Jumat, 01 Mei 2009

CINTA DIMANA - MANA

Cinta bukan pada keindahan

Jika cinta itu pada keindahan

Dan paling indah pada satu makhluk

Hanyakah kepadanya manusia takluk



Jika keindahan ada dibanyak kehidupan

Mungkin memang ada cinta dimana-mana

Tapi sisi hidup ditengah semua ketiadaan

Akankah cinta tersisa untuknya disana



Siapa yang tak suka mawar yang merekah

Ada banyak cinta yang terwakili dengan indah

Siapakah membenci kupu -kupu yang lucu

Ada banyak bahasa kasih menyentuh kalbu



Untuk semak-semak yang cuma ditiup angin lembut

Akankah cinta tak tersisa untuk bisa disambut

Jika tak tersisa cinta meski selayang pandang

Untuk apa istilah tanya pada rumput yang bergoyang



Ada yang bahagia tinggal di istana megah

Tempat nyaman keluarga yang terindah

Tak ada yang salah dengan mereka

Sebuah keadaan yang memang nyata



Tapi bagaimana dengan yang di gubuk tua

Bahagianya bisa dihitung dengan air mata

Jika tak ada kenyamanan layaknya istana megah

Disinikah berartinya acara bedah rumah



Cinta ada dimana - mana bukan berarti punyasimpanan

Cinta ada dimana - mana menandakan sebuah keutuhan

Seperti ketika kita berdiri di sebuah persimpangan

Semua sisi jalan merupakan satu kesatuan



Bukan sekedar apa yang dibelakang dan di depan

Tetapi juga apa yang ada di kiri dan di kanan

Jika sekarang ini ada mawar ditangan kananmu

Ingatlah masih ada yang kosong di tangan kirimu



Bahwa apa yang kau berikan dengan satu tanganmu

Masih belum apa - apa dibanding kedua tanganmu

Bahwa mawar yang kau berikan untuk si dia

Tak kalah dengan sebungkus nasi utk anak dijalan raya



Apa makna keutuhan dalam cinta

Yaitu cinta datang untuk berbagi ke semua

Apapun keindahan hidup pada kita

Sebisa mungkin untuk memberi pada sesama



Tuturkan hatimu dengan jujur

Ulurkan nikmatmu dengan syukur

Jika kau butuh cinta dalam sesuap kasih

Ada yang butuh cintamu dalam sesuap nasi



By : Adji

( Barang siapa yang cukup uang untuk mengelakkan kelaparan jasmani, maka mereka menderita kelaparan rohani atau kesusilaan jika mereka itu hanya kaya belaka : O. S. Marden )

0 komentar:

Posting Komentar