Sebenarnya Tidaklah Mengapa
Tak Sempat Kucium Harumnya Cendana
Sebenarnya Tidaklah Kenapa
Tak Cukup Jarak Kuraih Bunga Sakura
Siapa Tahu Bunga Itu Butuh Ketenangan
Mungkin Ada Yang Dia Tunggu Dari Sang Angin
Siapa Tahu Bunga Itu Butuh Kedamaian
Mungkin Ada Yang Dia Janjikan Sejak Kemarin
Tuhan . . .
Jangan Biarkan Aku Terlalu Tega
Merusak Ketenangan Mereka
Jangan Biarkan Aku Tak Tahu Malu
Mereka Lebih Senang Air Hujan Daripada Aku
Tuhan . . .
Kaulah Yang Mengerti Bahasa Mereka
Sampaikan Salam Hangatku Untuk Mereka
Kaulah Yang Mengerti Perkataan Mereka
Sampaikan Kuingin Bersahabat Dengan Mereka
Alam Ini Setiap Saat Berbicara
Sayangnya Aku Tak Jeli Untuk Bertanya
Apa Yang Ingin Kau Katakan Dengan Sebuah Halilintar
Dan Yang Kau Pesan Dengan Melati Kecil Didalam Pagar
Untuk Helai Daun Yang Gugur Dengan Damai
Meski Jatuh Ditengah Benih Yang Disemai
Itukah Tanda Kau Bilang Tak Ada Yang Abadi
Sadarlah Bahwa Hidup Hanyalah Sekali
Tuhan . . .
Kadang Diriku Ini Tidaklah Tenang
Terlalu Banyak Aku Memakai Bahasa Dusta
Aku Ingin Belajar Bahasanya Kembang
Meski Diam Sanggup Mewakili Kata Cinta
Tuhan . . .
Kadang Kuingin Belajar Bahasa Kupu - Kupu
Meski Diam Sanggup Terlihat Lucu
Kadang Kuingin Belajar Bahasa Salju
Meski Diam Terlihat Putih Dan Kesan Lugu
Hingga Akhirnya Kupahami Arti Bahasa-Mu
Yang Kadang Hadir Dengan Beningnya Air Mata
Hingga Akhirnya Kusentuh Arti Panggilan-Mu
Yang Kadang Hadir Dengan Tampilan Apa Adanya
By : Adji
Kamis, 12 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar