagai penulis

Karena cinta ini benar - benar aku yang rilis



Bersyukurlah jika pengalaman cintaku buatmu bahagia

Aku hanya pemain lama yang tak pernah diakui

Bukan karena tak ada tempat untukku berada

Aku hanya butuh pembangkit percaya diri



Aku selalu ragu - ragu bilang "I Love You"

Karena rasa hati menutup kedua bibirku

Jangankan aku menyentuh dan meraba - raba

Mendekat saja dadaku seakan pecah terbelah



Tapi yakinlah cintaku tulus dan setia

Bahagialah denganku selama - lamanya

Aku sudah siap terima cinta apa adanya

Sebagaimana kusering lepas cinta apa adanya



By : Adji

PELANGI CINTA

Sudah kulihat indah warnamu
Tapi ku masih ingin menggapai wujudmu
Sudah kunanti setiap kehadiranmu
Tapi ku tak ingat berapa kali ku menunggu

Sebab ku tak cuma sekedar ingin memandang
Ibarat cinta ku ingin jadi bagian yang disayang
Bahkan setelah wujudmu sudah kupegang
Aku ingin jadi bagian yang juga dipandang

Kau muncul setelah langit biru menangis
Seperti cinta hadir setelah biru hati menangis
Kau sebuah lingkaran warna - warni
Begitulah lingkaran hatiku yang ingin diwarnai

Kau muncul tanpa disangka-sangka
Seperti cinta menyapa tanpa diterka
Tapi kau pergi pelan-pelan namun pasti
Begitulah cinta yg kadang pergi tanpa permisi

Yang selalu kukagumi adalah
Bahwa kau muncul alami
Yang ingin pula kualami adalah
Hadirnya cinta yang juga alami

Dan tak mungkin setiap hari hanya ada kemarau
Pastilah ada curahan air dari atas sana
Pastilah ada pelangi berteman daun segar dan hijau
Tak selamanya curahan hujan tuk jadi banjir dan bencana

Dan hatiku pun tak mesti selamanya galau
Pastilah ada curahan ksih dari atas sana
Karena ada curahan hatiku yang tak ingin dihalau
Pastilah ada pesan kasih yg dititip untuk ku dari-Nya

Mungkin ku tak sempat membuktikan semua niat tulusku
Mungkin ku tak sempat menepati semua janji hatiku
Mungkin belum sempat kuraih harapan terjauhku
Semua hanya karena cinta yang pergi dan berlalu

Mungkin tak kutitip cinta pada melati
Mungkin tak kutitip cinta pada merpati
Mungkin tak mampu kubilang cinta dengan puisi
Tapi ingin kusempatkan menitip cinta lewat pelangi

Hingga meski pelangi tak selamanya ada
Semoga cintaku akan selalu terjaga
Paling tidak pelangi indah yang sudah pergi
Sudah menjadi warna indah cintaku dalam hati

By : Adji