Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah, Makna dan Perhitungan Kalender Islam Hijriyah

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 29 Oktober 2011

SEKOCI ( Sedalam Kolam Cinta )

Bawalah Aku Menyelam
Karena Kolam Cintamu Tak Beriak
Sebagai Tanda Cintamu Yang Dalam
Ingin Kusentuh Dasar Hatimu Yang Tak Tertebak

Kau Memang Seperti Kolam Yang Tenang
Kau Hidupkan Teratai Hatiku Melebihi Arti Terapung
Kuingin Menyelam Di Hatimu Tanpa Harus Keseberang
Kurindu Berenang Dalam Cinta Yang Agung

Sebelumnya Hatiku Terapung Dalam Kolam Yang Dangkal
Yang Selama Ini Membuat Rasa Cintaku Gagal
Kolam Yang Tak Mampu Hidup Ikan Sepasang
Menjadikanku Seperti Lebah Tanpa Kembang

Katakan Padaku Saat Kolam Cintamu Bening
Itulah Saat Dimana Kuingin Memberi Kecupan Di Kening
Jangan Lupa Utarakan Kolam Cintamu Yang Keruh
Akan Kubentangkan Teratai Cintaku Supaya Kau Teduh

Supaya Cinta Ini Membawa Berkah
Kuingin Kolam Cinta Ini Sesuci Telaga Al - Kautsar
Supaya Ada Jalan Kupinang Engkau Dengan Basmallah
Penyatuan Cinta Islami Dalam Sebuah Ikrar

Aku Memang Tak Pernah Punya Perahu Cinta
Yang Kadang Menuntun Dayung Mendua
Yang Kadang Membelah Kasih Sayang Menjadi Dua
Sampai Menjaring Dua Ikan Dalam Satu Jala

Aku Hanya Punya Satu Kail Cinta
Yang Kukait Dengan Umpan Apa Adanya
Hingga Kuterbiasa Memancing Dengan Setia
Sampai Kutemukan Cinta Sejati Dari-Nya

Jika Dengan Menyelam Di Hatimu Adalah Jawaban
Aku Rela Melepas Kail Cinta Untuk Selamanya
Kuingin Terbiasa Menangkap Kasih Sayang Tanpa Umpan
Bahkan Akulah Yang Akan Melepas Ikan Disana

Karena Aku Telah Hidup Dengan Cinta

By : Sutardji

PROKLAMASI NENEK TUA

Hari Proklamasi
Hari Darah Pejuang Berhenti
Yang Kehabisan Darah Jadi Pahlawan
Yang Masih PunyaDarah Jadi Veteran


Tumpahan Darah Telah Kering
Seribu Makam Telah Membumi
Ketika Sejuta Duka Telah Berpaling
Masih Ada Air Mata Tersembunyi


Air Mata Yang Hanya Akan Termakan Senja
Karena Derita Sesuap Nasi Mengiringnya JadiTua
Ajalnya Bukan Dari Sebutir Timah Senjata
Karena Bambu Runcing Hanya Jadi Tiang Rumahnya


Ada Nenek Renta Di Sudut Kemerdekaan
Kemerdekaannya Masih Bendera Setengah Tiang
Merah Putih Lebih Baik Jadi Bahan Pakaian
Lagu Kebangsaan Baginya Terdengar Sumbang


Nenek Rindu Menjadi Burung Yang Merdeka
Hidup Merdeka Yang Benar – Benar Bahagia
Bertengger Bebas Dari Lilitan Perut Lapar
Berteduh Bebas Dari Jeratan Pintu Sangkar


Hari Proklamasi Baginya Ulang Tahun Pejuang Yang Miskin
Proklamasi Harusnya Jadi Pro Keselamatan Rakyat Miskin
Tapi Proklamasi Kemederkaan Hanyalah Sebuah Pengingat
Tambah 1 Tahun Tak Ada Makanan Bagi Si Papa Yang Melarat


Hari Proklamasi Tak Ada Lilin Spesial
Tiap Malam Lilin Adalah Penerangnya
Hari Proklamasi Tak Ada Upacara Sakral
Berdo’a Tiap Malam Adalah Renungan Sucinya


Dulu Lapar Ditanggung Semua Orang
Semua Yang Dijajah Tak Merasa Kenyang
Kelaparan Saat Merdeka Adalah Paling Malang
Sendirian Lapar Diantara Orang – Orang Kenyang


Nenek Bukanlah Pahlawan Kesiangan
Meski Dia Sebenarnya Pahlawan Ketuaan
Dia Masih Berjuang Entah Sampai Kapan
Dia Berhenti Bila Ada Burung Merdeka Yang Membawakannya Makanan


By : Sutardji

Jumat, 14 Oktober 2011

PRAHARA PAHLAWAN DEVISA





Padahal Hanya Semilir Dalam Sebayu
Bahkan Sedendang Dalam Bertalu
Kenapa Ada Sejurang Rasa Berharu


Lain Padang Lain Ilalang
Jauh Seberang Tapi Sepandang
Tapi Mati Rasa Tak Bersayang


Bahkan Sehelai Sajadah Serupa Sujud
Segenggam Do’a SeTuhan Bersahut
Karena Seakidah Tak Jua Sedarah
Hentak Kaki Bak Tarian Sang Amarah


TKI Bak Musafir Tanpa Gurun
Dihantar Tak Berunta Bebas Penyamun
Tapi Setiba Dirantau Seperti Dirantai
Pulang Tak Sampai Betah Tak Tergapai


Kenapa Manusia Bak Domba – Domba
Tarik Tak Sehaluan Cambuk Merajalela
Padahal Selugu Kapas Mudah Ditenun
Bila Jua Salah Sudilah Dituntun


Harga Diri Ditakar Bak Segelas
Gelas Pecah Harga Diri Lepas
Khilaf Bekerja Bak Seribu Dosa
Ampunan Jauh Bak Didepan Neraka


Badan Lusuh Tak Senilai Kain
Salah Ditingkah Badan Disetrika
Ringankah Hati Nurani Bermain
Dendang Jeritan Berbuah Tawa


Tapi Seringan Lonceng Berdenting
Sekejap Pukul Tak Cukup Berbanding
Meski Rintihan Bak Buih Meronta
Pukul Bersaut Siksa Tercipta


Bukan Hanya Seorang Bukan Pula Setuan
Badan Tak Lagi Rupawan Gaji Tak Jua Terbawakan
Masih Untung Pulang Senyawa Sebadan
Tapi Tak Jarang Sepeti Dalam Sekafan


Bila Setetes Peluh Tak Nyaman Di Terik
Bila Seiris Silet Tak Tahan Bercabik
Pun Setusuk Duri Tak Sanggup Tertancap
Maka Siksa Mereka Tak Sanggup Di Ucap


Karenanya Air Mata Mereka Tak Berarti
Bila Menjerit Semakin Disika
Bila Diam Diharapkan Mati
Bilap Hidup Tak Lagi Punya Apa - Apa


Warta Telah Terkabar Terang
TKI Diseberang TKI Di Juang
Berburu Uang Diburu Malang
Mengadu Lapar Tak Jua Kenyang


Mengadu Nasib Tak Tertebak
Mengantar Diri Bak Terjebak
Tulang Punggung Keluarga Telah Retak
Pahlawan Devisa Bak Telur Di Ujung Tombak


Duhai Keluarganya Nan Jauh Di Kampung
Inilah Sembilu Buat Berkabung
Do’a Kalian Bukan Terhalang Awan
Tapi Aminnya Tak Kuasa Melampaui Tuan


By : Sutardji