Sabtu, 28 Maret 2009

KUPETIK MELATI DISAMPING MAWAR

Gemintang Bersanding Purnama Setengah

Pelangipun Berselimut Awan Setengah

Itulah Rasa Hatiku Yang Separuh Tergugah

Antara Melati Indah Dan Mawar Merekah



Disamping Puisiku Mawar Jadi Menawan

Disamping Diaryku Melati Jadi Rupawan

Memang Ada Sebagian Hatiku Dalam Puisi

Tapi Masih Ada Separuh Hatiku Dalam Diary



Haruskah Kuberpaling Karena Tergoda

Haruskah Kubersaing Karena Mendua

Namun Kucoba Mengukur Rangkai Hatiku

Mampukah Dua Bunga Terhias Jadi Satu



Sudah Ada Kenangan Mawar Di Taman Hati

Sudah Ada Harapan Melati Dibuaian Mimpi

Kukecup Manisnya Mawar Di Pagi Hari

Kuhirup Wanginya Melati Di Malam Hari



Mungkin Harus Kutanya Purnama Merindu

Biar Setengah Purnama Itu Takkan Menipu

Kepada Siapa Sebenarnya Hatiku Merindu

Biar Tinggal Setengah Hatiku Takkan Menipu



Atau Diantara Puisi Yang Kutulis

Atau Dicelah Diary Yang Tertulis

Harus Kububuhi Sepotong Kata Mutiara

Supaya Tahu Dimana Sudut Hatiku Mencinta



Atau Kucurhat Pada Pelangi

Dengan Segala Warna – Warni Wujudnya

Ingin Kubilang Hatiku Terbagi

Dengan Segala Warna – Warni Rasanya



Akhirnya Kusadari Satu Arti

Puisi Tertulis Bukan Jadi Misteri

Ujungnya Kupahami Satu Makna

Diary Tercatat Akan Jadi Rahasia



Artinya Ketika Puisi Membawa Hatiku

Harus Kuizinkan Dia Dikutip Pembaca

Tapi Ketika Diary Menyimpan Hatiku

Tak Kuizinkan Dia Diintip Pembaca



Apa Yang Terlanjur Dibawa Puisi

Biarlah Lepas Kepenjuru Dunia

Dan Yang Tersalur Lewat Diary

Hanyalah Bebas Tertuju Untuknya



Dan Ingin Kupetik Melati Disamping Mawar

Karena Dengannya Diary Hatiku Jadi Rupawan

Kurelakan Yang Lain Memetik Sang Mawar

Karena Dengannya Puisi Hatiku Jadi Menawan



By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar