Minggu, 05 April 2009

INNER BEAUTY 2

Sebenarnya Siapa Bidadariku
Sebenarnya Siapa Permaisuriku
Cantiknya Memang Tak Jadi Pegangan
Fisiknya Memang Tak Jadi Hitungan

Jika Segenggam Hati Dikilauan Permata
Seperti Berhias Diri Memanjakan Mata
Jika Sekepal Jiwa Disampingan Permata
Seperti Menghargakan Diri Didalam Angka

Dan Yang Terpukau Mata Dikilauan
Dan Yang Memukau Sukma Digemerlapan
Menghalang Inti Diri Dalam Hitungan
Membatas Makna Hati Dalam Bilangan

Ketika Sekejap Gemerlap Lelap
Ketika Sesaat Hasrat Terhambat
Diam Menebal Tanpa Berucap
Diri Menyesal Sudah Terlambat

Ada Lain Yang Masih Tersisa
Yang Tak Pernah Bisa Terkata
Yang Tak Pernah Bisa Diharga
Yang Dicari Meski Tak Pernah Kemana

Seperti Itu Cantik Yang Dipuja
Begitulah Fisik Yang Bisa Dipuji
Namun Dimana Lagi Bahagia Dan Sahaja
Jika Diikatkan Diri Dalam Puja Dan Puji

Orang Bilang Cantik Itu Relatif
Berarti Penilaianku Subyektif
Cantik Menurut Dia Tidak Menurutku
Jadi Sebenarnya Siapakah Bidadariku

Tetapi Cantik Bukanlah Bencana
Selama Inner Beauty Adalah Pangkalnya
Cuma Sekarang Keadaannya Bisa Berbeda
Bahkan Sesama Wanita Bisa Menghina

Barangkali Disinilah Kekuatan Cinta Dicoba
Ada Yang Sanggup Menyayangi Dalam Beda
Bahkan Ada Sanggup Menikah Dengan Si Buta
Karena Mata Hatinya Lebih Kuat Dari Mata Kepala

Barangkali Ketika Aku Bilang Mencintamu
Melebihi Arti Bahwa Aku Menyukaimu
Ada Yang Kurang Setelah Kubilang Mencintainya
Sebelum Aku Bilang Siap Terima Dia Apa Adanya

By : Adji

0 komentar:

Posting Komentar