Hari Proklamasi
Hari Darah Pejuang Berhenti
Yang Kehabisan Darah Jadi Pahlawan
Yang Masih PunyaDarah Jadi Veteran
Tumpahan Darah Telah Kering
Seribu Makam Telah Membumi
Ketika Sejuta Duka Telah Berpaling
Masih Ada Air Mata Tersembunyi
Air Mata Yang Hanya Akan Termakan Senja
Karena Derita Sesuap Nasi Mengiringnya JadiTua
Karena Bambu Runcing Hanya Jadi Tiang Rumahnya
Kemerdekaannya Masih Bendera Setengah Tiang
Merah Putih Lebih Baik Jadi Bahan Pakaian
Lagu Kebangsaan Baginya Terdengar Sumbang
Nenek Rindu Menjadi Burung Yang Merdeka
Hidup Merdeka Yang Benar – Benar Bahagia
Bertengger Bebas Dari Lilitan Perut Lapar
Berteduh Bebas Dari Jeratan Pintu Sangkar
Hari Proklamasi Baginya Ulang Tahun Pejuang Yang Miskin
Proklamasi Harusnya Jadi Pro Keselamatan Rakyat Miskin
Tapi Proklamasi Kemederkaan Hanyalah Sebuah Pengingat
Tambah 1 Tahun Tak Ada Makanan Bagi Si Papa Yang Melarat
Hari Proklamasi Tak Ada Lilin Spesial
Tiap Malam Lilin Adalah Penerangnya
Hari Proklamasi Tak Ada Upacara Sakral
Berdo’a Tiap Malam Adalah Renungan Sucinya
Dulu Lapar Ditanggung Semua Orang
Semua Yang Dijajah Tak Merasa Kenyang
Kelaparan Saat Merdeka Adalah Paling Malang
Sendirian Lapar Diantara Orang – Orang Kenyang
Nenek Bukanlah Pahlawan Kesiangan
Meski Dia Sebenarnya Pahlawan Ketuaan
Dia Masih Berjuang Entah Sampai Kapan
Dia Berhenti Bila Ada Burung Merdeka Yang Membawakannya Makanan
By : Sutardji






0 komentar:
Posting Komentar